REFLEKSI HASAN MAMOERY KUDUS

IBLIS PUN IKUT BERKESENIAN


Ketika iblis dikutuk oleh Tuhan , karena kesombongannya yang tak mau disuruh tunduk terdadap Adam sebagai khalifah di muka bumi , dia pun mohon terhadap Tuhan agar diijinkan menggoda seluruh Bani Adam .

Tuhan pun mengabulkan permohon itu. Lalu iblis mulai menggoda ummat manusia dengan cara menghias segala bentuk obyek kemaksiatan dan penyelewengan menjadi indah memikat , berarti iblis pun ikut ber-kesenian sebagai penghias pada obyek2 kemaksiatan dan gemerlapnya harta duniawi, termasuk pada empuknya kursi jabatan .

Tentu kesenian karya iblis adalah untuk menjerumuskan ummat manusia , di mana hanya orang2 yang “muhlasin” , alias mereka yang hatinya bersih dari penyakit2 hati yang tak terpikat dan tak tergoda kesenian dan nyanyian iblis .

Iblis terus berteater , berdendang , menari dan bernyanyi di mana mana , memenuhi jagad raya . Baik di dalam “semesta diri” maupun di semesta raya ……

Maka , waspadalah…….
Ummat manusia pun seharusnya membuat “tandingan kesenian” yang bernuansa “harmony kehidupan” , sebagai benteng penangkis dari serangan2 kesenian iblis durjana, laknatullah.
Allahu a’lam

 

 

PRAHARA ITU MENIKAM “HARI IBU”

Saya tak mengerti harus berkata apa , ketika di “hari ibu” justeru di tengarai dengan terjeratnya ibu-ibu negeri dalam “kasus suap dan korupsi” , di mana mereka adalah orang yang berstatus sebagai pemimpin, alias pejabat negara , yang mustinya menjaga kredibilitasnya dalam mengayuh perahu bangsa hingga ke “dermaga tujuan” .

Ibu Atut dan ibu Anggelina semestinya menjadi teladan bagi ibu2 di negeri ini , mengingat statusnya yang memang di samping sebagai pemimpin, juga sedang memegang amanah rakyat yang dikukuhkan lewat “sumpah jabatan” pada saat pengangkatannya
Semuanya telah ngerti , bahwa sumpah jabatan adalah menjalin komitmen atau mengikat “janji kemesraan” dengan rakyat , yang diwujudkan lewat pelaksanaan dan penataan seluruh perkara anak bangsa , menyangkut kesejahteraan dan kemakmuran bersama . Bukan kemakmuran pribadi pejabat .

So ? Sungguh sebuah ironi yang besar , ketika predikat TIANG NEGARA dan SEKOLAHAN PERTAMA di sandangkan pada “sosok seorang ibu” , justru dua sosok ibu pejabat negeri malah” merobohkan” tiang negara dan merusak sekolahannya sendiri .

Satu keistimewaan lagi yang disandang kaum ibu adalah, bahwa ditelapak kakinya ada nilai syurgawy bagi anaknya . Hal ini perlu dimaknai secara luas , tidak sekedar berhubungan dengan anak kandung saja , akan tetapi dengan seluruh “anak kehidupan” . Kata “syurga”, mengandung filosufi sebagai “ikon” cinta kasih dan kedamaian, yang secara fitrah merupakan”potensi” yang ada di  setiap diri seorang ibu/wanita .

Potensi tersebut jika memang benar-benar diarahkan lewat pendidikan yang benar akan melahirkan pribadi-pribadi ibu shalehah , yang bisa diandalkan dalam memproduk generasi muda handal dan hebat yang memiliki “segudang cintakasih” , sehingga “ready to use” dalam meng-urai berbagai persoalan bangsa dengan sentuhan yang humanis dan berbudaya . sebab , maju dan lumpuhnya sebuah negara terletak pada kwalitas kawula mudanya . Para muda yang berkwalitas tentu lahir dari seorang ibu yang berkwalitas pula , alias ibu yang shalehah .

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah : seberapa jauh kwalitas pendidikan nasional kita ? Sehingga mampu memenuhi kriteria “shalehah” bagi para calon ibu?

KRISIS PERAWAN
Pertanyaan di atas sengaja saya angkat , sebab , dari hasil survey para aktivis telah memberikan penyimpulan , bahwa di setiap kota besar di negeri ini telah terjadi apa yang mereka istilahkan sebagai “krisis perawan” . Hal ini tentu akibat dari pergaulan bebas para remaja , pengaruh dari budaya barat lewat berbagai media informasi . Di saat yang sama , kwalitas pendidikan nasional kita belum bisa menjadi benteng bagi efek negatif globalisasi .

Lalu? Apa yang bisa kita harapkan ke depan jika kwalitas pendidikan nasional kita masih amburadul ?
Mampukah menyiapkan para CALON IBU yang shalehah? Sehingga nilai2 syurgawinya tergali untuk sebuah pembenahan remaja dan reformasi negeri sejati ?

(Refleksi)
 

 

MAKNA SEBUAH JALINAN PERSODARAAN

Ada sebuah riwayat hadits yang arti bebasnya sbb :

Tidak dikatakan sempurna iman seseorang sebelum mencintai saudaranya sebgaimana mencintai diri sendiri .

ULASAN
Istilah “sodara” itu luas artinya . Semua bani adam adalah sodara sesama manusia . lalu secara klompok agama , sodara se-iman dan se-agama . lalu secara suku , sodara sesuku dll hingga sodara sekandung.
Terhadap semua bani adam apa pun suku , bangsa dan agamanya , hendaknya kita berupaya menyintai mereka sebagaimana kita mencintai diri kita sendri secara kemanusiaan .

Terhadap sodara dalam lingkup se-agama , kita pun hendaknya mencintai mereka secara agama dan kemanusiaan . Begitupun dalam lingkup sodara sebangsa , kita mencintai mereka secara kebangsaan dan kemanusiaan(nasionalisme) begitu seterusnya . Dari pola inilah benih-benih”fanatisme” kelompok dan golongan yang bisa memecah-belah bangunan “persodaraan” bisa ditekan secara optimal .

Artinya , dlm corak kehidupan bangsa yang plural seperti di indonesia , kita di anjurkan untuk saling menjaga keamanan sesama bani Adam termasuk pemenuhan hak2 hidupnya yang lain , semisal : hak kesejahteraan dan kemakmuran . Ketika ada sodara apa pun agamanya yang dalam posisi benar , lalu tiba-tiba diperangi dan di sakiti bani Adam lain , kita harus berupaya membelanya secara kemanusiaan , lalu berupaya tuk mendamaikan dua pihak tersebut dengan cara yang arif dan bijaksana . Itulah tanda orang yang dikatakan “sempurna imannya” .

Dan inilah yang sering saya katakan sebagai “ahlaq sosial” . Bisa juga di sebut”ibadah sosial” yang porsinya lebih dominan dibanding “ibadah individual” untuk dikatakan sebagai orang yang benar2 ber-agama . Bisa juga di sebut sebagai orang yang telah benar2 mendirikan shalat . Allahu a’lam .

RESONANSI MUSIK DAN AGAMA

 

Saya termasuk orang yang hoby main musik . Ketika saya baru belajar memetik gitar , sebelumnya diberi tahu lebih dahulu oleh seorang sahabat ttg teori atau tehnik dan rumusnya .
Kemudian sahabatku pun berpesan singkat : “Sudah itu saja teorinya , yang penting kamu latihan yang maksimal dan disiplin jika ingin bisa”, begitu sugestinya .

Sebagai seorang yang ingin sekali bisa main gitar ,tentu tidak mau menyia-nyiakan waktu luang untuk saya isi dengan terus berlatih dan berlatih . Ternyata benar juga kata sahabatku&guruku , Meski kesulitan pada awal berlatih saya sering rasakan dan temukan , toh pada ahirnya saya bisa bermain dengan lancar dan bisa menikmati hasil upaya dan ihtiarku dalam bermusik . Bahkan orang lain pun ikut menikmatinya . Ada kebahagiaan tersendiri yang menyelinap di ruang batin , ketika ternyata saya juga bisa berbagi “kenikmatan rasa” pada orang lain .

LENTERA
Pengalaman sederhana diatas , setelah saya renungi , ternyata ada “lentera hikmah” didalamnya yang bisa kita petik sebagai “pelajaran hidup” yang bermakna dalam konteks apa pun ditengah belantara “ihtiar dan ijtihad” .
Dalam konteks agama , yang bisa kita petik adalah antara teori dan aplikasi atao praktek atao amal atao karya nyata .

Shalat dan ibadah ritual formal lainnya saya ibaratkan sebagai teori atao rumus musik . Lalu amal dan karya nyata yang berlandaskan moral agama , saya ibaratkan sebagai orang belajar musik yang sedang praktek berlatih langsung . Meski secara bertahab , tapi karna keinginan untuk bisa kuat , toh pada ahirnya benar-benar bisa .

Orang ber-agama yang ber-hasil adalah ketika dia mau praktek , memberi karya nyata langsung di masyarakat sesuai bidangnya masing2 terkait problematika sosial kebangsaan . Peningkatan prestasi dan kwalitas keber-agamaan seseorang tentu tergantung pada desiplin dan tingkat kekhusyu’annya atao “itegritasnya” dalam aplikasi sosial kemasyarakatan . Dari bidang ekonomi , politik , budaya , sosial dll .

Sederhananya , orang bisa disebut ber-agama , ketika dirinya sudah bisa memberi manfa’at di lingkungan masyarakat sekitarnya sesuai bidangnya masing2 . Dan belum bisa dikatakan orang ber-agama , ketika dia hanya fokus pada ibadah shalat , plus naik haji setiap tahun saja , tanpa peduli dengan kemiskinan dan problematika rakyat di sekitarnya .

So, ternyata optimalisasi praktek dalam urusan duniawi terkait kebutuhan kesejahteraan dan kemakmuran bersama , merupakan faktor yang lebih dominan bagi keberhasilan manusia sebagai pemegang amanah kehalifahan bumi . Itulah potret sosok yang benar-benar dikatakan “ber-agama” .

Sebab , filosufy “ibadah shalat” yang merupakan “tiang agama” (yang saya ibaratkan sebagai teori & rumus) telah terjabarkan dan terealisasikan , hingga benar-benar menjadi TIANG YANG KOKOH DAN TEGAK BERDIRI . Tak lekang karna terik panas mentari dan tak rapuh karna tajamnya panah-panah hujan .
Allhu a’lam .
(Refleksi)

Kudus 25 des 2013~

 

 

FUNGSI AGAMA

 

Agama , adalah kapal penghantar ummat manusia di tengah badai gelombang kehidupan nan dahsyat menuju pulau kebahagiaan sejati . .

Para perusak agama , akrab dan bermesra dengan badai kehidupan , sebab , bagi mereka , di dalam badai tersebut ada kebahagiaan abadi . Padahal di situ , adanya cuma bahagia semu dan fana.

Di alam dunia ,ada benih2 bahagia hakiki yang kan mengantar manusia menuju pusat bahagia hakiki di alam syurgawi . Yakni : bersyukur atas segala karunia yang telah Dia limpahkan, lewat ibadah ritual formal dan ibadah sosial ,

Ibadah sosial adalah segala bentuk karya nyata yang berbalut ahlalq mulia di tengah dinamika pergumulan manusia .

Pengertian “ahli ibadah” , tidak hanya sebatas ibadah shalat dan ibadah ritual formal lainnya saja . Akan tetapi seluruh aktivitas manusia , dari ibadah ritual formal hingga aktivitas duniawiyah yang diiringi dengan “rasa ikhlas” hanya karena Allah .

Jika kalimat”karena Allah” benar2 menghujam di ke dalaman samudra hati , niscaya “perilaku bodoh” manusia bisa semakin terkikis menuju perilku yang cerdas dan ber-ahlaq mulia . Sebab , dengan benar2 hanya berorientasi padaNya , otomatis manusia kan meneladani ahlaq indahNya yang tertera dalam rangkuman “al-asmaa’ul-husnaa” .
Allahu a’lam

(Refleksi)

 

 

ISLAM ADALAH SANG PERAMAH DAN PENEBAR BELAI-KASIH KE BERBAGAI KEBUDAYAAN DUNIA

Saudaraku di seluruh Nusantara…

Islam , adalah agama universal yang anggun . Karakteristiknya senantiasa menyapa , membelai dng cinta kasih terhadap berbagai kebudayaan dunia . Tidak pernah menonjolkan “budaya fashion” bangsa tertentu ,untuk memutlakkan “identitas keislaman ” yang di sakralkan .

Siapa pun orangnya ,apa pun jenis bangsanya , apa pun pangkat profesi dan status sosialnya , dari pemerintah , ulama hingga rakyat jelata , ketika sudah lbh meng-akui , bhkn sampai mensakralkan pakaian “khas arab” semacam jubah secara identas pakaian muslim , itu berarti sudah meninggalkan jatidirinya . baik secara bangsa maupun secara muslim .
Bicara soal identitas pakaian muslim itu luas sekali . standar bakunya terletak pada menutup aurat , itu saja . Tentu konsep ini ada banyak hikmahnya . Di antaranya : agar ummat islam “cerdas dan kreatif” mendesain beragam karya2 busana muslim/mah , sesuai dengan karakteristik iklim alam dan etnis bangsanya masing2 . itulah fitrah manusia , di mana masing2 mereka punya karakter yang “khas” . baik secara individu maupun secara kebangsaan .

Kebudayaan itu sifatnya dinamis dan fleksibel . dia bisa berkolaburasi dengan etnis dan budaya bangsa manapun . Selama tidak menghilangkan sentuhan akarnya atau ke-khasannya , maka masih bisa disebut budaya nasional .

Semisal : anda suka jilbab gaya arab , tidaklah harus persis total meniru . tapi dimodifikasi dengan sentuhan2 “etnis lokal” , tentunya hal ini adalah kerjaan para disainer muslim yang bisa menyesuaikan batas2 syar’inya , sehingga dari tangannya-lah akan lahir karya2 busana muslimah yang keindonesiaan . Atau berkepribadian indonsia .

Hal tersebut skadar contoh . dan itu pun jika anda memang masih setia dengan fitrah “rasa” nasionalisme . Perlu di ketahui bhw islam sendiri jg perhatian terhdp nasionalisme . secara tersirat , bisa di baca di Qs alhujurot~13 .

ALASAN IKUT SUNNAH RASUL ……..
Pada dasarnya ,sunnah yang dianjurkan oleh Rasul untuk di ikuti adalah yang berupa nilai2 ahlaq belio , bukan budaya pakaiannya yang bersifat ” material” . sbb , abu jahal pun jg pakai jubah arab . Mg bisa di fahami .

ETNIS PAPUA , KEMBEN DAN LATAR BELAKANG BUDAYA INDONESIA
Seperti yang sy sebutkan bhw budaya adalah dinamis , maka ketika kita melihat taraf budaya kaum etnis papua yang memang masih rendah , maka tidak boleh lantas “mencibir dan menghina” kenyataan taraf budaya sebagian dari etnis indonesia . Akan tetapi tetap bersikap bijak dan arif , dengan cara merayu secara bertahap , bersabar atau dengan cara lain yang mengacu pada sebuah perobahan atau peningkatan taraf berbudayanya . Ingat , apa pun etnis papua adalah komunitas manusia yang jg punya “rasa”,fikiran dan kiyakinan tersendiri , yang tidak sesederhana bayangan kita untuk dapat merobahnya .

Begitupun terhdp kemben dan yang sejenisnya .
Kita tidak selayaknya untuk menghinakan realitas kebudayaan kita Perlu di ingat , secara historis , Indonesia adalah perlintasan dari berbagai kebudayaan dunia . Termasuk kebudayaan yang hadir dari komunitas hindu yang kemudian ber-akulturasi dengan etnis jawa , komunitas animisme , lalu ada sentuhan dari komunitas arab yang membawa misi islam . Dari sinilah lalu terlahir beragam ekspressi karya budaya fashion . Ada kemben, ada kerudung , ada baju kurung ( jilbab : istilah skrg ) dll .

Realitas kekayaan budaya yang memang terdiri dari pergumulan berbagai etnis tersebut , tidak bisa lantas kita pandang sebelah mata dan sikap sinisme , jika menurut kita ada yang masih janggal atau kurang islamy . Namun hendaknya disikapi dengan arif dan kultural . Yakni tetap berinterksi dengan mereka ,lalu memberikan kontribusi karya2 budaya tandingan baru secara kolaboratif dengan etnis yang ada , sehingga aroma keindonesiaannya tetap kan terjaga .

JATI DIRI DAN MORAL
Bicara jati diri terkait identitas budaya sangat berkait erat dengan aspek moral . Kebudayaan termasuk fashion mmg merupakan identitas sbuah bangsa . Semisal memakai seragam batik bg para pejabat dan PNS yang baru2 ini telah menjadi kebijakan yang telah diformalkan , adalah sebuah upaya positif untuk menjadikan karya anak bangsa menjadi “identitas”budaya nasional yang diakui UNESCO dan dunia iternasional .
Namun? , ada hal yang lebih urgen dari sekadar penampilan identitas formal dan sebuah pengakuan . Sbb justru identitas yang esensial dari budaya itu sendirilah yang selama ini diabaikan .

Esensi dari “budaya” adalah budi pekerti , moral dan ahlaq . So? WALAUPUN seragam batik telah ditampilkan dan segala produk budaya nasional telah dilestarikan dan dikembangkan , AKAN SIA-SIA BELAKA manakala para pemakai seragam batik dan para pelestari budaya yang lain MORAL DAN AHLAQNYA PADA BEJAT, MEMBANGUN KERAJAAN KORUPSI , NARKOBA , SUAP SEKS , GAMPANG DI ADU DOMBA ANTAR ANAK BANGSA DLL ………….

Ini saja share dari sy , maaf kurang lebihnya . Mg manfaat . Amiin
Allahu a’lam .

By : Hamory

Kudus 22 nop 2013~

 

 

KRITISI EMHA AINUNNAJIB TERHDAP KEBEKUAN POLAFIKIR UMMAT BER-AGAMA
Ibnu taimiyah berfatwa : Allah menolong negara yang berke-adilan meski kafir(secular) , dan tidak sudi menolong negara yang zalim meski mukmin/muslim ( fatwa : vol 28/p 63)

Fatwa seorang ulama masyhur berskala dunia tersebut jika disimak dengan cermat , esensinya sama dengan statmen Emha :

GAK SALAT , TAPI BERBUAT BAIK . SALAT, TAPI BERBUAT JAHAT(mungkar)

Jadi kita disuruh menilai yang terbaik antara dua fenomena tersebut

Tentu logika yang sehat akan menilai bhw : orang yang tidak shalat tetapi baik perilakunya , masih lebih baik katimbang orang yang shalat tetapi kelakuannya jahat .

Kita ini kadang latah . Di suruh menilai antara dua fenomena yang secara realitas memang ada di masyarakat kok malah minta tambahan opsi pilihan ?

Perlu diketahui , Emha itu tidak mengatakan bhw “orang yang tak shalat tetapi kelakunnya baik” itu sempurna . Hati-hati jangan salah persepsi !

Dia hanya memotret realitas dua fenomena yang mmg ada di masyarakat , lalu kita di suruh menilai antara keduanya .

Bisa dikatakan : kita disuruh menilai yang terbaik diantara dua hal yang sama2 tidak sempurna . Gitu aja kok reeepot .

Siapa pun orangnya dlm konteks bermu’amalah sosial , dari hidup berumah tangga hingga berbangsa, yang lebih dibutuhkan adalah ahlaq sosialnya , moralitas dan budi pekertinya , atau kelakuan baiknya antar sesama .

Sedang soal ritual ibadah shalat , itu lbh berkait erat dengan aspek mu’amalah dengan Allah . Okay ?

Coba kita belajar berfikir obyektif dan fair , berapa kali ada peristiwa perceraian suwami istri yang diakibatkan dari permasalahan “selingkuh” ? Meski keduanya jg shalat? So? Selingkuh itu persoalan ahlaq apa bukan?

Jelas bisa dicerna dan faktual kan ?

Kalo bicara masalah idealnya atau sempurnanya secara muslim , ya jelaslah terletak pada orang yang shalatnya rajin, plus perilakunya jg baik dan indah . Seorang Emha jg ngerti hal itu .

Nah, orang yang sudah ideal ber-islamnya ,ngapain di bahas ?
Justru yang belum sempurna itulah yang jadi bahasan . Karna hal itu menjadi tanggungjawab bersama . Dan hidup itu adalah mmg perbaikan dan perbaikan ………

Ahlaq sosial , itu perannya utama . Puncak pencapaian orang yang ngaku ber-agama apa pun nama agamanya adalah ahlaq sosial itu sendiri . sbb berkait erat dengan kapasitas seorang manusia secara penata bumi (khalifah bumi) . Tanpanya hancurlah sbuah lembaga negara , secaramn yang terjadi negri di indonesia .

Mg bisa difahami dan bermanfaat bg semua.

Allahu a’lam.

 

 

STUDY KRITIS TTG APLIKASI TEKS AGAMA “’ISY KARIIMAN AU MUT SYAHIIDAN”=HIDUP MULYA ATAU MATI SYAHID

 

Jargon dari teks agama tersebut adalah bermuatan ekspresi jihad yang terdiri dari dua opsi . Tapi kenapa? realitas yang terjadi ,sebagian ummat muslim hanya memerankan opsi yang ke 2 , yakni “au mut syahiidan”di segala zaman ?

Mari coba kita telaah secara logik dan sejernih embun pagi.

Sodaraku dimanapun adanya……….

Fenomena tragedi kemanusiaan berdarah yang pernah terjadi di ranah mesir jg negara2 islam yang lain : sudan , lebanon, syiria dll adalah bukti adanya “politik adu domba” yang smakin canggih modusnya , sehingga mampu menyulut perang aliran keagamaan yang sering melibatkan kaum sunny dan syi’ah , serta perang sodara antar anak sebangsa dan setanah air sndiri .

Begitulah jika fanatisme golongan
, sektarianisme dan politik kekuasaan “tanpa terasa” telah berubah “menjadi tujuan” . meski bibirnya bisa saja menyangkal . Sikap tersebut sering diakibatkan dari pemahaman terhdp teks2 agama yang cenderung “harfiyyah , tekstual dan verbal” , hingga ahirnya melahirkan kekakuan polapikir yang rentan terhdp jebakan “anarkhisme” .

Smisal memahami teks agama ; “isy kariiman au mut syahiidan” .

Pemahaman atas teks tersebut oleh klompok radikalis(keras) selama ini sering ditekankan pada kalimat ke 2 : MUT SYAHIIDAN = mati shahid di medan perang .
Pertanyaannya kemudian : apakah jargon MUT SYAHIIDAN bisa diperankan di segala kondisi dan zaman ?

Mari kita renungi firmanNya….
Dlm Qs annahl 125 , sangat jelas ,bhw Islam mengajarkan kita agar cerdas dan bijak ketika berdakwah dlm arti yang luas tentunya , agar CITRA islam tetap anggun dimata dunia .

Maka sudah selayaknya, jika kita secara muslim agar senantiasa terus BER-IQRA’. Alias melihat dan membaca situasi/ kondisi seiring dengan laju perkembangan dan peradaban global . Hal ini tiada lain adalah untuk kepentingan STRATEGI dan POLITIK , agar ummat islam tidak KATROK . Tapi , mampu menjadi ummat yang moderat dan MERCUSUAR DUNIA .

Sahabatku yang budiman……..
Kita perlu waspada , indonesia sudah mulai sering ribut ttg masalah aqidah antara sunny , syiah ahmadiyyah dll hingga mengenyampingkan hak2 hidup kemanusiaan dan ideologi keagamaannya . Tak jarang pula timbul riak riak kecil adu domba atau anarkhisme , smisal tragedi pekalongan , sampang madura dll .

Di saat yang sama kita banyak yang lupa bhw kini yang sedang kita hadapi adalah justru PERANG STRATEGI dan POLITIK global intrnasional , lengkap dengan perangkap2nya , yang berupa ranjau2 anarkhisme lewat oknum2 lokal yang cukup cerdas . Jika kita malah asyik ribet dan ribut dengan oknum2 lokal lewat tindakan ANARKHISME , meski atas nama “gerakan agama” , justru itulah tanda “kemenangan besar bg mereka” dan “kekalahan besar” pula bg kita .

Kita harus ingat , bhw penguasaan media massa dunia, ada di tangan mereka . Dari fakta inilah ijtihad usul fiqih berlaku : “menghindari madharat lbh diutamakan tuk mncari jalan kemaslahatan”

Madharat disini adalah sgala gerakan apa saja, trmasuk yang mengatasnamakan nahi mungkar skalipun yang bisa menimbulkan anarkhisme , meski bukan kita yang memulai anarkhis . Maka , gaya nahi mungkar dari sbagian kita yang kurang punya kesan simpatik ,hendaknya di rubah menuju cara yang lebih”cerdas dan kultural” , demi kemaslahatan dan persatuan ummat dlm berbangsa .

So??? Relevankah jika dlm kondisi kekinian diperankan gaya jihad MUT SYAHIDAN?=alias perang fisik tuk meraih pahala mati syahid??.

Saya rasa , orang yang jujur melihat ketimpangan sosial dinegeri ini akan menjawab : jihad yang relevan untuk kondisi kekinian negeri ini adalah justru : JIHAD ISY KARIIMAN . Alias upaya optimal secara sinegis untuk mewujudkan kesejahterakan yang merata bg ummat dan bangsa .

Dari uraian sy diatas mg bisa di renungi secara jenih dan hati jujur , sbb ,ini semua tak lain adalah upaya tuk mmbangun benteng NKRI yang juga merupakan bentuk Jihad trsendiri . Yakni JIHAD ISY KARIMAN = berjuang membangun HARKAT HIDUP . Alias JIHAD merenda kebersamaan dan persatuan berbangsa, khususnya bg para muslimin secara mayoritas , untuk kemudian membangun ekonomi kerakyatan dengan sgala strateginya , DEMI terwujdnya KESEJAHTERAAN dan KEMAKMURAN BERSAMA . Inilah pesan moral islam yang utama secara bentuk jihad dan skaligus”ibadah sosial” .

Kenapa JIHAD ISY KARIMAN ???
Sbb Rasul sangat sedih jika ummat islam mewariskan generasi istafet yang lemah ekonomi. Sbb dari lemah ekonomi bisa mengarah pada lemah pndidikan dan ilmu , hingga berujung pada lemah iman . Dari snilah keingkaran , kekufuran bisa mewujud . Maka ada benarnya teks agama yang mengatakan : KEFAQIRAN/KEMISKINAN ITU RENTAN DENGAN KEKUFURAN/KEINGKARAN .

Skian , ini hny skadar share dan warning ,atas dasar fenomena sosial politik global yang terjadi ahir2 ini . Mg mnjadikan ma’lum adanya . Thanks ,

Salam budaya ,,,

By : Hamory

Kudus 17 nop 2013 ~

 

 

SEBUAH POTRET BER-AGAMA YANG KERING SPIRITUAL
Pada stiap shalat 5 waktu secara ritual ubudiyyah ummat muslim , slalu di ahiri dengan kalimat “salam” dengan di iringi visual nengok kanan lalu kiri . Namun ?slama ini kita tidak pernah memaknai apa filosofi dibaliknya . Yang ada justru kita telah terjebak pada rutinitas dan “seremonial ritual ubudiyah” belaka .

Sehingga, aktivitas shalat saja , seakan sudah cukup memberi jaminan untuk dikatakan secara orang yang sudah beragama islam secara kaffah . Padahl ? Pada Qs alma’un Tuhan justru menyindir dengan tegas dan jelas terhdp hamba2 yang hanya terjebak pada ritual shalat saja, tanpa peduli terhdp persoalan sosial . Bisa lebih direnungi “Qs alma’un” secara serius .

Mari kita lihat sejenak ttg ucap “salam” dlm akhir ritual shalat :

SALAM yang divisualkan dengan menengok kanan kiri = sejahtera , selamat dan damai bagi lingkungan skitar……

Artinya : disamping itu sebuah do’a , setiap hamba mukmin/muslim setelah melakukan ritual shalat , hendaknya secara sinergis sesuai bidang masing2 harus memikirkan kesejahteraan ummat sekitarnya , agar sang damai dan makmur dpt mewujud .

Belum lama kita dikejutkan dengan fenomena PSK (red: WTS) yang cukup mampu mengerutkan kening . Sbb berita tersebut menyebutkan bhw aktivitas PSK tersebut terpaksa dilakukan , lantaran untuk mengongkosi sekolah anaknya di pesantren . Sebuah ironi besar bukan ? Dan tentu kasus semacam itu tidak mungkin hanya menimpa satu orang di negri ini .

Ini semua gara2 kita secara muslim hanya lebih fokus dan asyik pada wilayah FIQIH SYARE’AT FORMAL yang menyangkut cara shalat , wudhu , tayamum serta persoalan mazhab , aliran dan hilafiyyah ,itu itu itu dan itu saja . Tidak pernah mengurai dan membaca FIQIH SOSIAL .
Akibatnya? Hati menjadi sempit . Karena TIDAK ADA EMBUN EMPATI SOSIAL yang menyejukkan jiwa kita . Jika begini terus? Pantas jika peradaban islam tidak pernah maju-maju .

Sahabatku yang budiman………

Sebenarnya “fiqih sosial” itu permasalaannya lebih dan sangat kompleks . Terutama pada sebuah negri yang mustinya rakyatnya tersejahterakan secara merata , lantaran aset kekayaannya memanglah melimpah ruah . Akan tetapi? realitas yang terjadi justru sebaliknya . Itulah negri kita nusantara ini .

Seperti fenomena pengemis dan PSK . kasus ini tidak liar begitu saja , namun punya “geng” tersendiri . Alias ada yang nge-bekingi mereka secara berlapis , semacam “jegger” atau preman , dimana “dia” ini harus menerima setoran nominal uang semcam “upeti”, dari para pengemis dan PSK tersebut setiap habis selesai oprasi .

Femomena tersebut , secara umum dan mendasar adalah sbuah akibat dari kemiskinan ekonomi , gara2 para petinggi negri yang salah urus terhadap “bab kesejahteraan dan kemakmuran bersama” , sehingga melahirkan kefrustrasian sosial arus bawah dengan berbagai gaya dan bentuknya .

Mari sejenak renungkan ….
Adakah manusia waras aqalnya yang tiba2 mau jadi pengemis dan PSK ? jika tidak karna sebuah kondisi serta kronologi panjang dan kompleks yang mendorongnya ke ranah itu ??

Dari situlah , lama kelamaan , martabat rendah secara pengemis meski halal , serta aktivitas PSK yang hina , bisa menjadi lahan pekerjaan yang dianggap biasa( meski masih ada yang malu2 dan merasa terpaksa) .

Gambaran tersebut , lantaran mereka sudah mengalami perobahan mental dan karakter atau “shock culture” , akibat dari “sistem underground” dan doktrin yang dibuat oleh para “jegger”, ditunjang dengan sistem kezaliman negri . Lengkaplah sudah “derita orang lemah ini” .

Inilah realitas persoalan sosial yang rumit dan absurd , alias tidak sederhana .

So , menanganinya , tentu perlu pendekatan yang tidak sederhana pula kan ? . Jadi harus dengan pendekatan presuasif , mengakar , “berbudaya”, serta dengan proses yang bertahap dan sabar . Tidak bisa asal abrak kadabrak hantam kromo saja .

Ini dulu renungan pagi ini , semoga bermanfaat dan bisa menginspirasi para pembaca . Allahu a’lam .

By : Hamory

Kota suci ~17 nop 2013 ~

 

 

AHMADIYAH DLM KONTEKS IDENTITAS AGAMA ,DI TENGAH KEMAJMUKAN BANGSA
Merajut damai disudut rindu……

Manusia dlm beragama dan alirannya sangat penting memiliki identitas , untuk sebuah pengetahuan dlm peta perbandingan dan keragaman agama serta alirannya di tengah hidup berbangsa .

Identitas agama ada dua :
1~ identitas aqidah
2~ identitas syare’at

Identitas aqidah : urusan manusia dengan Tuhan . Sementara identitas syare’at ; urusan manusia dengan manusia dlm hidup berbangsa di tengah kemajmukan agama .

Adapun yang sangat perlu ditonjolkan terkait “identitas syare’at” di antara agama-agama yang ada adalah terletak pada cara sembangyangnya ( shalat dlm bahasa khas islam ) di samping syare’at2 lainnya .

Maka , seorang manusia yang siap untuk hidup berbangsa dan bernegara dlm sistem demokrasi , yang bertujuan membangun kesejahteraan dan kemakmuran bersama , tidak selayaknyalah jika ikut sibuk mengurusi “identitas aqidah agama lainnya ataupun alirannya” . Sebab? Hal tersebut hanyalah urusan prifat , alias hanya urusan manusia dengan Tuhan .

Begitupun terkait paham “Ahmadiyah”, tidak mungkin kita ikut repot mempersoalkan identitas aqidahnya . Sekalipun dalam hati kita tetap “menolak kiyakinan mereka” . Mohon dibedakan , antara memberi hak asasi berkiyakinan sebuah klompok dlm hidup berbangsa , dengan mengakui keyakinan sebuah klompok .

Ketika kita memberi hak asasi berkeyakinan terhdp ahmadiyah , BUKAN berarti kita mengakui keyakinan mereka . AKAN TETAPI , disamping hal tersebut secara”aturan baku islam” , dlm konteks bernegara jg merupakan bagian dari langkah strategi dan konsepsi untuk menciptakan harmoni di tengah perbedaan agama dan alirannya dlm bingkai kebhinekaan . Hal ini sangat penting tuk di pahami . Karna sering terjadi salah paham di bab ini .

Adapun terkait kwalitas org ber-agama , ada riwayat hadits menerangkan yang intinya : bhw , Tuhan hanya melihat isi HATI seseorang . Bukan identitas yang bersifat fisik , simbol , nama dan bendera .

BUKTI BHW TUHAN TIDAK MELIHAT SIMBOL /KULIT LUAR
Yahudi dan nasrani adalah ummat para nabi yang taat . Dari segi arti secara kebahasaan jg jelas ;
Yahudi = org/kaum yang dpt petunjuk .
Nasrani = org/kaum yang dpt pertolongan .
Namun ketika ada sempalan “trinitas” kristen , Tuhan tidak merobah kalimat tersebut , tapi Dia tetap memakai istilah “yahudi dan nasrani” yang sudah nyempal , untuk memperingatkan orang mukmin agar hati2 terhadap konspirasi jahatnya . Bisa dilihat pada Qs 2/ 120 .

Kiranya ini dulu yang dapat sy share . Mg menjadikan maklum adanya dan bermafaat . Allahu a’lam .

By : Hamory

 

 

HIDUP BARU DLM IRAMA KESEJATIAN CINTA
Pada hakekatnya………. “hidup baru”(perkawinan) adalah media “modifikasi” atau “pembaruan” jiwa yang bertujuan untuk smakin memperkokoh fondasi nilai2 tauhid secara mendasar , hingga mnjadi sbuah “miliu” atau iklim rumah tangga yang nantinya diharapkan bisa menjadi wahana bg pembentukan karakter generasi2 yang santun , cerdas aqal dan hati , jg pemberani dlm memperjuangkan nilai2 kebenaran secara turun temurun .

Itulah filosufi perkawinan . Yakni lebih bersifat ideologis , ruhani , dan “lintas gender”.
Di mulai dari perkawinan dengann pasangan(wanita dan laki2) , dengan mertua , dengan sodara , dengan sosial , lalu perkawinan dengan alam . Dengan kata lain , sbuah mahligai perkawinan jg harus menumbuhkan cinta terhdp mertua , terhadap sodara , terhadap sosial dan jg terhdp alam . Tahapan2 ini bisa di sebut PERKAWINAN HORIZONTAL KOSMIS .
Dari sinilah “hakekat harmony” benar2 akan mewujud . Sbb , sbuah persatuan ummat telah lahir dari “rahim cinta”………

Adapun peran “biologis gender” dlm perkawinan yang terikat aturan hukum “legal formal” hanyalah merupakan “tehnis” populasi dan regenerasi , agr ada kelangsungan penduduk yang akan meng-halifahi bumi . Bukan “esensi”. Tetapi hanya secara wadah atau media saja……..

Jika perkawinan hanya berhenti pada tataran biologis , belumlah dikatakan kawin secara kaffah . Sbb , kehidupan rumah tangganya hanya di isi dengan kegiatan dan konsumsi yang bersifat duniawiyyah serta jasmaniyyah belaka . Yakni : kerja , makan , minum , hubungan biologis , rumah bagus , senang2 atau hedonisme dll . Hidup mereka tak ubahnya sperti ROBOT YANG BERJALAN . Binatangpun bisa , jika hanya sperti itu…….

Akibatnya , regenerasi kemanusiaan hanya terjebak pada faktor kuwantitas , bukan kuwalitas . Laksana orang yang gemuk , tetapi lemah organ2 tubuhnya ….
So , sbuah perkawinan insani yang kaffah itu harus ada tempuhan2 yang dilewati . Dari tangga2 “kosmos biologis jasmani” , lalu menginjak pada tangga2 “kosmos ruhani” , yang pada muaranya kan mengantarkannya menuju puncak “KESEJATIAN CINTA” ………..
Sbuah mahkota yang di berikan oleh Tuhan pada insan2 yang telah mencapai “keparipurnaan cinta” . Yakni, jalinan keutuhan harmony antara aspek kemanusiaan dan ke-alaman , secara pembuktian cinta padaNya ……..

Kiranya ini saja renungan yang bisa sy sahre , maaf kurang lebihnya . Trimakasih , mg manfaat bg semua….
Allahu a’lam .

By : Hamory

 

 

FANATISME INDIVIDU ,GOLONGAN DAN IDEOLOGI YANG MELAHIRKAN RADIKALISME , PUN BISA MENJADI BERHALA MODERN……

Seringkali kita dengar dan saksikan ,bhw klompok “sunny , syi’ah , ahmadiyyah” dll terjebak dlm “ranjau2 adu domba” , lantaran mereka sendiri yang lemah dlm mengendalikan godaan sikap “fanatisme golongan” , ideologi ,serta nihilnya wawasan politik global, yang ber-ekses pada gampangnya benteng mereka dibombardir oknum2 konspirasi .
………………………………………….

Munculnya idola2 dan tokoh panutan dlm khazanah keilmuwan islam seringkali memicu lahirnya sikap “pemujaan berlebihan” atau “fanatisme” terhadap ketokohan dan golongan mereka , termasuk “fanatisme” terhdp ketokohan atau pendapat diri sendiri , dlm hal tersebut tanpa dirasa bisa menggiring diri sendiri , fans atau pengikut mereka terjerumus dlm sikap “pemberhalaan modern” , yang dapat meracuni sendi2 Tauhid .

Dari sinilah peradaban islam sangat terhambat ….

Pemahaman ttg islam…………Sangatelah luas . Seseorang bisa saja mengidolakan satu tokoh , krn fatwanya telah menginspirasinya untuk bertobat dari lembah dosa . tapi suatu saat bisa saja meninggalkan tokoh idola tersebut untuk pindah ke tokoh lain karna mengalami penambahan ttg pemahaman islam dari tokoh2 baru yang dirasa mampu memberi pencerahan2 spiritual secara mendalam , dan bgt seterusnya …………

Akan tetapi , hal tersebut tidak akan pernah terjadi ,manakala seseorang menutup pintu hatinya untuk menerima penambahan keilmuan dari tokoh2 lain . Orang yang mengalami perpindahan kpd tokoh2 idola baru adalah orang yang tidak “fanatik” pada satu tokoh atau tokoh2 tertentu saja , yang menyebabkan hatinya tersekat dari wawasan keilmuan islam yang sangat luas. Jika fenomena ini terjadi , manusia menjadi “tidak cerdas” .
Maka benar adanya , bhw islam mewanti-wanti pemeluknya agar jangan pernah terjebak sikap”fanatisme buta” pada satu tokoh idola atau tokoh2 tertentu , termasuk golongan dan mazhabnya ~ lalu mengabaikan sentuhan2 atmosfir pemahaman keislaman dari tokoh lain .
Sebab , hal tersebut bisa memicu lahirnya sikap “radikalisme” dan “ekstrimisme” dengan tanpa di rasa , di mana bentuk sikap tersebut bisa menjadi BERHALA MODREN…….

Agaknya , perlu diingat , bhw setiap manusia itu membawa kelebihan dan kekurangannya masing2 , begitu pun jg yang terjadi pada seorang tokoh idola . Dari sini bisa disimpulkan , bhw , secara manusia harus mau membuka hati lebar-lebar pada siapa saja , pada strata sosial apa pun , dari kiyai, pejabat , pebisnis hingga tukang bakso, tukang semir , gelandangan dll , untuk mengambil pelajaran dari mereka akan hal2 yang sekiranya bisa bermanfaat bg kehidupan .

Sebab , SEGALA YANG KITA DENGAR , YANG KITA LIHAT dan YANG KITA RASA adalah GURU KEHIDUPAN …….
Dengan kata lain , tidak ada yang sia-sia semua mahluq ciptaanNya “.ROBBANAA MAA KHOLAQTA HADZAA BATILAN” ( firmanNya) .

Dari uraian ini semua , dapatelah kiranya diambil hikmah , btp langkah2 ekstra waspada haruslah dioptimalkan , agar dapat terhindar dari sikap2 “pemberhalaan modern” , amiin…..
Allahu a’lam….

By : Hamory

 

 

 

PESONA HUBBUDDUNYA PUN BISA MENJADI BERHALA

 

Hubbuddunya= cinta berlebihan atau serakah terhdp harta duniawy , dmn hal tersebut berpotensi besar memalingkan tujuan hidup manusia yang mestinya “dunia” hanya secara jembatan menuju “keabadian” , berobah menjadi “dunia secara tujuan” .

Mumpung msh segar aroma hari idul-adha . dmn esensi dari momentum tersebut sy lbh memaknainya secara puncak aktualisasi nilai2 Tauhid .

Dlm konteks teologis ,Isma’il dan hewan kambing secara penggantinya adalah secara “metafor” atau simbol yang menggambarkan ttg sesembahan2 selainNya . so , drama penyembelihannya punya makna : menyingkirkan segala bentuk “berhala2 modern” , trmasuk berhala yang berupa “hawa nafsu hewaniyyah” dlm diri stiap insan yang bermuara pada sikap HUBBUDUNYA ….

Sedang kita semua telah ngerti , bhw hal yang sangat dan paling di khawatirkan Rasul pada ummatnya di ahir zaman adalah fenomena”hubbuddunya”.

Atas dasar pemahaman ini , dapatelah kiranya disimpulkan ,bhw resep kebangkitan sbuah negara harus dimulai dari REVOLUSI TAUHID , agar Tuhan tidak berlarut larut dlm kecemburuan . Disamping itu ,Tauhid memanglah menjadi fondasi dasar yang wajib dan harus dibangun dlm stiap diri secara mata air kebangkitan spiritual ,menuju “fajar perobahan” . dari konsepsi inilah reformasi sejati akan benar2 menjadi kenyataan .

Rasul Muhammad telah mmbuktikan hal ini selama rentang waktu 14 th dlm “periode makkah” hanya untuk mengoptimalkan nilai2 Tauhid terhadap ummatnya , sebelum kemudian berhak menerima hasil dari “perjuangan sabar dan ihlasnya” , yakni berupa “negara madani” yang kita kenal skrg secara MADINAH ALMUNAWWAROH . Allahu a’lam

By: Hamory

SANGAT PENTINGNYA SEBUAH IDENTITAS

 

Ritual wajib ibadah shalat dlm islam , ibarat identitas yang menujukkan sebuah nama keagamaan . So , siapa pun yang telah ber-agama islam , maka wajib baginya melaksanakan ibadah shalat 5 waktu , secara konsekwensi logis yang harus ditaati dan merupakan cerminan insan yang desiplin dlm beragama serta setia terhadapnya …….
Layaknya orang yang telah bernegara…… maka dia harus punya KTP atau SIM yang menunjukkan identitas kewarganegaraannya , secara bukti penduduk asli sebuah negara yang dihuni dan merupakan cerminan orang yang desiplin dlm bertatanegara . Sbb bila tanpa identitas tentu akan terkendala saat mengurus hal2 terkait sgala kebutuhan hidup layaknya orang berbangsa . Jg bisa di anggap orang gelap , terutama saat bepergian jauh , yang tentu berpeluang besar untuk di uber2 dan dicurigai oleh polisi atau pihak yang berwenang…………

So, tidak ada hujjah dan alasan apa pun bg orang yang telah mengaku mencapai level hakekat , untuk meninggalkan salat…….Karena, yang jelas , shalat itu media dialog dengan Allah yang berisi do’a , sekaligus merupakan media komitmen seorang hamba untuk hanya menyembah padaNya . maka , konsekwensi logis orang yang telah shalat adalah mampu mencegah perbuatan buruk dan munkar

 

Hewan kambing atau sapi, ketika sudah ikut manusia atau di beli, maka harus di ikat dan tempatkan pada kadangnya…… agar tidak lari dan liar yang bisa membuat stress pemiliknya………..

Begitu pula nafsu hewaniyyah yang ikut di tubuh manusia , hendaknya di kendalikan dan fungsikan pada tempatnya ……..
Agar manusia tenang dan stabil jiwanya…………

 

 

FILOSOFI QURBAN & NUANSA KEMESRAAN……

 

Qurban adalah bhs arab = qarib=taqarrub . yang berarti dekat …
Ibadah qurban dlm idul-adha ~ punya dimensi teologis dan sosiologis~suci lahir dan batin

Mengorbankan hewan pada idul-adha untuk di bagikan pada kaum faqir miskin punya arti : sbuah ekspresi cinta terhadap sosial kemanusiaan . Yakni ; peduli dan empaty terhadap kaum dhu’afa dan masakin, yang merupakan bentuk “ibadah sosial” , agar seorang hamba bisa “dekat”, qarib dan bermesra-ria dengan Allah . Secara bukti syukur dan cinta padaNya . …..

Mengorbankan atau menyembelih hewan , jg memilliki arti ke DALAM DIRI : yakni upaya membersihkan “hati dan jiwa” , dari sifat2 kebinatangan . Alias sgala sifat hewany yang ada dlm diri manusia yang merusak tata lingkungan hidup . Smisal SERAKAH , EGOISTIS. ,MONOPOLI , BUAS , RAKUS , dll , baik dlm ranah sosial ekonomi , politik , hukum , dan budaya .
Jiwa-jiwa yang telah menang dari RAYU GODA sifat hewaniyyah inilah yang memiliki “kesabaran dan keihlasan”, hingga sanggup dan siap mengorbankan hal2 yang di miliki untuk kepentigan ummat dan sosial kemanusiaan secara global . Bukan kepentingan sempit dan kerdil partai , kroni dan dinasti kekeluargaan………..Mereka yang menang tersebut bisa disebut “manusia berkwalitas rahmatan lil’alamiin”…….
Nah , ketika pesan moral idul-adha selama puluhan tahun sejak merdeka~ atau bahkan mungkin sebelumnya , tak jua dapat memberi perobahan ??? , bisa disimpulkan , bhw momentum hari raya idul-adha masih hanya sebatas seremonial yang tak pernah di telusuri maknanya , untuk kemudian “dihayati” secara mendalam , hingga secara reflek menjadi “prilaku sosial keagamaan” yang dpt menghimpun PERSATUAN dan KESATUAN BANGSA……
Di antara makna haji yang krusial adalah pentingnya sbuah PERSATUAN dan uhuwwah ummat islam dunia ……… Mengapa sekembali mereka dari tanah suci tetap saja tak pernah mau bersatu? Pdhl salah satu tanda kemabruran haji adalah menebar salam , yang berarti peduli kesejateraan dan kedamaian ummat ?…….(Refleksi).

PUNCAK “AKTUALISASI CINTA” dan”REVOLUSI TAUHID” DALAM BINGKAI ‘IDUL-ADHA

 

Fragmentasi antara Nabi Ibrahim dan anaknya yang bernama Isma’i’l adalah simbol ketinggian kwalitas nilai Tauhid . Dmn isma’i’l telah di “setting” secara lambang harta duniawy yang musti dan harus di lenyapkan dari sisi Ibrahim untuk meraih kesejatian cinta dari Tuhan………..

Isma’il secara anak tersayang yang ditunggu kalahirannya dengan menelan waktu yang sangat lama , justru di ujikan terhadap Ibrohim as untuk di sembelih . Inilah”potret simbolik” yang merupkan puncak ujian Tauhid tertinggi dlm sejarah kemanusiaan yang “sarat akan makna” , dmn “rasa kepemilikan” dan kecintaan terhdp sang anak yang merupakan “ikon” harta duniawy harus disirnakan dari ruang batin dengan “tulus dan ihlas” , demi untuk mempertahankan dan membuktikan “kesucian cinta Ibrahim” terhadap Sang Maha Cinta ……
Jiwa nan ihlas adalah jiwa yang bersih atau yang telah merdeka dari upaya penjajahan sang angkara murka yang berupa : sikap sombong , apriori , menentang aturan Tuhan , dengki , ujub , pamrih , egoistis dan nafsu2 hewaniyyah lannya .

Sungguh di butuhkan ” kesabaran yang tinggi , rasa ihlas nan tulus” menghadapi sebentuk ujian sebagaimana yang di rasakan Ibrahim as dan Isma’i’l as . Dmn ke-dua hal inilah yang telah mengantarkan belio meraih mahkota “bapak revolusi tauhid” dlm lakon sejarah keagamaan samawy……..

Sahabatku yang baik dan budiman ……… Lalu? bgmn dengan kondisi sosial keagamaan di negri nusantara tercinta ini ?

Jika kita mau jujur ,bangsa kita kini sdengan mengalami guncangan badai moral nan sangat dahsyat , dmn puncak institusi hukumnya telah runtuh sendi2 moralitas dan demokrasinya …….
So , “revolusi Tauhid” sangatlah di perlukan secara mendesak , jika ingin benar2 bangkit dari keterpurukan panjang . Adanya para pejabat yang smakin rakus memalak harta rakyat , adalah indikataur kuat bhw aspek duniawiyyah sudah beralih fungsi mnjadi tujuan . Bukan lg hanya secara media .

PEMBERHALAAN MODERN

akibat dari sikap2 berlebihan terhdp aspek harta duniawy , maka “pemberhalaan modern” pun muncul yang berupa “cinta berlebihan” terhdp kedudukan , jabatan , status sosial dan aspek “biologis wanita” yang bermuara pada KESERAKAHAN , KEZALIMAN dan KEMUNAFIKAN AKUT .

Jabatan yang seharusnya menjadi media tanggungjawab bagi pelayanan rakyat , berubah menjadi instrumen empuk tuk mencari proyek dan menumpuk harta kekayaan sebanyak banyaknya ,lewat kolusi , korupsi , nepotisme dan gratifikasi atau suap dengan para oknum pengusaha , untuk menghisap aset negara secara jama’ah .

Dari ilustrasi tersebut telah jelas bhw sendi2 Tauhid di negri ini telah rapuh ,yang berimplikasi langsung terhadap hancurnya peradaban bangsa ini ……
Tiada jalan lain , kecuali hanya dengan REVOLUSI TAUHID secara ekspressi reformasi sejati………….Allahu a’lam .

Kiranya hanya ini saja yang dapat sy share .
Mg bermanfaat bg semua…..amiin

By : Hamory

Kudus ~12 okt 2013~

 

 

 

SEMBURAT CINTA DI PANGKUAN PELANGI JINGGA

 

Cinta ……….itu suci dan mulia..
Karakteristiknya senantiasa ingin mendekat lalu igin memiliki dan ingin dimiliki , atau berpihak terhadap hal yang dicintai . Itu manusiawi dan wajar , karna merupakan “dinamika insani” yang menyalakan gairah berkehidupan, sesuai kapasitasnya secara khalifah bumi yang bertugas memenej perikehidupan secara luas.

Mencintai rumah , lalu ingin memiliki dengan cara “cash” atau kredit , itu wajar dan memang harus begitu , karna manusia hidup di alam dunia . Begitu pun cinta terhadap wanita , pria , hiasan rumah , jabatan , dll secara cinta terhadap hal2 yang bersifat material ……..
Yang sangat tak kalah penting adalah cinta terhadap suatu nilai namun bersifat “ibadah sosial horizontal” , yakni : “cinta alias peduli terhadap sosial kemanusiaan, kebudayaan ,kedamaian dan alam” , yang merupakan puncak tangga capaian keber-agamaan , secara bukti cinta kita terhadap Sang Maha Cinta……..

Pesona cinta terkait hal2 yang bersifat material , terletak pada sbrp mampu seorang manusia itu menjaga dan menyemai “benih cinta” yang ada di dlm diri , agar tetap tumbuh segar dan berada dlm atmosfer keseimbangan . Sehingga , dari sinilah harmoni kehiduapn kan mewujud …….

Kelengahan dan kemalasan manusia dlm menjaga dan menyiram “benih cinta” membuka peluang besar bg masuknya serangan dari nafsu angkara , yang berpotensi kuat memperkosa cinta itu sendiri untuk masuk dlm ranah “keserakahan”, “penguasaan” dan “pemonopolian” .

Nah , implikasi dari sini ,akan memporakporandakan tatanan yang menyangkut sendi2 kehidupan dan kebangsaan . Dari politik , hukum , ekonomi , budaya dll . Sbb yang mengemuka di bumi adalah sikap CINTA YANG BERLEBIHAN terhadap aspek duniawiyyah atau mahluqiyyah yang justru menawarkan “kebahagiaan semu” . Atau racun yang berbalut madu …..

Aspek biologis , merupakan elemen hewaniyyah yang “mengiringi cinta” antara pria dan wanita, yang berfungsi secara “alat reproduksi” atau regenerasi , lewat menejmen perkawinan yang sah dan “estetis” .
Hal ini( aspek biologis ) pun jika tidak termenej dengan baik dan seimbang, bisa menggiring manusia menuju lembah hitam , layaknya kehidupan binatang , liar tanpa aturan , yang malah akan merusak lingkungan bumi . Lantaran sang nafsu angkara yang sedang menjajahnya……

So, mari jaga dan sirami benih cinta… dlm “taman keseimbangan insany” , agar mampu mengangkat harkat dan martabat diri , keluarga , nusa , bangsa dan negara , hingga pada muaranya akan menerbangkan jiwa-jiwa menuju KESEJATIAN CINTA…………….

Trimakasih . Mg manfaat bg semua ….
By : Hamory
 


 

PACARAN DI ANTARA SENTUHAN ARTIFISIAL

DAN ESTETIKA

 

Pengertian pacaran secara umum , adalah “seni bercinta” diluar ikatan norma agama .

Orang-orang kuno zaman sebelum negeri ini merdeka bisa dikatakan tidak akrab dengan istilah “pacaran” . Tapi bahtera rumah tangganya relatif awet . Manusia modern sebaliknya , lebih memakai media pacaran , dengan alasan untuk saling mengenali kepribadian masing2 . Tapi toh yang terjadi justeru banyak yang kandas ditengah jalan .

Dalam pacaran , sesuatu yang muncul adalah romantisme yang bersifat hayali , imajinatif , jauh dari alam nyata . Hal tersebut adanya cuma di dalam karya puisi , film dan novel . Ekspresi cinta dalam pacaran , bersifat “artifisial” atau polesan . Artinya , cenderung jauh dari “keaslian cinta” itu sendiri , meski dalam konteks seni secara umum tetap punya nilai “estetis” dan romantis , jika peng-ekpresiannya memang jujur sesuai apa yang ada di ruang imajinasi .

Namun , ketika “pacaran” itu di tarik kedalam konteks agama ,tentu akan punya bab dan persoalan lain . Sebab , agama punya “rumus estetika” tersendiri yang malah secara nilai justeru bertolak belakang . Sebab , sistem Tuhan punya andil yang kuat untuk kepentingan maslahat dan harmony sosial .

Dengan kata lain , terlepas dari peran syetan yang membuat tipudaya , pacaran , bisa dikatakan seni yang bersifat umum . Akan tetapi , “seni bercinta” tertinggi terjalin erat dengan nilai2 moral agama .

So, ketika orang berpacaran , ekspresi yang lahir lebih bersifat hayali , cenderung berlebihan . Tapi semua peran yang ada cenderung di atasnamakan cinta yang suci dan sejati oleh sang pemerannya . Pdhl? Kesejatian cinta adalah justru berada pada kebersahajaan ekspressi dan peran . Sebab cinta adalah bagian dari keindahan , dengan konsep keindahan adalah proporsional . Bisa di sebut bersahaja , apa adanya , tidak dibuat-buat (estetis ). .
Dan kebersahajaan cinta itu adanya hanya setelah resmi jadi swami istri . Sebab mereka dituntut bersikap realistis . Yakni bertanggungjawab menghadapi pernak-pernik kehidupan demi keharmonisan bahtera rumahtangganya . Dan itulah hikmah dari aqad nikah secara legal-formal kenegaraan .
Allahu a’alm

(Refleksi)

19 des 2013 »

 


 

KADO CINTA YANG TERPASUNG

 

Ya Rasul………
Riduku senantiasa mekar bersemi
Kala menatap kembara ummatmu
Yang berpacu dengan waktu
Begulat dengan romantika hidup .

Mereka terus berjalan……..
Menyusuri rimaba terjal kehidupan
Ada yang terantuk batu lalu terjatuh
Ada yang terbentur tebing lalu tersungkur dan terkulai layu….

Ada yang ada segera bangun
Lalu meretas lorong-lorong baru….
Ada yang masih duduk-duduk kesakitan
Menanti tangan-tanagn cinta
Mengharap senyum energik
Dan sapa kehangatan…….

Ya rasul………
Meski telah ber-abad, jarak zaman
Cintamu masih sangat dekat lekat
Menghangati jiawa-jiwa ummatmu
Sejukkan asa dan cita
Wangikan langkah para pecinta……

Namun……..
Di abad ini….
Ummatmu banyak lupakan tulus cintamu….
Mereka selingkuh dari ajaranmu…
Bahkan berani merebut hak-hak Tuhan….
Berpaling pada gemelap duniawi semata
Lantaran aqal dan hatinya disegel..
Khawatir akan rusak …..

Mereka pun terjerembab rayuan berhala-berhala modern
Yang bersembunyi dibalik kursi jabatan..
Dibalik hedonisme
Dibalik materialisme
Dibalik imperialisme modern
Bahkan dibalik jubah-jubah agama
Dan fanatisme golongan
Ya Rasul……
Air mata rindu ini kadang mengalir
Kala menatap pesona ahlaqmu
Nan menembus skat zaman….
Menebar cinta kemanusiaan
Merangkul aneka kebudayaan
Menghidupkan per-ekonomian
Melibas badai penindasan dan penjajahan….
Mengangkat harkat kewanitaan..
Mencahayai jiwa-jiwa kegelapan
Dan menata indahnya peradaban…
Duhai sang kekasih………
Dahulu kala….
Berhala-berhala patung di sekitar ka’bah
di hancurkan kakek Ibrahim…
Namun kini menjelma lagi..
Tak terlihat namun lebih dahsyat !
Dia bersemayam dalam polafikir
Polafikir matrealistik
Polafikir fanatisme golongan
Poalafikir kultus individu….
Polafikir kesombongan…
Polafikir penindasan….
Banyak lagi dan banyak lagi …
Namun itu semua ……
Dikemas oleh manusia modern
Lewat bahasa dan simbol-simbol agama nan manis dan memikat..
Hingga tanpa terasa……
Telah menodai keindahan ka’bah….
Dari ka’bah yang ada di makkah
Hingga ka’bah sejati yang ada di dalam setiap diri……..
Seringkali…….
Gelisah dan malu berpadu satu
dalam kecamuk jiwa……
Lantararan kami belum benar-benar mampu berikan “kado cinta”
Sbagai hadiah nan layak dan pantas untukmu……..

By: Hamory      Kudus 18 des 2013»

 

 

BALLADA NUSANTARA
Merah putihku ….
Tetaplah berkibar…….
Sapa seluruh lambai kebudayaan dunia, lewat kegagahan budayamu……

Wahai burung garudaku……..
Terbanglah tinggi..
Tembus pekatnya mega…
Menjemput seberkas pelangi
Demi kemerdekaan sejati……

Kibaskan sayapmu …..
Singkirkan virus2 dan kutu yg melekat di bulu2 indahmu……yg mengusik kenyamanan terbangmu……
Cengkeram erat panji2 kebhinekaan…..

Untuk kebangkitan kembali semangat patriotik , yg tlah lama tidur dipangkuan penjajah atas nama modernisme…….

Kini, kerinduan anak bangsa kian menggelora…..
Menggapai cita para pendiri negri persada…..
Yg sengaja dikubur oleh tangan2 kemunafikan….
Dg berpayungkan pembangunan
Kesejahteraan dan kemakmuran….

By: Hamory Hasan Makmoery

 

 

BERSATU DALAM BUDAYA , UNTUK MENGGALI TONGKAT MUSA ABAD KEKINIAN

 

Eksplorasi mu’jizat , menjunjung harkat & martabat ummat .»»

Apa pun bedanya metodologi sebuah firqoh atau klompok2 pemeluk islam dalam menyelesaikan masalah sosial , tidak menjadi soal yang signifikan , selama mereka sepakat dalam melibatkan “aspek budaya” secara jalan yang tidak bisa ditinggalkan . Sbb , secara historis , semangat syi’ar penebaran islam hingga kepuncak kejayaannya selalu di nuansai dengan semangat “strategi budaya” . Inilah spirit yang di ajarkan Tuhan dalam Qs annahl 125, lewat kalimat “bil-hikmah” hingga ahir ayat .

Strategi budaya adalah : cara2 fleksibel dalam menyelesaikan segala problematika masyarakat dangan lebih mengedepankan ke’arifan , cinta kasih , pertimbangan aspek psikologi sosial , politik , ekonomi , budaya lokal dan hukum . So , betapa kompleksnya menghadapi persoalan sosiokultural , sehingga diperlukan sikap sabar&ihlas disamping hal2 tersebut di atas .

Pada dasarnya , derap langkah islam itu bisa lembut , bisa keras , gagah dan berani dengan siapa pun dan medan manapun , sesuai dengan kondisi yang mengiringinya , alias di tinjau dari komplekstas sosial yang menyertainya . Terutama pada era kekinian , dimana trend perang sudah mengalami pergeseran , dari perang fisik dan jasmaniyah menuju non fisik . Yakni PERANG PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN .

Ketika tongkat Musa mampu menjawab tongkat fir’aun, lalu keindahan sastra Alqur’an bisa menaklukkan sastra2 jahiliyyah lokal , lalu apa yang kita miliki untuk menghadapi fir’aun2 kekinian??baik seacra lokal maupun global ? .Seharusnya “dua monumen sejarah” tersebut dapat menjadi bahan renungan bagi kita bersama , sehingga ummat islam mampu menemukan formula atau konsep yang bisa menandingi berbagai senjata yang dipunyai lawan islam di era perang kontemporer .

Saat ini , bisa saja sbuah klompok ideologi islam yang di anggap “ekslussif” ber-alasan : “kami justru ikut andil dlm pembagian tugas menangani problem sosial”. katanya . Tapi jika kenyataan lapangan mereka terjebak pola2″radikalisme” itu bukannya andil menangani problem . Tapi justru malah menciptakan problem baru yang jauh dari langkah strategis . So , hendaknya semua elemen islam memakai “jalan budaya” yang di ekspresikan dengan cara musyawarah nan santun dan ber-adab dengan melibatkan semua firqoh, untuk menemukan sbuah kesepakatan . Tidak bisa jalan sendiri2 secaraaimana yang slama ini terjadi .

Semisal : ada firqoh atau ormas islam yang dengan alasan nahi mungkar di lokalisasi pelacuran klas bawah , lalu hengkang sendiri tanpa melibatkan kebijakan firqoh2 yang lain . Cara seperti ini jelas tidak mencerminkan kekompakan dan persatuan sebagai muslim yang berfikir secara”futuristik” .

Nah , jika kita sendiri tidak kompak , itu sama dengan memberi peluang lawan2 politik islam untuk lebih leluasa membenturkan kita lebih jauh lagi kejurang ketepecah-belahan . Jadi , pada dasarnya , keretakan “prahu bangsa” ini , adalah lebih diakibatkan dari ulah dan polapikir kita2 sendiri yang tidak BUDAYAWI .

Jika bicara soal “musuh bersama” itu tidak hanya oknum”yahudi&nasrani” dan antek2 lokalnya saja . Bahkan sejak Adam & hawa , sudah ada yang namanya musuh . Yakni nafsu angkara yang ada di diri kita sendiri & iblis . Tapi ?? Kenapa kita tidak slalu siap benteng tuk menghadapi serangan2 itu?? Baik serangan yang berupa jin&manusia?? (Qs annaas) .

So? ,Kenapa ummat islam dalam abad2 kekinian senantiasa dlm keterpecah-belahan , sehingga senjata sang lawan begitu mudah merangsek pertahanan ?

Jelas skali jawabannya . Yakni banyak mereka dan firqoh2nya yang tidak mengamalkan tehnik dakwah secara komprehensif , sebagaimana yang di ajarkan Tuhan dlm firmanNa terkait dimensi KEBUDAYAAN dlm arti yang luas .

Sejatinya , pada Qs al-rahman 33, secara tersirat menganjurkan kita agar mau menggali sains dan tehnonology . Kalaulah persatuan ummat benar2 bisa terajut dalam jalinan budaya serta komitmen iman&taqwa(IMTAQ) , tentu agenda yang segra bisa dimainkan dan dieksplolasi adalah wilayah sains dan tehnology(IPTEK) dengan menejemen yang benar2 profesional . Dari proses ini , niscaya ‘kan lahir generasi MILENIUM berkwalitas qur’any, yang menemukan “tongkat musa abad kekinian” . Sehigga , mereka kan menandingi dan menaklukkan tongkat2 fir’aun abad kekinian .
Allahu a’lam .

(Refleksi)

By : Hamory

Kudus ~5 des 2013~

 

 

REVOLUSI POLA-FIKIR UMMAT ISLAM & BANGSA

 

Islam adalah agama wahyu , sebagai “sistem” yang diturunkan pada ummat manusia secara bekal untuk mengurus bumi(khalifah bumi) . Kata “bumi” , identik dengan perihal sosial kemasyarakatan dan aspek duniyawiyah yang mengiringinya . Dari ekonomi , politik , hukum , sosial dan budaya . Jadi , sejatinya fungsi agama itu bersifat “integral” yang meliput seluruh kebutuhan hidup . Dari ngatur soal ibadah ritual formal hingga pada soal sosial duniawy .

Namun , masa penjajahan 350 th Emperialisme dan kolonialisme di negeri ini , punya peran besar terhdp PEMBELOKAN POLAFIKIR ummat dlm ber-agama . Ruang gerak agama ahirnya digeser dan dipersempit menjadi hanya urusan antara manusia dengan Tuhan , alias ibadah ritual formal saja dan tradisi ke-agamaan .

Hal tersebut sangat kental dengan aroma politik penjajah . Yakni agar ummat islam tidak menguasai ilmu di bidang duniawy dari ekonomi , politik , hukum dll , sehingga “cengkeram kuku jajahan mereka” tetap nancap menghisap pusaran2 aset kekayaan negeri . Tidak cukup disitu , lalu dikuatkan lg dengan progarm “dikhotomi ilmu” . Alias pemisahan antara imu agama & ilmu umum .

Akibatnya , banyak ummat islam yang meminggirkan bahkan alergi terhdp ilmu2 umum atau ilmu duniawy . Sehingga mucul “jargon” di kalangan kaum taradisional entah darimana asalnya , bhw “ilmu duniawy dianggap tak bisa ngantar manusia ke altar syurgawy” . Mereka pun lbh konsern pada ilmu agama saja .

Tak pelak , generasi muslim pun mengalami gagap sains dan tehnonolgi . So? penjajahan pun ternyata masih berlangsung , namun telah bermetamorfosis menjadi “imperialisme modern” . Lebih lembut , strategik , bertopeng budaya , namun daya capaianya lebih dahsyat .

MERASA SUDAH ADA SYI’AR
Ironisnya , ummat islam skrg ini ketika dihibur dengan ditayangkannya ritual salat jum’at di TV , lalu salat tarawih , jg perjalanan ritual ibadah haji tiap tahun yang bisa dilihat manusia seluruh dunia , merasa sudah ada “syi’ar islam di mana mana” . Di tambah lg dengan asyiknya mereka dengan suara “corong toa” dari berbagai masjid yang sering “over-akting” dlm ngatur volumenya di tengah malam dan fajar hari . Sehingga yang terdengar bagai musik rock yang membisingi hening indahnya fajar .

Tanpa mereka sadar , bhw hal tersebut adalah upaya peninabobokan dari “imperialisme dan kolonialisme modern”, agar ummat tetap tidur pulas di pangkuannya , tanpa harus repot2 ngurus wilayah duniawiyah . Tapi cukup duduk manis di kantor saja secara pegawai negri dan dikantor swasta milik PT asing di dllm negeri atas nama inverstor & kerjasama .

Atau kalolah ada ummat islam dan bangsa ini diberi wilayah duniawi , menurut sang penjajah cukuplah diekspresikan lewat partai politik dan kroninya TAPI YANG BASAH DENGAN KORUPSI , hehehe . So? makin kencang dan keraslah tawa-tawa puas para desainer kapitalisme libral .

(Analisis &Refleksi)

By : Hamory

Kudus 15 des 2013~

 

 

MERASA BERAT MENG-AMALKAN AL-QUR’AN ? MUNGKIN KARENA ANDA SALAH FAHAM

 

Ketika sang ustad berkata : “bacalah Qur’an , hatamkan , fahami dan amalkan isinya” , mungkin yang terfikir oleh banyak orang adalah bagaimana cara mengamalkan makna alqur’an yang banyaknya berjumlah 30 juz itu .

Jadi , seakan-akan Tuhan itu dianggap memperberat hambaNya Padahal Dia justeru memeberi kemudahan banyak pada hambaNya . Dlm firmanNya tertera : Bacalah apa yang mudah dari alqur’an (Qs almuzzammil 20) .

Semua isi Al-qur’an itu diringkas di dalam Qs al-fatehah yang di namai “ummul-qur’an” /ibunya alqur’an . Hal ini hanya istilah saja . Lalu di ringkas pula di dalam Qs al-ihlas , yang disebut sebagai “qolbul-qur’an”/hatinya alqur’an .

Inti dari Qs al-fatehah berisi ttg KETUHANAN . Yakni ajaran tuk hanya menyembah pada Allah saja .

Adapun Qs al-ihlash berisi ttg TAUHID . Yakni berisi ajaran agar hambaNya benar2 meyakini bhw Allah itu Maha Esa . Hanya Dia tempat bergantung dari segala sesuatu , tidak beranak , tidak pula diper-anakkan dan tidak ada satupun yang menyerupaiNya .Jadi , ketika kita mengamalkan isi ajaran dari dua surat alqur’an tersebut , plus meng-amalkan rukun iman dan rukun islam yang jg disarikan dari alqur’an , itu berarti sudah bisa dikatakan secara hamba yang telah meng-amalkan al-qur’an .
Nah , jumlah 30 juz selain dari dua surat tersebut , itu bisa dibaca dan difahami sesuai dengan kemampuan yang ada . Dia senantiasa memberi kemudahan pada hambaNya .

Tapi jangan lantas kita mempermudah apa yang telah mudah , sehingga malah jatuh pada sikap malas . Sbb mentafakkuri ayat2Nya justru makin menambah wawasan pengetahuan dan pemahaman islam , serta bisa mempertebal IMAN . Allahu a’lam
(Refleksi)

By : Hamory

Kudus 14 des 2013 «

FILOSUFI SHALAT JAMA’AH , ZAKAT dan SEDEKAH

 

Kata “zakat” dlm alqur’an seringkali bersanding dengan kata “shalat” . Bisa diartikan : keduanya musti seiring , sejalan dan seirama .
Zakat adalah pilar islam secara media pelatihan jiwa sosial atau ahlaq sosial atau ibadah sosial horizontal . Namun praktek yang slama ini berjalan , zakat dan sedekah dlm konteks pemberian secara harta materi masih bersifat pasif dan individual , bisa terjebak dlm “egoisme” ber-agama . Yakni , hanya skadar memberi pada yang berhak (faqir miskin) dengan harapan sang pemberi sedekah dapat “ganjaran yang berlipat-lipat” dan di do’akan oleh sang penerimanya .

Sekalipun dlm teks agama secara tekstual tertera seperti itu , namun perlu dikaitkan dengan teks lain yang berjalin secara makna . Dan keberadaan teks2 alqur’an memang saling kait mengait , sehingga hal ini dilakukan , makna hakikinya dapat ditemukan yang membuat pemahaman keagamaan tidak serasa kaku .

Islam adalah agama yang sering menyerukan arti PERSATUAN atau SINERGITAS . Hal ini dilambangkan pada “salat jamaah” yang di ahiri dengan kata “salam” . Salam = damai &sejahtera…. Filosifosinya : seluruh ummat islam hendaknya “berjamaah sosial” , alias saling peduli terhdp sesamanya untuk memberdayakan ekonomi , demi terciptanya kesejahteraan bersama ( hidup dlm pemeratan ekonomi) . Dari sinilah “kedamaian” kan mewujud . Angka kriminalitas bisa di tekan . Program ini bisa dimulai dari garda terdekat , yakni kluwarga , RT/RW , kecamatan ,hingga negara……..

Dengan kata lain , makna zakat dan sedekah itu tidak skadar memberi saja , tetapi lebih jauh dari itu . Yakni musti ada satu “sistem” atau sbuah organisasi yang jujur , amanah , yang mampu menggali SDM (sumber daya masyarakat), apa pun bidang dan skillnya , untuk kemudian mewujudkan gerak roda ekonomi secara kreatif ,dinamis dan fariatif………dari sinilah filosufi “jamaah dlm shalat” benar2 dapat terjabarkan dengan indah di masyarakat islam….Allahu a’lam .
(Refleksi)

TONGKAT FIR’AUN PUN DI TAKLUKKAN DENGAN PESONA TONGKAT MUSA as

 

Menelisik tongkat Musa pada abad kekinian »~»

Islam pada era kejayaannya , banyak dihiasi kemolekan berbagai karya senibudaya . Dari musik , lukisan , arsitektur , sastra dll , di samping jg ditaburi para filosuf , ilmuwan , baik dibidang agama maupun sains dan tehnologi . Dengan kata lain , kala itu berjibun insan2 cerdas di segala bidang kehidupan, dimana aspek senibudaya , sains dan tehnologi menjadi mahkota peradaban .

Namun , pada era puing2 keruntuhan emperium islam , tentu suasana berbalik . Segala aset kekayaan senibudaya , khazanah sains , kitab dan literatur keislaman ada dipihak sang lawan , yakni eropa . Tentu untuk bahan pembelajaran , pengkajian dan improvisasi keilmuan demi sbuah kebangkitan peradaban .

Tak lama kemudian , dendang seni budaya dan derap tehnologi eropa mencapai puncak kejayaannya , hingga dunia antariksa pun digapainya . Bahkan langit dengan pesona kerlip gemintang telah menjadi arena wisata mereka . Secara psikologis , mereka tentu tak ingin imperium islam naik lagi . So? dengan berbagai strategi , mereka gigih mengupayakan untuk mempertahankannya . Bahkan terus menyerang lewat trend kekinian . Yakni dengan senjata yang lebih ampuh , berupa ” bom pemikiran & kebudayaan” dlm bingkai postmodernisme dan neolibralisme .

PESONA & JERAT-JERAT IDOLA
Dunia industri berbasis kapitalisme yang mereka gulirkan dengan diiringi pesatnya perkembangan tehnologi informasi , menjadi media yang ampuh bagi pelahiran2 “idola baru”. Yakni “gaya hidup” yang berbalut meterialistik , hedonistik . Lalu munculnya para selebriti , dari lokal hingga mancanegara , dimana mereka telah menjadi “sentra perhatian skaligus panutan” , terutama bagi kawula muda dan kaum remaja .
Seni budaya , dimanapun adanya , memang slalu menjadi sajian menarik yang tak pernah ditolak oleh khalayak , trutama dunia musik dan perfileman . Insan yang cerdas tentu akan memanfaatkannya sbagai media penebar misi kepentingan apa pun bentuknya . Dan media inilah yang memang dipakai mereka untuk menghancurkan budaya dan moralitas generasi islam .

Ketika remaja2 islam banyak yang telah meng-idolakan secara maniak terhadap para selebrity dengan gaya hidup yang penuh “gemerlap dan glamor” , maka , secara psikologis dengan tanpa disadari , lambat laun akan mengikuti perilaku dan” life-style” sang idola . Mulai dari cara berpakaian , gaya rambut , narkoba dan bahkan free-sex .

Dari kecerdasan strategi mereka inilah polafikir dan moralitas remaja islam mulai terkikis dan terdistorsi , yang pada muaranya akan terlahir generasi2 yang “bodoh aqal dan hati” . Alias generasi yang kering jiwanya dari sejuknya “embun spiritualitas” dan ahlaq . Pdhl? Benteng negara ada dipundak tunas2 muda .

IRONI BESAR
Sungguh , sbuah sikap yang tidak cerdas, ketika mereka memakai media senibudaya tuk menyerang remaja islam , di saat yang sama pada tingkat elitis muslim justru terjebak dlm perselisihan panjang soal hilafiyyah termasuk soal “seni” dan “seni musik” . Sehingga perpecahan ummat pun tak ter-elakkan lagi , hingga kini . Fitrah dan netralitas “seni budaya” yang mustinya bisa menjadi media pengindah jiwa dan moral bangsa jika ditangani secara benar dan baik , malah ter-onggok kaku di pojok diri sanubari . Dlm kurikulum DIKNAS pun porsi “kesenian” hingga kini masih di anak tirikan .

So? Jika kita inginkan kejayaan islam kembali ke pangkuan , mari galang persatuan , jemput senibudaya , tempatkan pada fungsinya , disamping peran agama serta eksplorasi sains dan tehnologi secara optimal . “Tongkat” fir’aun , di taklukkan pula dengan “tongkat” Musa as .
(Refleksi)

By : Hamory

 

 

MENJEMPUT CAHAYA ISLAM KONTEMPORER SEBAGAI MERCUSUAR DUNIA

 

Sebagai muslim , tentu yang namanya membaca Alqur’an adalah memang suatu keharusan . Sbb , alqur’an adalah “why of live” atau petunjuk Allah bagi ummat manusia dlm menempuh romantika dan terjalnya rimba kehidupan di hamparan bumi nan luas ini .

Kemampuan seseorang dlm baca alqur’an cukup beragam . Ada yang lancar , setengah lancar , terbata-bata dll , sama beragamnya dlm hal kefasihan membaca dengan menggunakan metodologi baca (tajwid) . Bagi yang belum tepat dan fasih cara bacanya , tidak-lah jadi soal , slama masih ada kemauan untuk terus memperbaikinya .

Namun , khusus bagi orang tua yang memang sudah susah di ajari cara yang benar , lantaran mungkin lidahnya sudah tidak elastis lagi , maka maklum baginya . Kita sering melihat orangtua2 dengan keterbatasan kemampuan bacanya, tapi semangatnya tetap menggelora . Itulah barangkali “ekspressi romantisme ke-ILahian” yang ada dijiwanya . Meski lidah seringkali tergelincir dlm membaca , namun sungguh mulya drajatnya . Tuhan Sang Maha Rahman dan Maha Bijaksana , tidak pernah mempersulit hambaNya .

Adapun bagi kawula muda muslim yang notabene masih segar dan banyak kesempatan latihan membaca , tentu target mencapai kebenaran dan kefasihan baca adalah menjadi keharusan dan keniscayaan . Lebih2 jika disambung dengan belajar bahasa arab dan ilmu2 alat lain secara pelengkapnya , dimana ilmu2 tersebut banyak membantu pemahaman akan makna yang terkandung dlm alqur’an . Sekarang , memang banyak sudah di jual alqur’an tarjamah . Akan tetapi akan lebih afdhal jika para generasi muslim itu mengerti ttg bahasa arab . tentu sesuai tngkat kemampuan belajar .

TRADISI TADARRUSAN
Ketika kawula muda telah bisa fasih dan lancar baca alqur’an , hendaknya jangan hanya skadar di baca lalu berlomba-lomaba menghatamkannya saja . Jika sudah pernah khatam dlm membaca , smisal lewat tradisi tadarrusan stiap Ramadhan dll , tahap berikutnya hendaknya mulai merenungi akan isi dan maknanya . Justru disiniah “puncak tujuan” dari membaca al-qur’an itu sendiri .

Cara merenunginya , biasanya lewat kajian tafsir , lalu ada guru yang jadi rujukan, atau apa pun bentuk dan metodenya , yang penting di upayakan dengan se-intensif mungkin , sehingga “kwalitas pemahaman” para muda ttg isi alqur’an smakin menigkat sesuai cita2 islam . Dari prosesi inilah kwalitas generasi muslim akan benar2 ber-binar dan bercahaya , sehingga kejayaan islam segra kan kembali lagi ke pangkuan dengan wajah “kontemporer” dan kan menjadi “mercusuar dunia” .

INSPIRASI KEBUDAYAAN
Alqur’an tidak hanya untuk digemakan di masjid dan acara2 ritual keislaman seperti acra pernikahan , hitanan saja . Betapa sempit dan merananya islam jika hanya seperti itu . Peran dan fungsi alqur’an yang justru jauh lebih penting adalah secara acuan dan “samudra inspirasi” bagi berbagai gerak ritmik kebudayaan dunia . Dari politik , seni , ekonomi , hukum , sains , tehnologi dll . Jika “mindset” atau polafikir ummat islam sudah demikian , niscaya segra kan lahir : politisi yang qur’any , ekonom yang qur’any , hakim yang qur’any , seniman yang qur’any , petani yang qur’any , tehnolog yang qur’any dll . Allahu a’lam . Ma’af kurang lebihnya .

(Refleksi)

 

 

ISLAM SEBAGAI CAHAYA DITENGAH GULITA

PERADABAN

 

Isalm , dikenal sebagai agama yang senantiasa “uptodate” dan selaras dengan segala bentuk pekembangan zaman . Bisa dikatakan , bhw karakteristik islam senantiasa dapat meruang dan mewaktu . Pun juga dikenal secara agama fitrah . Yakni agama yang sesuai dengan fitrah kedirian manusia . Sbb memang diperuntukkan bagi manusia sesuai kapasitasnya sebagai khalifah bumi dan alam(khalifah) .

Begitu indah watak dan karakteristik islam . Kalimat “selaras dengan segala zaman” bukan berarti ketika peradaban sedang hancur lalu islam ikut serta , tidak begitu . Akan tatapi , justru islam dapat hadir memberi solusi dan jawaban atas segala problematika yang tengah terjadi . Dengan kata lain , Islam senantiasa mampu menebarkan cahaya , disaat gulita tengah melanda sbuah peradaban .

Pertanyaannya kemudian adalah : Siapakah yang diberi mandat tuk menyajikan cahaya islam? Jawabannya ,tentu “orang muslim” . Lalu kwalitas muslim seperti apa yang bisa dikatakan mampu menebarkan cahaya islam kesegala penjuru dunia ? Jawabannya , tentu individu2 muslim yang benar2 memahami alqur’an dan sunnah secara konprehensif , kaffah atau maknawiyyah . Sbb, pemahaman yang sepenggal2 atau belum pada tataran maknawi , justru menjadikan perjalanan islam stagnan ( untuk tidak mengatakan “terpuruk” dan berkesan “sangar”) .

Akan tetapi , sepandai apa pun kita menghindar , realitas dan fakata tidak bisa di sembunyikan , bhw pada abad kekinian , dunia islam(muslim) memang tengah berada pada titik kulminasi “kejumudan” dan kebekuan polafikir , yang berimplikasi pada sikap dan perilaku yang semakin menjauh dari konsepsi islam ttg “cerdas fikir dan hati”, sehingga menggiring kita slalu kalah dan kalah dlm “dunia vestival” politik , ekonomi , sosial , hukum dan budaya .

Dlm konteks taqdir yang bersifat ihtiariyyah(mu’allaq) , dimana setiap manusia diberi hak untuk milih antara maju dan tidak , ternyata ummat islam kini sedang milih taqdir tidak maju . Sbb, logikanya jika ingin maju tentu kita mau kompak dan bersatu . Sedang semua telah tahu, burung2 dan langit pun tahu, bhw PERSATUAN adalah kunci KESUKSESAN . Tapi dikatakan bhw mereka sdengan berada dlm “pilihan tidak maju” tentu tidak mau to ? . Repot memang . Begitulah jika penyakit “apriori” sdengan mengrogoti jiwa .

So? Apa pun hebatnya konsepsi islam , jika THE MAN BEHIND ISLAM alias pemeluknya tidak berupaya menyelaraskan nilai2 maknawiyyahnya atau substansialnya , maka nasib dan taqdir dunia islam(muslim) akan tetap dalam pusaran “kekalahan” , yang akan terus menjadi bola pingpong oleh para lawan2nya . Benar juga statemen dr Moh Abduh : cahaya islam sedang terhalang oleh ummat islam sendiri . Allahu a’lam .

(Refleksi)

By : Hamory

Kudus 10 des 2013~

r

 

 

EMBRIO KELAHIRAN RADIKALISME

 

Radikalisme muncul , lantaran di sebabakan oleh hal2 berikut :

1~ pemahaman terhadap teks agama yang cenderung tekstual , harfiyah ,alias tidak konnphrehensif dan kontekstual .

2~ fanatisme mazhab , golongan dan ideologi keagamaan .

3~ meninggalkan aspek budaya ,atau ke’arifan lokal , yang merupakan fitrah manusia untuk digali secara faktor balancing /keseimbagan hidup berbangsa .

3~ Sikap apriori , alias sikap kaku ,tidak mau menerima pndapat pihak lain terkait hal yang bersifat umum , meski diiringi dengan hujjah yang logik , realistis dan faktual .

~Refleksi~

By: Hamory

Kudus 9 des 2013~

 

 

ANTARA GEMA ISLAM & PERAN KEBUDAYAAN

 

ISLAM , adalah bahasa wahyu yang merupakan nama sebuah agama.
ISLAM ,punya arti : sejahtera dan damai .
Pemeluknya disebut MUSLIM .
Maka , filosofy ber-islam adalah : upaya diri tuk mendesain tata hidup bermasyarakat menuju atmosfer kesejahateraan dan kedamaian dengan berlandaskan alqur’an dan sunnah .
Konsekwensinya , para pemeluk islam(muslim) hendaknya senantiasa menempa jiwanya ,agar menjadi pribadi-pribadi penyejatera , pendamai dan penyejuk seluruh ummat kemana jua kaki melangkah . Upaya tersebut jika dalam bahasa bumi , disebut secara “jalan kebudayaan” .
So, jalan kabudayaan , tidak bisa dilepaskan dari gerak-langkah penebaran syi’ar islam . Eksistensinya sebagai “media penerjemah” dari bahasa wahyu menuju bahasa kehidupan dan kemanusiaan .

Manusia sebelum mengenal wahyu telah kenal kebudayaan . Semisal orang primitif yang telah memiliki hukum adat budaya . Rasul Muhammad sebelum menerima wahyu pun sudah berjiwa sosial , ber-organisasi , dengan menampilkan prilaku indah, bisa dipercaya dan tanggungjwab , hingga mendapat predikat “al-amiin” dari sahabat2nya . Inilah yang di sebut secara insan kultural atau ber-budaya .

Hanya saja , pada abad2 belakangan , ummat islam banyak yang meninggalkan aspek kebudayaan dlm arti yang luas , sehingga teks2 wahyu yang mereka sampaikan terasa garing dan kering . Ibarat sbuah produk kuliner “jenang atau dodol” tanpa kemasan yang indah dan menarik .

Jika hal tersebut yang terjadi , pantas saja jika yang mengemuka kemudian adalah , corak islam yang terjebak pada pusaran radikalisme , ekstrimisme yang justru semakin jauh dari karakteristik dan jiwa islam itu sendiri . Allahu a’lam .

(Refleksi)
By : Hamory
Kudus 8 des 2013 ~


 

AMBISI KHILAFAH&KRISIS KEPRIBADIAN

 

Problem besar dunia islam secara umum dlm abad kekinian , terutama indonesia , adalh krisis spiritual yang berupa moral dan ahlaq .

Dalam kondisi seperti ini , apa pun bentuk negaranya , KHILAFAH kek , atau REPUBLIK kek , tak akan mampu merobah peradaban .

Sebab, modal awal orang hidup berbangsa untuk mencapai cita2nya , yakni kesejahteraan dan kemakmuran bersama , adalah di mulai dari individu2 yang punya komitmen terhdap kwalitas moral dan ahlaq yang indah…..

Rumah itu akan bercahaya , manakala penghuninya rajin membaca Alqur’an ,lalu merenunginya dan meng-amalkannya .

By : Hamory

Kudus . 6 des 2013~

 

 

PERSATUAN SEMU UMMAT ISLAM

 

Ummat islam abad kini bersatunya hanya saat ada propaganda murahan dari barart yang terkesan melecehkan ummat islam , baik lewat film maupun lewat lukisan karikatur yang menghinakan Nabi . Betapa mudahnya mereka bersatu dalam nada dan irama hujatan terhadap barat nan membahana dan bergelora di berbagai belahan dunia .

Gelombang demonstrasi itu seakan menyimpan “magnet grafitasi” yang luar biasa . Sehigga parade manusia dalam jumlah besar itu tarik menarik secara solid , layaknya tarian kolosal di panggung teater raksasa ..

Namun ? Sayang sekali , setelah isyu itu mengilang ke peraduan , mereka pun kembali ke barak masing2 dan agenda drama harian pun mulai digelar lagi . Yakni saling menjegal , bertengkar , menebar fitnah , persaingan gak sehat dll , laksana kehidupan mahluq di rimba raya …….

Satu lagi , persatuan mereka juga hebat ketika sedang korupsi , suap , mengintimidasi rakyat dll . Di sini mereka benar2 berjama’ah dengan shaf amat rapi . So ? , ternyata implementasi jama’ah shalat itu di letakkan pada saat beroprasi di ranah KEMAKSIATAN POLITIK .

Setiap pagi saat terjaga , yang terfikir dibenaknya adalah “hari ini makan siapa” . “Bukan hari ini makan apa” . Sungguh jargon yang mengerikan . Betapa ironis , negeri yang notabene kaya akan aset ekonominya . Namun , ketentraman dan kemakmuran tak jua hadir . Reformasi berlalu tanpa hasil yang nyata . Yang terjadi adalah justru REPOT NASI .

Seandainya Nabi masih ada , tentu akan menangis berat . Sebab ketika belio akan wafat , yang slalu di ucapkan adalah kalimat : UMMATII UMMATII = ummatku ummatku . Sebuah ekspresi cinta kasihnya yang tulus terhdp ummatnya . Agar tetap bersatu dalam atmosfer islam .

Dan kalaulah seandainya belio melihat karikatur penghinaan pun , tentu hanya akan teretawa dan rileks saja , sambil bilang “no comment………. hehe begitu kira-kira . Perlu kita ingat , bahwa dalam sejarah beliao , selama tidak dihina dan diperangi secara terlalu yang bisa mengancam fisik , belio tak pernah membalas . Bahkan malah sering mendo’akan agar yang menyakitinya dapat petunjuk dari Allah . Duh , sungguh luhur budimu ya Rasul ..dengan katan lain , jika belio diperangi secara fisik , tentu akan membalas dengan gagah berani .

Hannya saja , era sekarang sudah beda persoalan . Budaya perang sudah bergeser , dari perang fisik menjadi non fisik . Alias perang pemikiran dan budaya(ghozwulfikri) .

Jadi , kalolah Nabi masih ada , belio tidak hanya tertawa saja , tapi dengan sigap dan cerdas segra mempersiapkan strategi budaya dan pemikiran . yaaah , masak sich , senjata “ilmu dan strategi budaya” di lawan dengan senjata “demo fisik sesa’at” atasnama cinta Rasul ?? Tentu mereka(barat) semakin menari girang sambil mentertawakan kaum muslimin yang “miskin” polapikir , seraya berkata : “ranjau2ku suksess full” !!hahaa , begitu kira-kira kelakarnya ……

Sungguh polapikir ummat muslim sangat mengenaskan . Maka , sering sengaja saya getarkan disetiap ruang , bahwa revolusi polapikir diranah kaum muslim sudah sangat amat mendesak .
Mereka harus sadar bahwa sejak era “renaissence” eropa higga kini , ummat islam masih dalam kegelapan . Mereka masih asyik tidur ngorok dipangkuan imperialisme modern . Allahu a’am
(Refleksi)

Kudus 26 des 2013»

 

 

 

MUSLIM , NAMUN BERPERILAKU KAFIR ?

 

Menelisik kerancuan pemahaman akan makna ber-agama»»

Rumus :
Islam : nama agama samawi
Islam ,arti secara harfi : sejahtera , damai , selamat .
pemeluknya di sebut “muslim”

Pemahaman dari kata “muslim” secara maknawi/substansi : Manusia dikatakan sebagai muslim , bila setlah menunaikan shalat dan rukun islam lainnya , mampu menebar kedamaian disetiap langkahnya , serta punya jiwa peduli dan empaty terhadap kesejahteraan sosial disekitarnya sesuai bidang dan kemampuan yg di miliki .

Slama ini , banyak orang muslim yg salah kaprah terhadap pengertian “ber-agama” atau “ber-islam” . Bahwa ketika agama seseorang itu sudah islam , maka seluruh perilakunya di anggap sudah di jamin “berbau syurgawi”…… Implikasinya , mereka pun “meremehkan” segala norma-norma agama yg diekspresikan lewat berbagai bentuk “pelanggaran” . Dari korupsi , suap , melacur , minuman keras , judi dll . Dalam artian , ketika ada pejabat muslim korupsi milyaran rupiah misalnya , maka prilakunya hanya di anggap sebagai “sekedar dosa biasa saja” yg nantinya bisa dimintakan ampun pada Tuhan ketika ber-ibadah HAJI & UMROH …….

“Polafikir” semacam ini , mendorong para politisi dan pejabat korup plus mereka yg dekat dengan peredaran “uang”(tempat basah) akan “gampang tergoda” untuk berpacu mengintai dan memburu rupiyah sbanyak-banyaknya , agar mereka bisa umroh setiap tahun sehingga bisa merintih-rintih ditempat khusus , yg konon , setiap do’a yg dipanjatkan disitu ” gampang maqbul(diterima) oleh Tuhan” ,katanya .

Di tambah lagi , seakan ada kesan memanfaatkan “keMaha-Pegampunan Allah” yg tertera dalam asma’ul-hunaNya , yakni al-Ghoffaar . Sehingga apa pun penyimpangan2 moral dan ahlaq yg diperbuat , bahkan ketika ketangkap KPK pun mereka tetap masih bisa TERTAWA&TERSENYUM MESRA . Bagaikan bayi tak pernah berdosa .

Sejarah telah mencatat . Dahulu , bani isra’il adalah juga para pengikut ajaran Nabi . Tapi ketika prilaku pemimpin dan penguasanya banyak yg tidak komitmen dg ajaran Nabi , alias berkorupsi ria , bersuap ria , meng-intimidasi orang2 yg lemah , saling membunuh dll , sehingga ber-akibat pada terpecah-belahnya ummat yg mengakibatkan kehancuran kerajaannya , adalah bentuk “kekufuran” yg nayata . Dan sekarang??? Apa yg terjadi di masyarakat dan dunia islam abad kekinian??

Dalam firmanNya : orang yg tidak bersyukur di sebut “kufur” terhadap anugarh & nikmat . Dalam rumus bahasa arab yg bernama “sharaf”, pelaku “kufur” di sebut sbagai KAFIR , yg artinya = peng-ingkar atau pembangkang . So? Apa predikat yg layak disandang para koruptor, penyuap , pengintimidasi rakyat dll sebagaimana yg dilakukan bani isra’il/ yahudi terdahulu??? Bukankah ini yg justeru juga bisa disebut sebagai “penista agama”???

Apa yg lebih dinlai Tuhan sebagai orang yg ber-agama?
Cuma aqidah atau kiyakinannya?
Lalu apa filosufi “halifah bumi?kok bukan halifah langit?

Silahkan jawab sendiri dalam renungan berdasarkan sejarah bani isra’il klassik yg fenomenal……..

Allahu a’lam
(Refleksi)


 

EKSOTIKA RADAR BATIN

 

Dunia ilmiyyah modern menghadirkan sebuah temuan , bahwa di dalam jiwa manusia terdapat 3 tingkat gelombang kesadaran . Yakni : alam sadar , alam bawah sadar dan alam tak sadar .

Alam sadar dan alam bawah sadar dikendalikan oleh fikiran . Sedang alam tak sadar diluar kendali fikiran manusia .

1~Alam sadar : sebuah mekanisme energial ,yang berfungsi menangkap segala informasi secara sadar penuh lewat komponen “panca indra” . Baik info itu baik ataupun yang buruk . Semisal : aktivitas membaca , melihat gambar , mendengar musik dll .

2~Alam bawah sadar : mekanisme energial yang berada pada kondisi tidak sadar penuh . Smisal : kondisi sedang ngantuk dan tidur , dimana nafas tetap bekerja bahkan bisa mimpi indah , tapi alam-sadar sedang “tidak aktif” . Saat kita terkesima terhadap sesuatu keindahan yang terlihat , adalah alam bawah sadar yang sedang aktif . Sebab saat itu yang sedang melihat bukanlah mata luar , tapi “mata yang terdalam” .

Komponen alam bawah sadar ini berfungsi sebagai penyimpan memory yang punya kekuatan dahsyat di saat informasi yang masuk ke alam sadar di iringi dengan emosionalitas yang kuat . Smisal : peristiwa “suka duka” yang punya kesan terdalam . Saat sedang “merenung”, adalah alam bawah sadar yang banyak berfungsi .

Orang yang sedang jatuh cinta , juga sering berada pada kondisi alam bawah sadar . Sehingga ketika mau ketemu sang kekasih , meski berjalan dengan jarak yang cukup jauh pun tak terasa lelah dan capek . Sebab alam sadarnya tidak aktif penuh .

Dari pemahaman inilah , maka kaum pendidik dituntut kreatif untuk temukan metode yang “cantik”, menarik dan cerdas , agar apa yang diberikan pada murid , baik dalam bentuk pengajaran maupun pelatihan bisa menimbulkan kesan terdalam dan “jatuh cinta” bagi mereka . Sehingga, ketika kelak mereka di dihadapkan pada hal2 terkait yang ada di masyarakat , maka secara reflek mereka akan bergerak mengikuti “memori” yang telah terekam kuat di alam bawah sadar .

3~alam tak sadar : aktivitas inti sel yang sangat halus dan lembut , semacam ataum dan molekul yang tersebar di seluruh organ tubuh manusia , sebagai sumber pembentuk organ tubuh itu sendiri , dimana gerakannya di luar kemampuan kendali dan kontrol dari alam sadar dan bawah sadar .

Dan , bisa jadi tingkat kesadaran tersebut berada pada mahluq lain seperti tumbuh2an , bumi dan alam . Sebab , hasil penelitian ilmiyah Masyaru emoto(orang jepang) terkait “air” yang diperlakukan secara baik dan buruk , ternyata punya efek berbeda pada molekul2 air tersebut yang telah terekam dalam alat tehnology .

RADAR BATIN
Nah , niai2 “ajaran keimanan” yang ter-rekam kuat di alam bawah sadar , bisa menjadi “radar batin” . Dalam artian , nilai2 iman yang lebih dominan tersimpan kuat di “fail” bawah sadar , akan mampu memberikan sinyal penolakan terhadap perilaku keburukan ,ketika “energy buruk” yang juga terekam di alam bawah sadar akan menemui energy yang senyawanya .

Maka , disinilah fungsinya pendidikan agama . Yakni meng-install “fail” alam bawahsadar dengan nilai2 moral agama secara intensif dan optimal , baik yang berupa “pengajaran” , yakni mentransfer ilmu ke akal , maupun yang berupa amaliyah atau praktek lapangan , secara bentuk pengejawantahan dari materi “pengajaran” . Bisa disebut pembentukan karakter seutuhnya . Karakter yang utuh adalah ahlaqul-karimah , yang mampu menghidupkan dan mengasah potensi “radar batin” dengan kuat .

Allahu a’alm
(Refleksi)

Kudus 22 des 2013 ~

 

 

GETAR SPIRITUALITAS MENUJU RANAH

DAMAI DAN AMAN

 

Antara kata : islam , muslim , salam , salaman , selamat , punya esensi arti yang sama = damai

Antara kata : Mukmin , iman , aman dan keamanan juga punya esensi arti yang sama = aman dan tentram .

Hadits : “Seorang muslim adalah orang yang mampu menjamin kedamaian(salam) kepada manusia lain , baik dengan mulut maupun tangannya ; Mukmin adalah orang yang mampu menjamin rasa aman kepada orang lain , baik darah maupun hartanya ” ( Nasa’I & Ahmad)

So, manusia bisa dikatakan ber-agama islam yang konsekwen dan konsisten bilamana kemana jua kakinya berpijak senantiasa mampu meng-hadirkan “atmosfer kedamaian” . Baik di lingkungan sesama manusia lintas agama dan alirannya , maupun di lingkungan alam dan habitat hewniyahnya . Bisa dikatakan “konservasi alam” .

Negeri ini , sangat memperihatinkan . Dari informasi para aktivis pecinta alam , indonesia termasuk negeri yang punya kontribusi terbesar dalam tragedi “deforestasi” hutan atau pengrusakan alam sebagai paru-paru dunia . Pantas saja jika “global-warming” pun melenggang menebar “disharmony” kesegala penjuru dunia .
Seorang Iwan fals dalam bincangnya dengan saya ketika sedang bersafari kampanye ” budaya & pelestarian alam” di sudut kotaku mengatakan : ” Alam itu sama dengan tubuh kita , maka ketika disakiti (ditebangi tanpa aturan), sama dengan melukai tubuh kita sendiri” , begitu kalimat gelisahya yang “wise” . Saya pun sangat meng-amini kalimatnya .

Pada dasarnya pemrintah sudah ada program “reboisasi” atau penghijauan . Namun , hendaknya program itu haruslah di mulai dari “reboisasi diri” dahulu . Dalam artian , menghijaukan dan menyegarkan “polafikir dan mentalitas” seluruh jajaran pejabat terkait dari kering-kerontangnya “sentuhan spritualitas” itu lebih utama sebelum mereboisasi alam .

Sebab keretakan “kapal bangsa” ini adalah disebabkan dari para nahkodanya sendiri sekaligus mayoritas penumpangnya yang mengalami “kemarau panjang” dari sejuknya siraman SPIRITUALITAS ……..

So? Kedamaian dan keamanan negeri ini tak kan hadir menyapa , manakala dimensi “spiritualitas” yang berupa “nilai2 iman” sebagai motor penggerak roda keagamaan belum pernah singgah di setiap hati anak bangsa ……

Allahu a’lam

(Refleksi)

By : Hamory

Kudus 29 des 2013»


 

MEMBACA WAHYU DAN MEMBACA ALAM

 

Ayat Allah yang pertamakali turun pada Rasul Muhammad di goa hira’ adalah “Iqra” = bacalah ! . Sebuah sinyal besar agar ummat beliau mau membaca ayat2Nya lewat bimbingannya . Baik ayat-ayat qauliyah/al-Qur’an maupun ayat-kauniyyah/alam semesta dan seisinya .

Alam semesta dan dinamika perilaku manusia adalah refefrensi informasi terbesar dan sumber inspirasi raksasa bagi berbagai produk kebudayaan dan peradaban manusia . Dari sinilah muncul budaya dongeng dan tutur , lalu budaya literal (tulis) , lalu budaya baca . Seiring dengan laju peradaban manusia , maka lahirlah alat “mesin cetak” . Sehingga buku pun gampang di produksi secara massal yang pada muaranya bisa di akses oleh siapa saja yang membutuhkannya .

Membaca , adalah media untuk mencerdasakan bangsa . Sekolahan dan universitas adalah lembaga pendidikan yang berfungsi untuk”merangsang” para pelajar dan mahasiswanya agar gemar membaca . Sebab, membaca adalah gerbang menuju samudra ilmu dan informasi, dimana keduanya adalah bekal bagi manusia , agar menjadi insan yang berbudaya dan beradab sesuai kapasitasnya sebagai halifah bumi .

Dunia Informasi pun terus berkembang pesat seiring dengan kemajuan tehnologi modern . Maka , betapa dapat dengan mudah sebuah “info” kita akses dalam hitungan menit dan detik yang tak terhalang oleh jarak dan waktu . Media massa semacam koran/surat kabar , TV , majalah , internet adalah wujud bukti nyata tentang adanya laju pengembangan tehnoligy “media informasi” , dimana didalamnya terdapat berbagai ilmu . Dari ilmu agama, sains modern ,hingga imu/info yang bersifat negatif .

Seringkali saya teriakkan diruang manapun , bahwa “media massa” tersebut punya power yang “ampuh” dalam menggiring opini massa , lantaran disitu ada peran para desainer yang mahir mengemas sebuah sajian secara “apik” dengan melibatkan berbagai ahli dibidangnya masing2 . Sehingga tampilan yang muncul memiliki daya pikat yang dahsyat terhadap pengakses atau pembacanya(sosial kemanusiaan) yang memang secara “naluriyah” suka dengan berita & informasi . Sebab , ada tarikan benangmerah yang kuat dengan ayat yang pertamakali turun , yakni : iqra’ x3=bacalah .

Yang jadi persoalan adalah obyek/info macam apa yang jadi santapan dan bacaannya ? di sinilah yang harus jadi bahan renungan . Sebab , ketika sebuah informasi sudah menjadi “komoditas industry” , maka tidak lepas dari “pesan sponsor”nya .
Artinya , info yang di muat tidak lantas bersih dari upaya “manipulasi” dan kepentingan . So , “the man behind industry media” itulah yang berhak mewarnai “konten” di dalamnya . Inilah yang sering saya katakan sebagai senjata ampuh dalam “perang budaya” dan pemikiran(ghozwulfikri) .

Selama kawula muda tidak kritis dan punya filter terhdp media massa yang stiap saat kita aksess , niscaya mereka hanya akan menjadi korban “liukan goyang informasi” yang telah termanipulasi oleh sang penguasa media massa itu sendiri .

So ,menyalahkan “media massa” saja sebagai peyebab lahirnya “budaya pop” yang cenderung vulgar dan tak mendidik adalah sikap yang tidak fair . Ini adalah “game” atau kompetisi kehidupan bung ! . Artinya , siapa yang kreatif dan produktif itulah yang berhak menjadi “sang juara” dan meraih kursi terdepan dari panggung peradaban dunia .

Sekarang, tinggal seberapa besar “will”para kawula muda untuk bangkit menuju “revolusi pemikiran dan budaya” , itu saja kata kuncinya , sehingga mereka mampu membuat media massa tandingan “berdaya konstruktif” . Atau paling tidak punya senjata “filter” yang kuat dalam menghadapi beragam informasi yang cenderung bebas di era milienium . Sehingga tidak mudah tenggelam terbawa derasnya arus “mainstream” dan “budaya pop”. Dari sinilah implemantasi dari wahyu pertama “Iqra’ ” benar-benar kan mewujud secara esensial .

(Refleksi)

Allahu a’lam

Kudus 2 jan 2014 »


 

KEJUMUDAN FIKIR DUNIA ISLAM

 

Problematika raksasa dunia islam saat ini adalah terletak pada “kejumudan” dan kebekuan polapikir ummatnya dalam memahami kalimat : “taat ber-agama” .

Taat ber-agama , slama ini hanya dipahami sebatas taat beribadah pada tataran ritual formal saja(ibadah individual) . Sementara ibadah sosial yg justru menjadi “puncak” dakian dalam ber-agama cenderung banyak di abaikan .

Maka ,sindiran Allah sangat tajam dalam Qs alma’un , ttg orang2 yg abai terhadap ahlaq sosial(ibadah sosial) . akibat dari kejumudan ini , lahirlah manusia2 buta dan tuli hati . Mereka rajin shalat , umroh tiap tahun , tapi kesehariannya berkubang dg maksiat . Korupsi dan suap jg rajin , menebar fitnah , menghalalkan darah sesama hanya karna beda pemahaman tafsir keagamaan , saling menjegal antar sesama dalam ber-ekonomi , politik dll , layaknya kehidupan mahluq liar dirimba raya .

Tidak malu dg negara2 non muslim yg relatif jauh lebih baik ahlaq sosialnya , semisal jepang , denmark , mereka dalam pemrintahan lebih bisa jujur dan kredibel dan bisa menekan angka korupsi dg optimal .

Padahal? secara gamblang pada Qs alma’idah ayat 3 di penggalan ahir Allah menjelskan tentang bagaimana esensi ber-agama yg benar2 di ridhaiNya .

Untuk memahaminya ,tentu musti membuka kembali lembaran sejarah tata sosial sejak periode makah yg masih sarat dg aroma jahiliyyah , hingga periode madinah dengan atmosfer tata sosial yg tlah mapan dalam balutan kemajmukan dan pluralitas ummat .

Seorang Ibnu taimiyah pernah berfatwa : Allah menolong negara yg berke-adilan meski kafir(secular) , dan tidak sudi menolong negara yg zalim meski mukmin/muslim ( fatwa : vol 28/p 63)
Allahu a’alm

(Refleksi)


 

RODA HARMONY

 

Baik dan buruk adalah konsep keseimbangan .
Memang sudah ketetapan dari Tuhan . Dan itulah roda harmony

Maka , sehebat apapun ilmu dan ke-aliman seseorang ,tak kan mampu melenyapkan semua bentuk keburukan dari muka bumi ..
Tujuan ber-agama adalah untuk berperilaku baik dan indah sebagai wujud ketaatan padaNya , juga merupakan upaya pencegahan dan penekanan secara optimal terhadap volume segala bentuk keburukan…..

Keburukan merupakan alat uji bagi manusia ,untuk mengetahui seberapa kokoh benteng keimanannya .

Namun jangan lantas keburukan itu sengaja di ciptkan oleh orang yg telah sadar dan tahu akan indahnya kebaikan ..

Sebagaimana juga ,jangan diciptakan kemiskinan di negeri ini oleh sebuah oknum ,jika secra fakta yg real mustinya negeri ini “gemahripah loh jinawe” , alias kaya raya .

Biarkan semua berjalan secara natural , sesuai irama ketetapanNya……

Refleksi

Kudus 4 jan 2014»

 

 

KOLABURASI ANTARA WAHYU DAN BUDAYA

 

Sejak anak manusia baru lahir ke altar duniawy , saat itu pula sudah mulai berbudaya . Tangis lengking sang bayi yg membahana adalah bahasa perdananya….
Bahasa , adalah bagian dari budaya..

Wahyu Allah yg berupa alqur’an di turunkan ke bumi tentu dengan bahasa bumi pula . Alias bahasa manusia.
Bahasa arab adalah pilihan Allah sebagai media bagi wahyuNya yg kemudian mengalir indah ke sanubari Rasul Muhammad dengan keindahan dan ketinggian nilai sastranya .

Sebab ,bangsa arablah yg saat itu sangat butuh pencerahan , lantaran mereka sedang mengalami periode nan gelap gulita , yakni kehancuran akut moral agama . Bisa di sebut periode jahiliyyah , dimana saat itu sastra arab jahiliyyah yg memang sedang marak menjadi trend .

Artinya…. Allah dalam meng-oprasionalkan wahyuNya adalah lewat kolaburasi dengan budaya manusia . Karna wahyu yg merupakan petunjukNya memang diperuntukkan bagi ummat manusia ……

So , wajar jika para muslim dalam upaya penebaran “misi risalah islam” menggunakan media kebudayaan yg berfungsi sebagai penerjemah akan nilai-nalai wahyuNya , untuk target capaian yg efektif , elegan dan humanis ……

Sebab , kebudayaan adalah fitrah manusia . Dan setiap bangsa ,tentu mempunyai budaya khasnya sendiri yg tidak akan sama dengan khazanah budaya bangsa yg lain………

Dari sinilah perlunya “ta’aruf budaya” antar bangsa sebagaimana firmanNya yg tertera pada Qs alhujurot 13..agar ummat manusia saling mengenal , guna menjalin kebersamaan dalam membangun peradaban bumi…..

Allahu a’lam
(Refleksi)
Kudus 6 jan 2014»

 

SIKAP BOROS DAN KONSUMTIV DIMAKI , TAPI DIMATA PENGUSAHA KAPITALIS JUSTRU DISUKAI

 

Hasil pengamatan para pakar , bangsa indonesia dikenal sbg bangsa yg boros , konsumtiv . Semua produk lokal hgg impor laris manis dan ludes terjual di semua pasar , meski pada produk2 tertentu dibeli dgn cara kredit , alias = hutang tapi diperhalus .

Satu sisi , sejuta iklan di sebar di segala “mas media” terutama TV swasta dgn menawarkan berbagai produknya , tanpa peduli kapasitas “daya beli” masyarakatnya yg notabebene banyak yg masih”ngos-ngosan” .

Untuk menjawab iklan-iklan tsb , tentu di lengkapi dg membanjirnya MALL-MALL atau pasar modern lainnya di setiap kota nusantara tanpa kendali , dan terus berpacu memamerkan segala macam produk yg sekiranya mampu membuat berjuta pasang mata terjerat dan terpikat , lalu terpaksa untuk harus “membeli” atau mengkonsumsi .

RUMUS PENGUSAHA
Pengusaha atau pedagang , akan bahagia jika apa yg di jual laris manis . tak peduli pembelinya sdg belajar ekonomis/ngirit dan tak peduli pula uang darimana sang pembeli mendapatkannya , pinjam atau bahkan hasil korupsi . Itu bukan urusan dia .

RUMUS PEMBELI
Nabi mengajarkan kita agar menghindari sikap boros/konsumtif , beli segala sesuatu tanpa aturan. Sebaliknya , pedagang tak pernah peduli pada sikap dan polapikir pembelinya . Mau boros kek , nggak kek , itu bukan urusannya . Karna skali lagi , pikiran yg ada di benak pedagang hanya satu : yakni laris ludes .

Dan bisa jadi sang pedagang justeru malah menerapkan “pola hidup sederhana”(tidak boros) pd keluarganya . Stidaknya , sebagai strategi untuk mendongkrak “profitivitas” guna mendulang pundi-pundinya .
Artinya ………
Dalam konteks usaha/dagang , ajaran agama(pola sederhana) di terapkan di kluarga pengusaha sendiri , akan tetapi cenderung terkesan tidak menginginkan penerapannya dlm keluarga lain dan publik scr luas yg menjadi konsumennya .

So ? Bagaimana agar ajaran Nabi ttg HIDUP SEDERHANA tidak terkesan memisah dg semangat pengusaha scr umum? yg tentunya mereka juga ngerti positifitas ajaran tsb dalam konteks pemerataan ekonomi ,

Lalu ……darimana “akar” potensi ekonomi negeri ini diperbaiki ? Agraria? Maritim? industri? shgg keseimbangan antara “daya beli” masyarakat dan pengusaha benar-benar mewujud dg penuh harmony ?

(Refleksi)

By : Hamory

Kudus 11 jan 2014 ~

 

 

 

MEMAKNAI KIDUNG SHALAWAT

 

Potret fans yg lupa sang idola sejati

Shalawat , dari akar kata “shalla” = menghubungi , berkomunikasi .

Arti scr flosufis dari kata shalawat pada Nabi : Senantiasa berkomunikasi dg Nabi secara ruhany untuk menjadikannya sebagai “sang idola” bagi seluruh ummatnya….

Kekaguman seorang fans terhadap idolanya biasanya slalu di iringi dg kesukaannya mengikuti segala gaya tampilannya . Dari mulai cara berpakaian , gaya rambut , akting , hingga cara berperilaku kesehariannya . Tapi kalo Nabi hanya menginginkan di tiru ahlaqnya , bukan cara berpakaiannya . Hal ini untuk menghindari “pengkultusan” .

Pertanyaannya kemudian adalah : Sudahkah shalawat kita pada Rasul Muhammad setiap bulan maulid yg begitu membahana mampu menjadikan beliau sebagai idola ,yg kemudian kita pun meneladani ahlaqnya ???

Wahai ummat muslim di seluruh dunia…!

Perilaku saling membenci antar mazhab , hingga tragedi menghalakan darah sesama hanya karna beda ideologi , para petinggi yg tega menindas rakyat , berkorupsi ria , merusak hutan , bersuap ria , yg banyak terjadi di dunia islam abad kini …….itukah yg dinamakan pribadi yg “bershalawat”? Itukah bukti cinta pada Rasul ?

Apakah syafa’at mau berpihak pada perilaku yg bejat dan amburadul ?
Mana sebenar-benar shalawatmu ?

(Refleksi)

Kudus 15 jan 2014 »

 

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s