GAGASAN DARI FACE BOOK

Jufriyanto Ihsan

ALJAAR QOBLA ADDADAR

Ada ungkapan “Tetangga (Aljaar) sblm Tempat tinggal (Addaar)” maksud di sini adlh, sebelum memilih rumah/tmpt tinggal hendaknya memperhatikan situasi tetangga sekeliling kita dulu apakah mrk baik n ramah ato sbliknya brengsek, ini perlu menjadi bhn pertimbangan kita. Ketika kita mempunyai tetangga2 yg santun, baik tidak menyakiti kita baik dgn lisan ato tindakkan, maka kita merasa aman dan nyaman. Contohnya, antar tetangga saling membantu meringankan beban musibah penderitaan masing2, saling tukar menukar makanan. Kalo kita masak makanan jangan sampai ttgga kita menghirup baunya saja sementara kita kenyang dan membiarkan tetangga lapar. Masih banyak hal2 yg baik utk kita lakukan buat tetangga. Blm tentu yg kita anggap baik, baik juga utk tetangga kita lho. Contohnya ktk aku menggoreng ikan asin dan sambal trasi, tetanggaku orng Eritrea marah2 kpdku karena baunya menyengat dan mengganggunya nah ini juga perlu konsiderasi. Sbliknya ketika kita punya tetangga yg brengsek sllu mengadu domba dan suka memfitnah n melapor ke pihak authority ato bikin gaduh, kita tidak akan merasa aman and hanya bikin capek pikiran saja. Contoh, ada tmn kerja saya Palestina suaminya difitnah oleh tetangganya seorang janda Saudi, dgn aduan dia menghina pemerintahan Saudi dan laporan itu diterima oleh polisi maka diciduklah suaminya di tengah malam utk pengintrograsian slma 2 malam tnpa ada kabar. Istrinya bingung nangis terus tkd tahu harus kemana mncarinya baru hari yg ke 3 ada kabar bhw laporan yg masuk adlh dari janda Saudi tetangganya. Stlh dihubungi janda tsb dan memohon kepadanya utk mencabut laporan yg tak berdasar tsb., ujung2nya dia minta tebusan uang sbsr 10 ribu Riyals Saudi. Permintaan itu trlalu bsr baginya karena suaminya sdh bbrp bln ini diPHK dan blm mendapat pekerjaan. Walhasil mencapai kata sepakat si janda mau menerima gelang emas teman saya + uang 3 rb Riyals utk proses pencabutan laporan. Hari ke 4 suaminya dilepas stlh mrk memproses berkas2nya ke kantor Polisi n pencabutan laporan. Ketika janda tsb melihat posisi tmnku yg lmh itu masih tega2nya dia minta dibelikan makanan utk dia dan 3 anaknya di restoran elite sblh kantor polisi. Wah ini betul2 tertawa di atas penderitaan tetangganya nich. Kalo tmn saya bilang sama saya, aku mo beliin kabsah saja yg cukup 30 Riyals daripada keluar uang 180 Riylas di Restoran Lebanon. Dan kebrengsekannya juga ditularkan kpd anak2nya utk menjahili anak2 tetangganya yg lain trs dia juga mengadukan ke haiah sblmnya kalo tetangganya mengadakan pesta terlarang padahal hanya sekedar makan2 biasa.
Saya kira masih banyak lagi kisah2 lain yg mengesalkan dari kehidupan bertetangga ini seperti, rumah kita disatroni oleh pencuri dgn mengambil barang2 berharga kita di saat kita pulang cuti. Di sisi lain kita juga mengalami masa2 indah bertengga dgn sekeliling tetangga kita yg akan menjadi kenangan yg tak terlupakan. Moga2 judul di atas akan menjadi bahan renungan dan mengingatkan kita kembali utk bisa menjadi tetangga yg baik tentunya. Karena Allah akan mengancam kpd orang yg membikin tetangganya tidak aman disebabkan oleh ulahnya.

Muhammad Afnan Damradli

Opsi untuk berita ini

Ya ALLAH selamatkan kami dari neraka…Allahumma …qinaa ‘adzaaban naar. Amin.

Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra.
berkata: Jibril datang kepada Nabi saw pada
waktu yg ia tidak biasa datang dalam
keadaan berubah mukanya, maka ditanya
oleh nabi s.a.w.: “Mengapa aku melihat kau
berubah muka?” Jawabnya: “Ya Muhammad, aku datang
kepadamu di saat Allah menyuruh supaya
dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak
layak bagi orang yg mengetahui bahwa
neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur
itu benar, dan siksa Allah itu benar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari
padanya.” Lalu nabi s.a.w. bersabda: “Ya Jibril, jelaskan
padaku sifat Jahannam.” Jawabnya: “Ya.
Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka
dinyalakan selama seribu tahun, sehingga
merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun
sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak
pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah
yg mengutus engkau dengan hak, andaikan
terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan
dapat membakar penduduk dunia semuanya
kerana panasnya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak,
andaikan satu baju ahli neraka itu digantung
di antara langit dan bumi niscaya akan mati
penduduk bumi kerana panas dan basinya.
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak,
andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-Qur’an itu diletakkan di atas
bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah
bumi yg ke tujuh. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak,
andaikan seorang di ujung barat tersiksa,
niscaya akan terbakar orang-orang yang di
ujung timur kerana sangat panasnya,
Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya
besi, dan minumannya air panas campur nanah, dan pakaiannya potongan-potongan
api. Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap
pintu ada bagiannya yang tertentu dari orang
laki-laki dan perempuan.” Nabi s.a.w. bertanya: “Apakah pintu-pintunya
bagaikan pintu-pintu rumah kami?”
Jawabnya: “Tidak, tetapi selalu terbuka,
setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu
ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap
pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda.” (nota kefahaman: yaitu yg lebih
bawah lebih panas) Tanya Rasulullah s.a.w.: “Siapakah penduduk
masing-masing pintu?” Jawab Jibril:
“Pintu yg terbawah untuk orang-orang
munafik, dan orang-orang yg kafir setelah
diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a.s.
serta keluarga Fir’aun, namanya Al-Hawiyah. Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin
bernama Jahim,
Pintu ketiga tempat orang shobi’in bernama
Saqar.
Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya
dari kaum majusi bernama Ladha, Pintu kelima orang yahudi bernama
Huthomah.
Pintu ke enam tempat orang nashara
bernama Sa’eir.” Kemudian Jibril diam, segan pada Rasulullah
s.a.w. sehingga ditanya: “Mengapa tidak kau
terangkan penduduk pintu ke tujuh?”
Jawabnya: “Di dalamnya orang-orang yg
berdosa besar dari ummatmu yg sampai mati
belum sempat bertaubat.” Maka nabi s.a.w. jatuh pingsan ketika
mendengar keterangan itu, sehingga Jibril
meletakkan kepala nabi s.a.w. di
pangkuannya sehingga sadar kembali dan
sesudah sadar nabi saw bersabda: “Ya Jibril,
sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku
yang akan masuk ke dalam neraka?”
Jawabnya: “Ya, yaitu orang yg berdosa besar
dari ummatmu.” Kemudian nabi s.a.w. menangis, Jibril juga
menangis, kemudian nabi s.a.w. masuk ke
dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali
untuk sembahyang kemudian kembali dan
tidak berbicara dengan orang dan bila
sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah.

pada hari Jumat

Muhammad Afnan Damradli

Muhammad Harley al’Banjary
Apabila Ajal Menjemputmu

Allah berfirman dalam Hadits Qudsi :

“Wahai anak Adam selama engkau masih berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, Aku ampuni engkau apa pun yang datang darimu dan aku tidak peduli. Wahai anak Adam walaupun dosa-dosamu mencapai batas langit kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, Aku akan ampuni engkau dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika engkau mendatangi-Ku dengan sepenuh bumi dosa dan engkau tidak menyekutukan-Ku, maka Aku akan menemuimu dengan sepenuh itu pula ampunan.” (HR. Tirmidzi dan di Hasankan oleh beliau).

Pintu Taubat Belum Ditutup
Setelah kita mengetahui pada edisi yang lalu bahwa kematian adalah suatu kepastian, tidak bisa dimajukan dan tidak bisa dimundurkan dan semua telah tertulis dalam catatan takdir, maka seorang yang beriman tentu akan mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya kematian itu.

Untuk itu perbanyaklah bertaubat kepada Allah Subhanahu wata’ala, wahai saudaraku kaum muslimin dan beramallah! Minta ampunlah kepada Allah dari dosa- dosa yang telah lalu dengan bertekad untuk menempuh hidup baru di jalan Allah Ta’ala. Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang akan menerima taubat hamba-Nya sebesar apa pun dosanya. Dalam sebuah hadits Qudsi yang diriwayatkan dari Anas bin malik dikatakan:

قَالَ الله تَبَارَكَ وَتَعَالَى: يَا بْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ مِنْكَ وَلاَ أُبَالِيْ. يَا بْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغْتَ ذُنُوْبَكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِيْ. يَا بْنَ آدَمَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيْتَنِيْ لاَ تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا َلأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً. (رواه الترمذي وحسنه)

Allah berfirman: Wahai anak Adam selama engkau masih berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, Aku ampuni engkau apa pun yang datang darimu dan aku tidak peduli. Wahai anak Adam walaupun dosa-dosamu mencapai batas langit kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, Aku akan ampuni engkau dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika engkau mendatangi-Ku dengan sepenuh bumi dosa dan engkau tidak menyekutukan-Ku, maka Aku akan menemuimu dengan sepenuh itu pula ampunan. (HR. Tirmidzi –dan beliau menghasankannya).

Bertaubatlah! Dan janganlah putus asa dari rahmat Allah. Rahmat dan ampunan Allah lebih luas dari dosa-dosamu, Allah senang dengan taubat hamba-Nya dan mengatakan dengan kasih sayang-Nya:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِيْنَ أَسْرَفُوْا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لاَ تَقْنَطُوْا مِنْ رَحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُنُوْبَ جَمِيْعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. ]الزمر: 53[

Katakanlah: “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian putus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (az-Zumar: 53)

Jika telah datang kematian dan kita belum sempat bertaubat, maka jangan kita salahkan kecuali diri kita sendiri. Jika Allah mengadzabnya di alam kubur, maka Allah mengadzabnya dengan keadilan. Jika Allah menghimpitkan bumi ke tubuhnya, sehingga tulang-tulang rusuknya saling bersilangan, maka Allah menyiksanya dengan keadilan-Nya.

Dan jika mereka merasakan kesengsaraan di padang Mahsyar dan tidak mendapatkan naungan Allah -pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya- maka itu adalah akibat perbuatan mereka sendiri. Dan ketika mereka diadzab di neraka, itu adalah karena kesalahan mereka sendiri. Allah tetap Maha Adil dan tidak berbuat dhalim kepada makhluk-Nya. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

قَالَ لاَ تَخْتَصِمُوْا لَدَيَّ وَقَدْ قَدَّمْتُ إِلَيْكُمْ بِالْوَعِيْدِ. مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ وَمَآ أَنَا بِظَلاَّمٍ لِلْعَبِيْدِ. ]ق: 28-29[

“Janganlah kalian bertengkar di hadapan-Ku, padahal sesungguhnya Aku dulu telah memberikan ancaman kepada kalian. Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah, dan Aku sama sekali tidak berbuat dhalim (menganiaya) terhadap hamba-hamba-Ku.” (Qaf: 28-29)

Allah Subhanahu wata’ala telah menurunkan kitab-kitab-Nya dan mengutus para Rasul-Nya. Allah telah memperingatkan manusia dengan kematian, Allah telah memperingatkan untuk bertaubat sebelum ajalnya tiba. Dan Allah telah mewasiatkan kepada kita untuk bertaqwa kepada-Nya dan jangan sampai kita mati kecuali dalam keadaan bertaqwa.

Kebaikan dan rahmat Allah telah dicurahkan, jalan dan rambu-rambu telah digariskan. Apa yang bermanfaat bagi mereka dan yang bermudharat bagi mereka telah Allah jelaskan. Maka barangsiapa yang menghendaki kebaikan ikutilah jalan dan rambu-rambu itu. Sedangkan barangsiapa yang menolaknya, berarti enggan untuk mendapatkan kebaikan yang kekal dan memilih kebinasaan.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَة أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ: كُلُّ أُمَتِيْ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ إِلاَّ مَنْ أَبَى. فَقَالُوْا: وَمَنْ يَأْبَى يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: مَنْ أَطَاعَنِيْ دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى. (أخرجه البخاري)

Dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Seluruh umatku akan masuk ke dalam surga, kecuali yang enggan. Para shahabat bertanya: “Siapakah yang enggan wahai Rasulullah”. Beliau menjawab: “Barangsiapa yang mentaatiku, maka ia akan masuk surga. Dan barangsiapa yang bermaksiat kepadaku, maka dialah yang enggan. (HR. Bukhari)

Dengan demikian orang-orang yang enggan untuk masuk surga adalah mereka yang memilih kebinasaan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

لَقَدْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى مِثْلِ الْبَيْضَاءِ لَيْلُهَا كَنَهَارِهَا لاَ يَزِيْغَ عَنْهَا إِلاَّ هَالِكٌ. (أخرجه ابن أبي عاصم في السنة)

“Telah kutinggalkan bagi kalian petunjuk yang nyata. Malamnya seperti siangnya sama (terangnya), tidaklah menyimpang setelahku kecuali dia akan binasa.” (HR. Ibnu ‘Ashim dalam kitab “As-Sunnah”-nya)

Hanya orang yang sombonglah yang engan untuk masuk surga. Hanya manusia yang kejilah yang mengingkari kenikmatan Allah dan tidak mensyukurinya.

Saat Pintu Taubat Akan Ditutup

Ingatlah wahai saudaraku, kematian terus mendekat hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun; hal itu berarti pintu taubat semakin dekat untuk ditutup.

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رضي الله عنهما عَنِ النَّبِيِّ إِنَّ اللهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ. (رواه الترمذي وقال حديث حسن)

Dari Abi Abdurrahman bin Abdillah bin Umar bin Khathab (semoga Allah meridhai keduanya) dari Nabi beliau bersabda: “Sesunguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawa belum berada di kerongkongannya. (HR. Tirmidzi dan beliau katakan haditsnya hasan).

Dan beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam juga bersabda:
مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ يَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللهُ عَلَيْهِ. (رواه مسلم)

“Barangsiapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari arah barat, niscaya Allah akan menerima taubatnya.” (HR. Muslim)

Barangsiapa yang terlalu yakin umurnya akan panjang, maka dia akan kecewa. Barangsiapa yang merasa akan terus hidup dan tidak akan mati pasti dia akan merugi. Dan barangsiapa yang ingin hidup seribu tahun lagi, maka dialah Yahudi yang cinta dunia dan takut mati.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:
…يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِ مِنَ الْعَذَابِ أَنْ يُعَمَّرَ وَاللهُ بَصِيْرٌ بِمَا يَعْمَلُوْنَ. ]البقرة: 96[

Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (alBaqarah: 96).
Dengan iman dan amal shalih-lah seharusnya kita menyongsong kematian ini dengan tenang, hingga kita akan dipanggil oleh Allah dengan ucapan:

يَآ أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ]27[ ارْجِعِيْ إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَّةً مَرْضِيَّةً. ]الفجر: 27-28[
Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Rabb-mu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. (al-Fajr: 27-28).

Lebih rinci Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda dalam riwayat dari al- Bara’ bin ‘Azib: “Sesungguhnya seorang hamba yang mukmin apabila dia menghadap kematian dan meninggalkan dunia, turunlah para malaikat kepadanya, seakan-akan wajah-wajah mereka bagaikan matahari. Mereka membawa kain kafan dan kapur barus dari surga, dan duduk di hadapannya sepanjang mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut hingga dia duduk di sisi kepalanya seraya berkata: “Wahai ruh yang baik, keluarlah engkau kepada ampunan Allah dan keridhaan-Nya”.

Beliau Shallallahu’alaihi wasallam melanjutkan kisahnya: “Maka keluarlah ruh tersebut, mengalir bagaikan aliran air dari bibir ceret (tempat air minum). Kemudian malaikat maut pun mengambil ruh tersebut. Dan ketika mengambilnya dia tidak membiarkannya di tangannya, bahkan mereka langsung mengambil dan memasukannya ke dalam kafan dan kapur barus yang mereka bawa. Keluarlah dari jiwa tersebut wewangian yang lebih harum dari misik yang terbaik di muka bumi ini”.

Beliau Shallallahu’alaihi wasallam melanjutkan: “Kemudian mereka membawa naik ruh tersebut ke atas. Tidaklah melewati sekelompok malaikat, kecuali mereka berkata: “Ruh siapakah yang harum ini?” Mereka menjawab: “Fulan bin Fulan”. Mereka menyebutkan dengan sebaik-baik nama yang dia dipanggil dengan nama tersebut di dunia sampai berakhir di pintu langit.

Dan mereka minta untuk dibukakan untuknya, maka dibuka-kanlah pintu langit untuknya. Seluruh penduduk langit dari kalangan malaikat yang didekatkan mengantarkan ruh tersebut ke langit yang berikutnya. Demikianlah seterusnya sampai berakhir pada langit yang di atasnya Allah beristiwa’. Allah pun berfirman: “Tulislah catatan hamba-Ku di ‘Illiyin….”

Adapun tentang orang kafir Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya ketika orang kafir akan mati, turun kepadanya malaikat-malaikat dari langit dengan wajah-wajah yang hitam.

Mereka membawa kain kafan, dan duduk sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malakul maut dari sisi kepalanya seraya berkata: “Wahai jiwa yang jelek keluarlah menuju kemurkaan Allah dan kemarahan-Nya. Maka berpencarlah ruh itu di seluruh jasadnya (menolak untuk keluar) Kemudian dicabutlah ruhnya seperti dicabutnya duri dari bulu- bulu wol yang basah.

Setelah (ruh itu) diambil, tidak dibiarkan di tangannya sekejap mata pun, hingga diletakkannya di kafan tadi yang mengeluarkan bau yang paling busuk di muka bumi. Kemudian mereka naik membawa ruh tersebut.

Tidaklah mereka melewati sekelompok malaikat kecuali mereka berkata: “Siapakah ruh yang jelek ini?” Mereka menjawab: “Fulan bin Fulan” dengan disebutkan sejelek-jelek nama yang dia dipanggil di dunia sampai berakhir ke akhir langit dunia dan meminta untuk dibukakan langit, tetapi tidak dibukakan untuknya. Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam membacakan ayat Alllah Subhanahu wata’ala:

…لاَ تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلاَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ… ]الأعراف: 40[

…sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum… (al-A’raaf: 40)

Kemudian Allah berfirman: “Tulislah catatannya di Sijjin di bumi yang paling rendah”. Kemudian dilemparkan ruhnya dengan satu lemparan, kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam membacakan ayat Allah Subhanahu wata’ala:

وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ… ]الحج: 31[

…Barangsiapa mempersekutukan Allah dengan sesuatu, maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh… (al-Hajj: 31)

Maka kembalilah ruhnya ke jasadnya. Kemudian datanglah dua malaikat mendudukannya seraya bertanya: “Siapakah Rabb-mu?”. Ia menjawab: “Haah… haah… aku tidak tahu”. Keduanya bertanya lagi: “Siapakah orang yang diutus kepadamu?” Ia menjawab: “Haah… haah… aku tidak tahu”. Maka dikatakan oleh penyeru dari langit: “Dia berdusta. Hamparkanlah hamparan dari neraka, dan bukakanlah pintu ke neraka”. Maka sampailah kepadanya hawa panas api neraka…. (HSR. Imam Ahmad , Abu Dawud, Hakim, Nasa’i, Ibnu Hibban, dan Ibnu Majah)

Bahruddin Sanusi

PEMILU?____dia..yang..UNTUNG..rakyat..yang..BUNTUNG..
Siapa..deket..dengan..siapa?____Siapa..dibiayai..siapa?
=====================================
Calon..yg..deket..dg.Pengusaha..Curang…=harusnya..NO.Way
Calon..yg..deket..dg.bekas..Koruptor……..=harusnya..NO.Way
Calon..yg..deket..dg.penjual..kedaulatan…=harusnya..NO.Way
Calon..yg..deket..dg.perusak..lingkungan…=harusnya..NO.Way
Calon..yg..deket..dg.pembabat..hutan…….=harusnya.NO.Way
Calon..yg..deket..dg.pelaku..illegal.loging…..=harusnya.NO.Way
Calon..yg..deket..dg.Pengusaha.Perbankan=harusnya.NO.Way

=>jangan..bilang..deket..dengan..PETANI..bila..yang..membantu..adalah..importir..beras…daging..dan..produk..pertanian___karna..setelah..itu..dia..akan..menekan..petani..

=>jangan..bilang..deket..dengan..PETANI..bila..yang..membantu..adalah..pengusaha..pupuk..__karna..setelah..menang..dia..akan..menjual..pupuk..dengan..harga..mahal..

=>jangan..bilang..deket..dengan..BURUH..bila..yang..membantu..adalah..pengusaha..yang..menekan..buruh..__karna..nanti..setelah..menang..dia..akan…menekan..kaum..buruh

=>jangan..bilang..deket..dengan..RAKYAT..bila..yang..membantu..adalah..pengusaha..yang..mencari..keuntungan..dari..rakyat…__nanti..harga..tidak..terkontrol..dan..mencekik..rakyat.

=>jangan…bilang..deket..dengan..rakyat..bila..yang..membantu..adalah..Pengusaha..perbankan..__sebab..nanti..bisa2nya..dia..mengklaim..Banknya..Pailit…dan..TILYUNAN..Uang..RAKYAT..DIPAKE..UNTUK..NOMBOKINnya…dia..yang..untung..rakyat..yang..buntung..

(B.S.dari.pegunungan.ciremai__sobahal.khair)

Noorshofa Thohir

Dan akhirnya masa itu berulang
Pada gugusan hari hari yang tak sama
Pada malam malam yang tak biasa

Entah akan berakhir dimana
Jika keterbatasan manusia selalu dibatasi,
Pada sesuatu yang ia sendiri tak
Mengerti.

Kucoba untuk melangkah
Kuterus untuk berjalan
Kuberlari untuk melampaui yang
dulu Pernah kau lewati

Dan, ketika kulihat Ia tertidur nyenyak
Bercengkerama dengan keindahan mimpinya
Itu adalah mimpiku dulu, ketika aku teridur dalam pangkuanmu.

Rasanya masih kurasa genggaman
tanganmu, saat kau lepas jemariku,
dan aku tahu, tanganku hari ini
Adalah tamganmu dulu.

Hery Noer Aly

Akan datang hari
harta tiada berharga,
anak-anak tiada berguna,
permintaan maaf sudah terlambat,
syafaat tak bermanfaat,
tebusan pun tak diterima,
seseorang tak dapat membela orang lain sedikit pun,
bapak tak dapat menolong anaknya,
anak tak dapat pula menolong bapaknya.
Ya Allah, jangan sampai kehidupan dunia memperdaya kami,
jangan pula setan sang penipu memperdaya kami dalam menaati-Mu.
Ya Allah, bersihkanlah hati kami untuk kami menghadap ke Hadirat-Mu.

 

 

 

The best words of KH IMAM ZARKASYI Rahimahullah 1. Andaikata muridku tinggal satu, akan tetap kuajar, yang satu ini sama dengan seribu, kalaupun yang satu ini pun tidak ada, aku akan mengajar dunia degan pena. ( KH Imam Zarkasyi ) 2. Lewih becik mikul dawet karo rengeng-rengeng katimbang numpak mobil karo mrebes mili. (KH Imam Zarkasyi) 3. Sebesar keinsyafanmu sebesar itu pula keuntunganmu. ( KH Imam Zarkasyi ) 4. Hidup sekali hiduplah yang berarti. ( KH Imam Zarkasyi ) 5. Jadilah Ulama yang intelek bukan intelek yang tahu agama. (KH Imam Zarkasyi ) 6. Patah Tumbuh hilang berganti. ( KH Imam Zarkasyi ) 7. Berjasalah tapi jangan minta jasa. ( KH Imam Zarkasyi ) 8. Kalau kamu pergi, pergilah yang jauh yang dekat terlalui.(KH Imam Zarkasyi) 9. Tidak boleh lengah dalam urusan adiministrasi, harus selalu waspada setiap detik .( KH Imam Zarkasyi ) 10. Administrasi yang rapi, mutlak perlu ( wajib ) untuk menjaga kepercayaan. ( KH Imam Zarkasyi ) 11. Ada uang bisa membangun, ada uang tidak membangun berarti tidur nyenyak, tidak bekerja, uang habis, tidak ada bangunan sama dengan korupsi ( KH Imam Zarkasyi ) 12. Anak-anaku, kalau kamu ingin mengetahui sesuatu, ajarkanlah sesuatu itu kepada Orang lain. ( KH Imam Zarkasyi ) 13. Janganlah kami dan Pondok kami ini, kamu jadikan seperti wc, hanya dikunjungi bila ada keperluan saja .( KH Imam Zarkasyi ) 14. Kamu adalah orang-orang yang berharga, tapi jangan minta dihargai, kalau minta dihargai harga dirimu habis sepeser pun tidak ada. (KH Imam Zarkasyi ) 15. Kalau kamu mengajarkan suatu mata pelajaran niatilah : kamu jadi profesor dalam mata pelajaran itu. ( KH Imam Zarkasyi ) 16. Kalau kamu datang pada suatu tempat kamu sudah punya wibawa, tinggal memelihara wibawa itu, kalau salah langkah wibawamu akan turun, bahkan bisa hilang sama sekali . ( KH Imam Zarkasyi ) 17. Kalau kamu hidup itu hanya untuk hidup senang, cukup sandang pangan, punya rumah dan isteri, lalu punya anak, kalau hanya itu saja, itu sama dengan kambing. ( KH Imam Zarkasyi ) 18. Menghargai diri berarti juga TIDAK MENGOTORI DIRI SENDIRI DENGAN SESUATU YANG RENDAH, ATAU REMEH, YANG TIDAK BERISI DAN BERARTI. 19. Mengajar, berdiri dimuka murid, amat besar artinya. Kalau biasanya kamu hanya bertanya, kini engkau akan ditanya oleh murid-muridmu sebelum engkau ditanya oleh Tuhanmu. Apabila engkau ditanya gurumu, bisa saja tidak dapat menjawab atau coba2 menjawab kalau-kalau benar dan kebetulan, beda halnya ketika engkau menjadi guru, maka harus menguasai penuh dan faham benar-benar segala masalah yang kau hadapi. 20. Jangan jadi anak hilang !! Diantara anak-anakku jelas ada yang hendak ” pulang menyerbu masyarakat”, inilah tujuan paling utama yang sangat kami setujui agar dapat BERJASA DAN BERGUNA BAGI MASYARAKAT. 21. Lebih baik TAJAHUL SOCRATES daripada JAHIL MURAKKAB. 22. Harus tahu ukuran diri ! 23. Minta sama rata sama rasa ? Seorang yang lemah mengangkat memikul bekerja dan lemah pula, tidak ada kegiatan dalam berusaha, masih juga mengharapkan hasil dan upah seperti orang giat, kuat dan gagah? Apakah namanya orang yg demikian itu? Dapatkah kepandaian anak satu kelas itu sama? 24. Kenyataan hasil ilmu, pribadi dan kecakapanmu yang berguna bagi masyarakat itulah yang sebenar-benarnya IJAZAH dan surat keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat nanti. 25. Bacalah buku-buku ! besar kecil tebal tipisnya, cetakan dalam maupun luar negri. Itulah salah satu guru yang setia, menunjukimu dan membimbingmu dengan tak jemu-jemu, selagi engkau sudi membaca dan memahaminya, Ia akan membimbing kepada kesucian jiwa, menerangi kegelapan yang menyelimuti ruhanimu. ( Updated, 30 Mei 2013 ) 26. ”Anak-anak ku, Aku tidak bangga hanya karena anda berada di kota, hanya karena anda memiliki jabatan yang tinggi, bila keberadaan anda tidak bermanfaat untuk ummat. Aku lebih bangga dengan anak-anak ku, sekali pun anda berada di kampung, di tengah hutan, tempat yang sangat jauh dari publikasi, saya sangat bangga dengan anda, bila kondisi anda itu, membuat anda bisa berbuat untuk kepentingan ummat”. 27. orang yang masih bisa di beli itu murah….tak ada harganya yang mahal itu yang tidak bisa di beli. ilmu tidak bisa di beli, orang bisa di beli, ada lagi yang lebih mahal dari ilmu yaitu: HARGA DIRI PRIBADI atau KEHORMATAN. Inilah yang sama sekali tidak bisa di beli. 28. Hanya orang-orang penting yang tahu kepentingan. Hanya pejuang-pejuang yang tahu arti perjuangan.

Agus Rahman Iskandar yang luar biasa………. setiap raport yang akan ditanda tangani… baik pertengahan tahun maupun akhir tahun…. dilihat, diteliti dan dido’akan terlebih dahulu…….. meskipun nilai jelek … mekipun tidak naik.. …SETIAP ANAK ITU… HARAPAN ORA…Lihat Selengkapnya

Arif Masduqi Ikhsan
P A N C A S I L A
Kata “Pancasila” terdiri atas dua kata dari bahasa sansekerta yaitu palica yang artinya lima dan sila artinya asas atau prinsip. Jadi pancasila dalam arti keseluruhan adalah 5 prinsip atau asas. Dan Kalau kita angan-angan lebih dalam lagi, sebenarnya PANCASILA sendiri itu sumbernya dari Al Qur’an:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
ﻗﻞ ﻫﻮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﺣﺪ
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺄﻣﺮ ﺑﺎﻟﻌﺪﻝ ﻭﺍﻹﺣﺴﺎﻥ
3. Persatuan Indonesia.
ﻭﺍﻋﺘﺼﻤﻮﺍ ﺑﺤﺒﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﻤﻴﻌﺎ ﻭﻻ ﺗﻔﺮﻗﻮﺍ
4. Kerakyatan yang dipimpiin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan keadilan.
ﻭﺃﻣﺮﻫﻢ ﺷﻮﺭﻯ ﺑﻴﻨﻬﻢ
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.
وما أرسلناك إلا رحمة للعالمين

Jadi kalau ada Warga Negara Indonesia tidak mengikuti asas Pancasila atau bahkan bertentangan dengan Ideologi mereka, memang mereka kurang berfikir lebih dalam lagi.
Bagaimana pendapat kalian???…

  Muhammad Afnan Damradli

 

 

8 Penyakit Hati yang Sangat Berbahaya

1. Suka berkeluh kesah atau merasa susah (hamm) ;
sesungguhnya manusia itu suka berkeluh kesah. Allah telah menyebutkan hal ini dalam alquran bahwa memang sifat manusia adalah suka berkeluh kesah. Jika kita dapat menghindarkan sifat ini; maka nikmat Allah akan senantiasa melimpah. Jika ujian hidup disikapi dengan ratapan keluh kesah, bukannya masalah tambah terang, namun biasanya malah bertambah runyam. Sebaliknya hati akan tenang ketika rasa syukur mampu kita hadirkan dalam perjalanan hidup kita. Bukankah Allah SWT telah berjanji akan menambah nikmatNya jika kita bersyukur dan memberi peringatan akan siksaNya yang pedih atas sifat kufur nikmat kita.

2. Kesedihan atau rasa sedih (hazan).
Manusia memang sukanya bersedih jika sesuatu yang diinginkannya tidak didapatkan, atau jika ditimpa musibah, atau jika dilecehkan oleh orang lain, atau karena sebab lain. Oleh sebab itu berlindung kepada Allah dari kesedihan adalah suatu hal yang sangat dibutuhkan, karena hanya Allahlah yang mampu menghilangkan kesedihan seorang hamba.

3. Kelamahan (’ajz);
Nabi pernah berpesan untuk hati-hati agar tidak meninggalkan generasi yang lemah sepeninggalnya kita. Lemah berarti tidak mempunyai kemampuan, kekuatan dalam bidang apapun. Yang lebih ditakutkan adalah lemah dalam iman dan akhlak. Oleh sebab itu mari kita senantiasa memberikan perhatian yang serius pada hal yang satu ini.

4. Malas (kasal).
Tidak ada orang yang suka kepada orang malas. Malas adalah sifat syetan. Allah melaknat syetan, dan janganlah sekali-kali mengikuti syetan. Dengan kemalasan tidak adanya produktifitas, tidak ada kemajuan dan tidak ada rizki. Hidup ini tidak akan berkembang jika sifat malas terus menerus dipelihara.

5. Pengecut (jubn).
Kita harus berani kalau benar, apalagi dalam menegakkan agama Allah. Tegakkan kebenaran dan cegahlah kemungkaran dengan tenaga, lisan dan hatimu.

6. Kikir/pelit/bahkil (bukhl,).
Nabi mengatakan bahwa orang yang kikir itu jauh dari Allah, jauh dari manusia dan dekat kepada neraka. Selanjutnya Beliau berpesan agar setiap muslim tidak boros dan tidak menjadikan tanggannya terbelenggu kebelakang serta tidak pula membukan tangganya terlalu lebar. Kalu terlalu pelit ia akan dicela dan jika terlalu boros ia akan menyesal. Jadi bersikaplah sederhana. Maka jauhkanlah sifat bahkil , kikir dan pelit karena sifat tersebut tidak disukai oleh Allah dan manusia. Syetan menakut-nakuti manusia dengan dibayang-bayangi kefakiran supaya seseorang tidak mau infaq, shodaqoh, zakat. “Syetan menjanjikan kefakiran kepadamu dan menyuruh yang jahat, dan Alloh menjanjikan kepadamu pengampunan dan keutamaan dariNya, Alloh itu maha luas rezekinya dan maha mengetahui.” (Al Quran Surah Al Baqarah : (2) : 268). Padahal dengan jelas Alloh menjanjikan kebahagiaan bagi orang yang tidak bakhil. “Barangsiapa dijaga dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang berbahagia.” (QS Al Hasyr : 9).

7. Banyaknya hutang (ghalabatuddayn);
supaya terhindar dari penyakit ini maka kita harus selalu merasa cukup (ghina) terhadap setiap pemberian Alllah Subhanahu Wa Ta’ala. Tidak membelanjakan rezki kita kepada hal-hal yang tidak perlu dan bermanfaat, apalagi berhutang untuk hal-hal yang tidak perlu. Jika tidak mendesak, usahakan untuk tidak berhutang. Satu hal yang dijanjikan Allah adalah untuk selalu berzakat dan berinfaq/sadaqoh, karna Allah akan melipatgandakan/menambah harta kita apabila kita berzakat, infaq dan sadaqoh.

8. Penindasan manusia (qahrirrijaal).
Penindasan tetap saja ada dari zaman dulu hingga sekarang. Jika dulu penindasan pada umumnya dilakukan melalaui secara fisik, tapi sekarang penindasan dapat berupa banyak bentuk, misalnya penindasan dari segi ekonomi, budaya, dan sistem-sestem yang tidak sesuai dengan jalan Allah.

Mari kita berlindung dari kedelapan hal tersebut, semoga Allah memberikan taufiq dan pertolongannya kepada kita, Amin.

sumber : doadoamustajab.blogspot.com

Shobahussurur Syamsi

ATTAKÂTSUR
oleh: Dr. H. Shobahussurur, M.A

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ ﴿١﴾ حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ ﴿٢﴾ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ﴿٣﴾ ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ ﴿٤﴾ كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ﴿٥﴾ لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ ﴿٦﴾ ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ ﴿٧﴾ ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ ﴿٨﴾

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)”. Q.S. al-Takâtsur/102: 1-8.

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّـهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ﴿٢٨﴾
‘Dan Ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar” Q.S. al-Anfâl/8:28.
Ada tema menarik dalam khutbah Jum’at di Masjid Agung Al-Azhar Jakarta, 30 Agustus 2013 minggu lalu. Tema itu adalah bahasan tentang sikap al-takâtsur (bermegah-megah) yang disinyalir dalam al-Quran, Surat al-Takâtsur/102: 1-8. Khutbah yang disampaikan oleh anak kandung Almarhum Buya Hamka, Ustadh Afif Hamka itu menjadi menarik, karena surat al-Takâtsur itu dikaitkan dengan fenomena kekinian yang melanda negeri tercinta ini.
Betapa sikap bermegah-megah telah mencengkeram anak negeri ini dalam pola kehidupan materialistis. Setiap gerak langkah diukur dengan materi. Ukuran sukses dan gagal seseorang diukur dari banyak sedikitnya harta. Ukuran terhormat dan terhina seseorang selalu dilekatkan dengan hitungan bendawi. Perburuan terhadap harta menjadi keniscayaan bahkan dengan segala resiko dipertaruhkan. Akibatnya, praktik-praktik kejahatan terjadi di mana-mana, dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat, dari yang paling miskin sampai yang paling kaya, dari yang paling melarat sampai konglomerat, rakyat hingga pejabat.
Dapat disaksikan di mana-mana, setiap hari jalanan macet, kendaraan berdesak-desak bagaikan semut merayap. Hujan deras mengguyur, banjir menggenangi jalan, sekujur badan basah kuyup. Panas terik menyengat membuat wajah berkeringat, kepala pening, kulit menghitam lebam, dan tidak jarang sampai jatuh sakit. Setiap orang berusaha banting tulang mencari harta. Harta diburu dimanapun ia berada.
Untuk mendapatkan harta, seseorang dapat melakukan apa saja. Tidak peduli dengan cara-cara yang benar maupun dengan cara yang batil. Seburuk-buruk usaha yang dilakukan seseorang adalah mengumpulkan harta dengan cara batil. Batil artinya salah sebagai lawan dari haq yang berarti benar. Mengumpulkan harta secara batil karena di dalamnya ada unsur pemerasan, kezaliman, perampasan, penipuan, dan kejahatan. Berbagai cara dilakukan anak manusia untuk mendapatkan harta benda. Demi meraih harta, seringkali tidak lagi memperhitungkan segi halal haram, haq dan batil. Apalah lagi bila yang melakukan itu adalah para tokoh, pejabat, para guru, para juru agama, dan kaum intelektual. Mereka yang seharusnya menjadi teladan, panutan, memberi pencerahan, memberdayakan, mengangkat kemiskinan dan kebodohan, justru mengail di air keruh, menjadi pelaku the white color crime (kejahatan kerah putih), korupsi, memeras rakyat, menipu masyarakat, supaya dapat menimbun harta sebanyak-banyaknya. Keserakahan dan kerakusan terjadi. Bahkan bangga dengan kejahatannya, dan tidak merasa bersalah, walaupun sudah tertangkap basah oleh pihak berwajib.
Kebatilan dalam mendapatkan harta yang dilakukan para tokoh itu, demikian dijelaskan Buya Hamka, ada berbagai cara. Di antaranya, para tokoh itu berperan seolah-olah sebagai orang suci. Dengan kesuciannya, orang-orang yakin doanya mustajab. Berduyun-duyun orang datang kepadanya. Sambil membawa hadiah, sedekah, dan harta, mereka datang kepada sang tokoh. Para tokoh itu senang dengan kerjaannya. Mereka mendapatkan kekayaan cukup dengan menebar jampi-jampi dan doa. Di antaranya pula, ada tempat yang sengaja dikeramatkan, supaya manusia berdatangan kepadanya, hingga akhirnya mereka menyerahkan kekayaannya sebagai imbalan permohonan di tempat keramat itu. Bahkan yang cukup populer dalam tradisi gereja Katolik dan Ortodoks, adalah uang tebusan dosa. Orang yang berdosa mengadukan dosanya kepada pendeta tertentu. Sang pendeta menyatakan bahwa dosa itu akan diampuni dengan syarat menebusnya dengan jumlah dana tertentu. Para politisi juga berdatangan meminta dukungan dari tokoh agama itu agar kekuasaannya tetap langgeng. Para politisi itu siap mengeluarkan biaya dalam jumlah besar asal masih tetap berkuasa. (Hamka, Tafsir Al-Azhar, juz 10, 1984:194-195).
Mereka menumpuk-numpuk harta, menjadi manusia serakah. Mereka menjadikan kedudukan yang begitu tinggi untuk kepentingan pribadi. Mereka mengumpulkan harta untuk kekayaan diri dan golongannya, untuk kemegahan dan kekuasaan, walaupun dengan cara menghisap darah saudaranya dan menindas kaum lemah. Oleh karena itu, barangsiapa yang menumpuk-numpuk harta, tidak peduli apakah dia seorang pemuka Yahudi, pendeta Nasrani, ataukah dia seorang Ulama Islam, siapa saja, menumpuk emas dan perak, dirham dan dinar, rupiah dan dollar. Tetapi tidak mau membelanjakannya di jalan-jalan Allah; untuk kepentingan agama, kesejahteraan masyarakat, mengangkat kemiskinan, memberantas kebodohan, maka azab yang pedih akan ditimpakan Allah kepada mereka.
Penumpukan harta yang berlebihan, terkonsentrasi pada segelintir orang kaya yang bermodal besar, itulah inti kapitalisme global dengan berbagai unsurnya, yang pada akhirnya menghancurkan perekonomian dunia, sebagaimana krisis ekonomi global yang kini sedang melanda dunia. Habis tenaga mereka untuk menumpuk harta, dengan tidak mengenal lagi halal dan haram. Allah berfirman: ”Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur. Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatan itu)”. Q.S. al-Takatsur/102: 1-3.
Orang-orang yang menumpuk-numpuk harta dan menolak membagi kepada sesama akan mendapatkan azab yang pedih: ”Yaitu ingatlah pada hari ketika emas dan perak dipanaskan di dalam neraka Jahannam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka: ”Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu timbun itu”. Q.S. al-Taubah/9: 35.
Emas dan perak, serta harta kekayaan akan diseterikakan pada kening pemiliknya, yaitu kening yang telah berkerut memikirkan supaya mendapatkan keuntungan siang dan malam, sehingga tidak berpikir lagi untuk jalan kebaikan. Akan diseterikakan pada rusuk atau lambung, karena di samping rusuk itulah harta dikumpulkan dan disembunyikan. Diseterikakan pada punggung, karena dengan punggung itulah beban tanggung jawab dipikul. Kening yang senantiasa berkerut sebagai sikap orang bakhil bila melihat orang datang meminta bantuan. Rusuk yang melekat ke tempat tidur, ibarat orang bakhil yang menyembunyikan hartanya, takut diminta orang, takut pula diketahui berapa harta kekayaannya. Dan punggung adalah lambang memikul harta benda ke mana saja pergi, karena berat untuk bercerai dengan kekayaannya itu. (Hamka, Tafsir Al-Azhar, juz 10, 1984:197).
Itulah perilaku manusia yang sudah rusak jiwanya. Harta dicari dan didapatkan tidak digunakan untuk mensejahterakan manusia tapi untuk menyengsarakannya. Kekayaan dikumpulkan tidak untuk kemaslahatan tapi untuk kehancuran. Maka yang terjadi adalah krisis multidimensi yang bersumber pada keserakahan para pemilik modal. Jarak yang semakin lebar antara orang-orang kaya dan miskin. Kezaliman semakin parah. Kesejahteraan sulit terwujud. Pemilik modal mengeksploitasi kekayaan negeri, rakyat kebanyakan hanya menggigit jari menonton pesta pora mereka. Kita semua tahu, dunia, termasuk Indonesia dilanda krisis ekonomi akibat ulah kaum kapitalis.
Derma Ajaran Utama Islam
Cara pandang Islam tentang ekonomi tampaknya harus menjadi solusi. Harta dikumpulkan tidak digunakan untuk menindas dan memeras. Karena di dalam harta setiap orang terdapat hak orang lain. ”Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta, dan orang miskin yang tidak meminta” (Q.S. al-Zariyat/51: 19). Orang Islam dapat mencari harta sebanyak-banyaknya asalkan dengan hartanya itu dia semakin dekat kepada Tuhannya dan semakin peduli kepada sesamanya.
Dalam pandangan Islam, individu mendapat penghargaan yang setinggi-tingginya. Setiap orang berhak memiliki harta seberapa pun yang dapat mereka usahakan. Hanya saja kekayaan yang dimiliki orang perorang itu tidak boleh hanya terkonsentrasi pada elit orang-orang kaya pemilik modal besar saja. Kekayaan itu harus disebarkan untuk kepentingan orang banyak. (Q.S.al-Hasyr/59: 7). Hal itu berbeda dengan Individualisme Kapitalisme yang menimbulkan paham imperialisme, berbeda pula dengan Sosialisme Komunisme yang memberangus hak individu. Bila dalam Komunisme, harta kepunyaan bersama, hasilnya untuk sendiri-sendiri, Maka dalam Islam, harta kepunyaan sendiri, hasilnya dinikmati bersama. Harta yang diperoleh dari usahanya itu menjadi miliknya sendiri, hanya saja di sana terdapat hak orang lain yang harus dikeluarkan untuk mereka.

Maka Islam memberikan ajaran tentang kewajiban zakat, yaitu bahwa siapa saja memiliki harta cukup satu nisab dan genap bilangan tahunnya, maka wajib baginya mengeluarkan sebagian harta itu untuk orang-orang yang membutuhkan (mustahiq). Zakat oleh karenanya adalah pembersihan diri dari sikap pelit, bakhil, dan serakah, untuk kemudian rela berkurban memberikan sebagian yang dimiliki kepada mereka yang kekurangan. Allah berfirman: ”Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (Q.S. al-Taubah/9: 60).

Zakat itu, demikian menurut Buya Hamka adalah pertolongan bagi fakir miskin atau buruh yang membutuhkan. Tiap tahun ada hak yang dapat mereka nikmati. Aturan seperti itu akan menghapuskan rasa benci dan perasaan renggang. Aturan itu akan mempererat silaturrahim. Kalau mereka tidak pernah sekalipun mendapatkan pemberian dari si kaya, sementara tenaga, keringat, dan loyalitasnya diserahkan kepadanya, maka akan timbul perasaan bahwa orang kaya itu penghisap darah, karena hanya mau menerima tapi tidak mau memberi. Padahal kekayaan si kaya itu dikumpulkan dari keringatnya si miskin. Bila rasa benci itu timbul, maka akan mengakibatkan pertengkaran antara buruh dan majikan, antara si kaya dan si miskin. Akhirnya timbullah peperangan, yang menghancurkan segalanya. Pergerakan komunis timbul di mana-mana menentang orang-orang kaya pemilik modal besar.

Zakat yang dikeluarkan si kaya kepada si miskin setiap tahun, akan menimbulkan rasa tanggung jawab si miskin untuk memelihara dan melindungi harta si kaya. Zakat menimbulkan solidaritas sesama manusia. Orang miskin dicukupkani kebutuhannya, dibayarkan hutangnya, disenangkan hatinya. Mengeluarkan zakat merupakan bentuk kesyukuran yang tidak saja diucapkan dengan mulut si kaya tapi diikuti dengan perbuatan. Bukti dari kesyukuran itu, maka si kaya memberikan sebagian yang dimiliki untuk mereka yang masih melarat. Maka timbul kesadaran pada si kaya, sekiranya Allah tidak memberinya harta banyak seperti sekarang ini, tentu dia akan menjadi orang melarat seperti mereka.

Dengan peraturan zakat, timbul perasaan kasih mengasihi dan cinta mencintasi sesama manusia, antara si kaya dan si miskin. Orang kaya menjadi ayah si miskin yang membimbing tangan si miskin, melapangkan kesempatannya. Maka timbul semangat persatuan dan semangat tolong menolong. Mengeluarkan zakat akan memperteguh batin, mempertajam keimanan dan menguatkan kepercayaan. Harta benda adalah saudara kandung nafsu. Mengeluarkannya terasa sangat berat, jauh lebih berat dari mengerjakan shalat dan puasa. Bila diri telah biasa menafkahkan barang yang paling dicinta, yaitu harta, maka dia menjadi seorang budiman tinggi yang mudah berkurban untuk kesejahteraan. Mengeluarkan zakat berguna untuk memelihara harta dari pemborosan, atau untuk hal-hal yang tidak berguna. Harta tidak boleh ditimbun, harus dibelanjakan ke jalan Allah. Firman Allah: ”Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, bahwa mereka akan mendapatkan siksa yang pedih”. Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka, lalu dikatakan kepada mereka: ”Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang akibat dari apa yang kamu simpan itu”. (Q.S. al-Taubah/9: 34-35).

Memiliki Harta Untuk Berbagi

Dalam pandangan Islam, setiap orang boleh memiliki harta dan mencintainya. Cinta harta adalah naluri setiap orang. Setiap orang berusaha mencari harta benda, memiliki, menguasai, kemudian mempergunakannya. Hanya saja Islam membenci manusia yang terlalu berlebihan dalam mencintai hartanya, sehingga berat sekali mendermakan sebagian hartanya untuk kesejahteraan masyarakat. Mereka dihinggapi penyakit hati akut; yaitu pelit, bakhil, dan kikir. Sebagaimana disinyalir dalam al-Quran, bahwa manusia itu diciptakan bersifat keluh kesah dan kikir, ketika ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila Ia mendapat kebaikan berupa harta benda ia amat kikir (Q.S. al-Ma’ârij/70: 20).

Buya Hamka menegaskan bahwa cinta harta berlebihan hingga menimbulkan sifat bakhil, kikir, dan pelit, pertanda syirik melekat di dalam hati. Harta benda dipersekutukan dengan Allah. Cinta harta mengalahkan kecintaan kepada Allah. Seseorang dalam pandangan Islam berhak memiliki dan mencintai hartanya. Namun kecintaannya itu tidak boleh berakibat pada kerusakan diri sendiri dan kerusakan orang lain. Dalam hartanya itu sesungguhnya terdapat bagian orang lain (mustahiq) dan oleh karenanya harus dikeluarkan untuknya.

Maka di dalam al-Quran banyak sekali ayat-ayat yang mendidik manusia agar bersikap murah hati, murah tangan, mudah memberi dan bederma. Bederma untuk berbagai kepentingan, terutama demi menegakkan jalan Allah, menunjukkan tingkat keimanan-Nya kepada Allah. Mendermakan harta itu diistilahkan dengan infâq (membelanjakan), baik dalam bentuk zakat (infaq wajib), maupun shadaqah, wakaf, hadiah, hibah dan lain-lain (infaq sunnah). Mengeluarkan harta merupakan pengurbanan demi kebaikan masyarakat. Jalan Allah mengandung pengertian yang sangat luas yang semuanya itu memerlukan pengurbanan harta benda. Termasuk di dalamnya berkorban untuk kepentingan dakwah Islam, mengangkat kemiskinan, pendidikan agama, membangun atau memperbaiki masjid, mushallah, madrasah, rumah yatim piatu, rumah sakit, dan lain-lain.

Seruan berinfaq dalam al-Quran, demikian dijelaskan oleh Buya Hamka, ada yang bersifat tarhîb, bentuk ancaman kepada orang bakhil yang enggan mengeluarkan hartanya. Mereka diancam siksa yang pedih bersama hartanya di neraka. Ada pula yang bersifat targhîb, rayuan dan janji gembira bagi siapa yang mengeluarkan hartanya akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Mari kita asah nurani kita menjadi nurani yang bercahaya sehingga mampu melihat segala bentuk ketimpangan sosial. Cahaya itu menyinari sekelingnya hingga kebenaran tampak nyata dan kebatilan jelas kelihatan. Mari kita berinfak dengan rizki yang kita miliki untuk menunjukkan bahwa di dalam hati kita ada cahaya yang menerangi. Jangan hanya berebut harta, berebut kekuasaan tapi lupa sejumlah besar masyarakat menjerit. Di atas berebut kue kekuasaan, di bawah menangis terlilit kemelaratan. Mari kembali kepada Islam, meraih harta untuk kesejahteraan semua.

Facebook © 2013

Hibatullah Kamsari
angka “Triple 17, (Sebuah Kajian & renungan dibulan Ramadhan) untuk mencapai hidup bahagia, nyaman Sejahtra & sentosa yaitu sbb : 17 Pertama , Sholat 5 waktu yg berjumlah 17 Rakaat adalah Laporan harian seorang Muslim Mu’min kepada Allah sebagai bentuk Ibadah ritual yg bersifat wajib & sebuah perintah dari Allah yg telah diterima oleh baginda kita Nabi Muhammad pada Malam M’raj , jika hal ini dijaga dengan se-baik2nya insya Allah anda bisa hidup bahagia, tentram dunia akhirat,,,17 Kedua’ 17 Ramadhan,,, Diturunkannya Al-Quran sebagai pedoman hidup ummat islam & Kitab sucidan Mu’jizat yg dibawa oleh Junjungan kita Nabi Muhammad SAW, sehubungan dengan bulan Ramadhan ini maka perbanyaklah membaca Al-Quran & amalkan insya Allah anda mendapat Syafaat dari Allah dan sebaik-baik kamu sekalian adalah yang belajar Al-Quran & mengajarkannya, > 17 ketiga : 17 Agustus Proklamasi Kemerdekaan Indonesia) adalah sebuah sejarah kejayaan & kemenangan Ummat Islam & bangsa Indonesia yg telah terbebas dari penjajahan, karena berkat Rahmat Allah yang maha kuasa, dan perjuangan umat islam & bangsa Indonesia yang diiringi dengan tekad dan keinginan yg luhur maka Alkhamdulillah Kita mendapat nikmat yg luar biasa dari Allah Swt ,,,mari kita manfaatkkan nikmat ini dengan sebaik-baiknya.
GERAKAN RIIL MUHAMMADIYAH SEKARANG SUDAH MENCAPAI:

TK/TPQ 4.623 BUAH SEKOLAHAN
Sekolah Dasar (SD)/MI 2.604 SEKOLAHAN
Sekolah Menengah Pertama (SMP)/MTs1.772 BUAH SEKOLAHAN
Sekolah Menengah Atas (SMA)/SMK/MA1.143 BUAH SEKOLAHAN
Pondok Pesantren 67 BUAH
Jumlah total Perguruan tinggi Muhammadiyah 172 PTM
Rumah Sakit, Rumah Bersalin, BKIA, BP, dll 457 BUAH
Panti Asuhan, Santunan, Asuhan Keluarga, dll .318 BUAH
Panti jompo *54 BUAH
Rehabilitasi Cacat *82 BUAH
,Sekolah Luar Biasa (SLB) *71 BUAH

ORGANISASI KEMASYARAKATAN LAIN SUDAH PUNYA BERAPA YA???
PRESIDEN SBY DAN TOKOH SENAYAN TAHU APA TIDAK YA,KALAU MUHAMMADIYAH SEGITU GEDHE PERANNYA .???????

Taufiq Hartono
7 KIAT SUKSES IBADAH RAMADHAN

(1) NIAT hanya utk taqarrub kpd Allah, ikhlas, dan harapkan ridha-Nya semata.

(2) Kuasai ILMU-nya; rukun, sunnah, hal2 yg makruh dilakukan, hal2 yg membatalkan.

(3) FOKUS. Tinggalkan hal2 yg tak penting.

(4) JANGAN LAKUKAN PELANGGARAN sekecil apa pun.

(5) Setiap ada peluang kebaikan, SEGERA LAKUKAN!

(6) DULUKAN yg WAJIB2 atas yg sunnah2.

(7) I’TIKAF 10 HARI terakhir di Masjid.

LUAR BIASA !
Di Pondok Modern Darussalam Gontor ada ketentuan wajib cukur model ABRI. Ketentuan itu berlaku bagi santri kls 5 yang “manqul” atau naik ke kls 6. Cukur model ABRI itu dilakukan serentak pada hari itu juga setelah pengumuman kenaikan kelar.
Hal itu sudah menjadi sunah pondok, dan menjadi tanda, klo kepala santri dicukur model ABRI, berarti ia naik ke kls 6. Dan umumnya terlihat pada awal tahun ajaran baru.
Pada masa ana dulu, th 1977 jumlah santri yang naik ke kls 6 ada 126. Untuk mencukur kepala sebanyak itu, tentu dibutuhkan beberapa tukang cukur. Tidak mungkin satu atau dua tukang tukang cukur. Kwalahan toch. Terlebih lagi saat sekarang ini, jumlah santri semakin banyak. Sekiranya ada 500 kepala yang harus dicukur, maka diperlukan lebih banyak lagi tukang-tukang cukur itu untuk beraksi dalam ‘pesta pangkas rambut’ hehe.
Dari hal ini, barangkali boleh kita katakan, bahwa wajib cukur ABRI secara serentak itu, mendatangkan keberkahan tersendiri bagi para tukang cukur.
Luar Biasa ya !
Sahlani Zaini
LUAR BIASA !
Penilaian orang besar tentang orang besar.
Alkisah, ada wartawan bertanya kpd Pak Zar (KH. Imam Zarkasyi), “Berapa banyak diantara alumni Gontor yang sudah menjadi orang besar ?”
Pak Zar balik bertanya, “Apa yang anda maksud dengan orang besar ? Apakah dia yang besar perutnya, besar kepalanya atau besar apanya ?”
Wartawan itu lalu menjelaskan kriteria orang besar dengan menyebutkan berbagai macam pangkat dan kedudukan di masyarakat.
Pak Zar pun menjelaskan, “Begini mas, bagi kami orang besar itu bukan karena pangkat dan kedudukannya. Santri (alumni) kami yang mau mengajar di surau kecil, sekalipun di desa terpencil adalah orang besar bagi kami.”
Sebuah jawaban yang menekuk pandangan kebanyakan orang tentang makna orang besar.
Begitulah orang besar menilai orang besar.
Luar Biasa !
Hal dapat dibaca di majalah GONTOR, Rajab-Sya’ban 1434/Juni 2013, hal.45.
PERNAHKAN TERBAYANGKAN JIKA ORANG TIDAK LUPA TERHADAP SEMUA HAL? PASTI AKAN TERSIKSA.
PERNAHKAH TERBAYANGKAN JIKA LUPA TERHADAP SEMUA HAL…JUGA AKAN MENDERITA.
LUPA…SUATU SAAT JADI ANUGERAH .
SUATU SAAT JADI MUSIBAH .
TERKADANG ORANG BERLINDUNG DIBALIK LUPA AGAR SELAMAT .
ADA ORANG SELAMAT KARENA LUPA..
BANYAK ORANG MENDERITA KARENA TIDAK LUPA.
ORANG LUPA …TERBEBAS DARI SALAH.
TAPI JANGAN JADI PELUPA,,,
Sahlani Zaini
LUAR BIASA !
Pondok Modern Darussalam Gontor mendidik santrinya berpakaian rapih. Hal itu bisa dilihat dari santri masuk kelas, mereka harus memasukkan baju ke dlm celana dan memakai ikat pinggang alias gesper.
Bahkan di luar jam sekolah pun harus begitu. Seperti ke dapur utk makan. Dan bila memakai sarung, baju pun harus dimasukkan dan juga wajib memakai gesper.
Kerapihan berpakaian juga bisa dilihat dari guru2 yg mengajar. Mereka berdasi, bahkan tdk jarang ada yg memakai stelan jas, layaknya pakaian anggota dewan yg hendak sidang.
PMDG menerapkan hal itu, jauh sebelum anak2 sekolah tingkat smp dan sma serta guru2nya lakukan.
Berpakaian rapih diperlihatkan pula oleh Pak Zar (KH. Imam Zarkasyi) sbg pimpinan. Dalam acara pondok seperti khutbatul arsy, beliau mengenakan jas dan berdasi dg sorban putihnya dileher.
Fenomena itu menjungkir-balikkan pandangan orang yg membayangkan santri pesantren sbg sosok yg melulu sarungan.
Mungkin juga kita2 dulu, sebelum masuk ke gontor, mempunyai gambaran seperti itu. Dan stlh masuk gontor, ternyata keliru besar.
Dalam soal berpakaian saja, PMDG mendidik santrinya supaya bepenampilan rapih.
Luar Biasa !

Ayat-Ayat Cinta

MANFAAT MEDIS DARI PUASA SENIN – KAMIS…

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … BERPUASA boleh dibilang sudah lama diketahui sangat baik untuk kesehatan. Tapi, sekarang manfaat berpuasa untuk kesehatan makin terbukti secara ilmiah.

Bahkan para peneliti menyarankan bahwa ada baiknya mulai kembali berpuasa karena terbukti puasa dua hari dalam satu pekan sangat bermanfaat untuk kesehatan hormon dan perubahan metabolisme.

Saat ini ada bukti kuat bahwa berpuasa dua hari sangat baik…

Puasa yang dimaksud di sini adalah mengonsumsi makanan hanya sekitar 500-800 kalori. Bandingkan dengan asupan harian sekitar 2.000 kalori untuk perempuan dan 2.500 kalori untuk pria.

Asupan itu bisa menurunkan tingkat pertumbuhan hormon yang terkait dengan kanker dan diabetes. Tak ketinggalan juga, mengurangi kolesterol buruk LDL dan lemak dalam darah.

Sedangkan radikal bebas juga menurun. Dari hasil penelitian ini juga terbukti bahwa tingkat peradangan dapat berkurang. Bahkan, disebutkan pula berpuasa dapat melindungi otak. Maka, risiko penyakit degeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson pun bisa dikurangi.

“Menurunkan secara drastis asupan makanan memicu proses protektif di otak,” ujar Profesor Mark Mattson, kepala bagian syaraf di US National Institute on Ageing. ”Ini sama dengan mendapatkan efek tambahan ketika olahraga,” ujarnya.

Kesimpulan itu diperoleh dari hasil penelitian terhadap sekelompok perempuan yang mengalami obesitas dan kelebihan berat badan yang menjalani diet 1.500 kalori sedangkan kelompok lain hanya 500 kalori selama dua hari.

Ternyata, hasilnya menggembirakan.Kedua kelompok memang mengalami penurunan berat badan. Namun, kelompok yang berpuasa (asupan 500 kalori) ternyata mengalami kemajuan yang lebih pesat

. Menurut peneliti, mereka mengalami peningkatan sensitivitas insulin. Ini berarti mereka punya kendali tingkat gula darah yang lebih baik.

LIKE THIS → Ayat-Ayat Cinta
___________________________
Inilah ALASAN MENGAPA AMERIKA TIDAK BERANI MENYERANG INDONESIA, [ Gak Baca,RUGI. ] baca yuk artikel selengkapnya
di page ini : Lautan Cinta penuh Berkah

Sahlani Zaini

Kematian menyingkap tabir hal2 yg sebelumnya tdk diketahui oleh banyak manusia. Demikian halnya dgn kematian Uje. Uje dicintai oleh banyak orang. Ribuan orang dari berbagai lapisan turut menyolatkan dan mengantarkannya ke persinggahan terakhir dari dunia yg fana ini dan pesinggahan pertama dari negeri akhirat nan abadi. Uje, tlh melakukan transformasi jiwa. Ia meninggalkan dunia kelamnya menuju ja…lan Tuhan yg penuh cahaya. Sungguh ia menjadi bukti tentang kecintaan Allah kpd orang2 yg bertobat. INNALLAHA YUHIBBUT TAWWABIN.

Uje, tidak saja bertobat, bahkan ia mengajak manusia ke jalan Tuhan yg haq, krn bisa jadi ia tlh mendapatkan kelezatan tobat, dan ia menginginkan orang lain turut menikmati lezatnya tobat itu yg ia sampaikan lewat ceramahnya dgn intonasi yg mampu menggetarkan kalbu. Betapa bahagianya seorang hamba yg memperoleh karunia cinta Tuhannya. Kecintaan manusia kpdnya adalah refleksi cinta Allah kpd hamba itu.

Satu hadits Rasulullah saw : jika Allah mencintai seorang hamba, lalu Allah menyeru kpd Jibril, bhw Allah mencintai fulan, maka cintailah ia, Jibril kemudian menyeru kpd penghuni langit, Allah tlh mencintai fulan, maka cintailah ia oleh kalian, para penghuni langit pun menyeru kpd penghuni bumi, bhw Allah mencintai fulan, cintailah ia oleh kalian. kemudian cinta itu diletakkan di bumi.

Pijakanku menulis ini adalah satu hadits Rasulullah saw : udzkuru mahasina mawtakum wa kuffu ‘an masawihim. Sebut2lah kebaikan orang mati kamu dan cegahlah/genggamlah (jangan ungkapkan) keburukannya.Wallahu a’lam bish shawab.Selamat jalan Uje ! Smg kau dalam pelukan mesra Tuhanmu. Ku tutup dgn doa : ya Allah ! Karuniailah kami cintaMU dan cinta orang2 yg mencintaiMU. Amin.Lihat Selengkapnya

 

| TANDA-TANDA KEMATIAN |

Allah telah memberi tanda kematian seorang muslim sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan 1 hari menjelang kematian.

Tanda 100 hari menjelang ajal :
Selepas waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari terang ke gelap), kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil, getaran yang sangat kuat, lain dari biasanya, Bagi yang menyadarinya akan terasa indah di …hati, namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh apa-apa.

Tanda 40 hari menjelang kematian :
Selepas Ashar, jantung berdenyut-denyut. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur. Malaikat maut akan mengambil daun kita dan mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari.

Tanda 7 hari menjlang ajal :
Akan diuji dengan sakit, Orang sakit biasanya tidak selera makan. Tapi dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselera meminta makanan ini dan itu.

Tanda 3 hari menjelang ajal :
Terasa denyutan ditengah dahi. Jika tanda ini dirasa, maka berpuasalah kita, agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan orang yang memandikan kita nanti.

Tanda 1 hari sebelum kematian :
Di waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun, menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besok harinya.
Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk di bagian pusar, kemudian ke pinggang lalu ketenggorokan, maka dalam kondisi ini hendaklah kita mengucapkan 2 kalimat syahadat.

Sahabatku yang budiman, subhanAllah, Imam Al-Ghazali, mengetahui kematiannya. Beliau menyiapkan sendiri keperluannya, beliau sudah mandi dan wudhu, meng-kafani dirinya, kecuali bagian wajah yang belum ditutup. Beliau memanggil saudaranya Imam Ahmad untuk menutup wajahnya. SubhanAllah. Malaikat maut akan menampakkan diri pada orang-orang yang terpilih. Dan semoga kita menjadi hamba yang terpilih dan siap menerima kematian kapanpun dan di manapun kita berada. Aamiin.

Sahlani Zaini

Uje !
Kau lahir menangis, sedangkan manusia sekelilingmu tertawa gembira.
Uje !
Kau telah mengukir hidup dgn kebaikan yg kau taburkan pada banyak manusia.
Uje !
Kau kini telah pergi dgn tersenyum, sedangkan mereka menangis atas kepergianmu.
Selamat jalan Uje !
Smg Allah swt mengampuni dan merahmatimu.
Amin.

 

Kematian itu sifatnya ;
– misterius,
– tiba2/mendadak,
– mengejutkan,
– tdk disangka2

 

 

KEIKHLASAN YANG DIPAKSAKAN

 

Al-hamdulillah Anakku Bagus sekarang sudah kelas 3 KMI Gontor, kalau mengingat proses masuknya agak mengenaskan, tadinya sudah aku daftarkan di Pond Pes Al-Hasan Pondok Gede karena aku tertarik bhs Arabnya yang lumayan bagus, tapi ternyata aku keberatan karena tingginya biaya, maka aku putuskan untuk memasukkan ke Gontor yang lebih murah meriah. Menurut peraturan uang muka akan dikembalikan setengahnya, yah lumayan untuk nambah-nambah biaya, karena itu uang arisan istri yang harus dibayar selama setahun, ternyata setelah saya minta di administrasi tidak bisa dikembalikan, kata kep sek bisa dikembalikan 50% harus dilunasi dulu 7 jt. Ini penafsiran sepihak lalu aku pun naik banding ke pimpinan tertinggi, namun hasilnya sia-sia. Inilah keikhlasan yang dipaksakan.

Beda dengan di Gontor, dalam pertemuan wali santri dengan Mudir, beliau mengatakan, jika ada yang keberatan dan mau mengundurkan diri silakan mengambil kembali uangnya kecuali uang sumbangan. Inilah salah satu perbedaan antara Pondok Gontor dan Pondok Alumni , tapi ini tidak berlaku untuk semua pondok Alumni, karena aku pernah ikut babat alas pondok alumni di kroya dan Banyumas selama 5 th, bagi yg bener-bener berkiblat ke sana pasti akan mengikuti panca jiwa yaitu jiwa keikhlasan.

 

 

۞ MARI BERKONGSI ILMU ۞

Alangkah sia-sianya diri kita bila:

>> Ilmu yang kita ada tidak diamalkan,
>> Amal yang kita lakukan tidak ikhlas,
>> Harta yang kita dapat tidak disedekahkan,
… >> Hati kita kosong dari berzikir,
>> Badan malas untuk beramal,
>> Cinta kita bertepuk sebelah tangan kepada sang pencipta,
>> Waktu yang kita ada disia-siakan,
>> Kita memikirkan sesuatu yang tidak ada manfaatnya,
>> Kita enggan berkhidmat untuk mendekatkan dirimu pada Allah,
>> Kita TAKUT terhadap sesuatu yang tidak boleh memberi mudharat dan manfaat.

Klik Like dan share.

 

SENTUHAN EMBUN KEBUDAYAAN

Praktek amar ma’ruf, memang relatif lebih mudah , di banding nahi mungkar……

Sbb, amar ma’ruf hanya bersifat mmberi informasi trhdp seseorang ato publik dlm kondisi yg netral, tuk mengajak menuju kebaikan . Sedang nahi mungkar adlh bersifat mencegah trhdp fenomena kemaksiatan dan kemungkaran di manapun adanya……

So, justru karna nahi mungkar itu lbh sulit aplikasinya , selayaknya tuk mendekati mereka, yakni para pelaku kemungkaraan , harus dg strategi yg cerdas . Meski tak harus secepat kilat hasilnya …..

Sbb , jika main hatem kromo ,ingin segra berhasil , justru akan mencitrakan bhw da’wah islam itu garang , sadis, anarkhis dll , terutama ditengah percaturan politik global yg penuh dg ranjau2nya , dimana klaim2 negatif lbh mudah disematkan lewat kekuatan sbuah media……..

Toh, Tuhan tlah mendikdik ummat manusia ttg arti sbuah kebijakan strategi(hikmah). Dan Dia pun hanya menilai proses perjuangan ummat dlm sgala bentuk ihtiar ttg kesabarannya . Bukan menilai hasil capaiannya……..

Mari hiasi proses nahi mungkar dg strategi kebudayaan yg smart dan anggun……

 

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s