GAGASAN HABIB ABU BAKAR ARSAL AL-HABSYI TTG PERDAMAIAN SUNNAH SYIAH DI FACEBOOK

GAGASAN AL-HABIB AGUS ABU BAKAR ARSAL AL-HABSYI

DI FACE BOOK

1.   Agus Abubakar Arsal Alhabsyi

ـ الإمامُ الهاديُّ : مَن أطاعَ الخالِقَ لَم يُبالِ بسَخَطِ المَخلوقِ .
Imam al-Hadi: ‘Dia yang taat kepada al Khaliq tidak peduli dan tidak terganggu oleh kebencian (ketidakridhoan) makhluk’.

Imam al-Hadi said, ‘He who obeys the Creator is not bothered by the displeasure of the creation [i.e. other people].’[Bihar al-Anwar, v. 78, p. 366, no. 2]

Barangsiapa mencari ridha makhluk dengan meninggalkan ridha al Khaliq maka Allah akan membuat makhluk (manusia) tidak ridha kepadanya. Barangsiapa yg mengutamakan ridha Al Khaliq daripada ridha makhluk (manusia) maka Allah akan membuat makhluk ridha kepadanya.

2.   Agus Abubakar Arsal Alhabsyi

Kita harus mendukung dan menyosialisasikan pemahaman Islam yg benar dari setiap kelompok mazhab dengan mengutamakan prinsip universal dan titik temu yg ada.

Kelompok sempalan dari masing2 kelompok harus diidentifikasi dengan baik dan disikapi secara bertahap dari tahap persuasif sampai tindakan hukum jika memang ada pelanggaran hukum di dalamnya.

Apa yg dilakukan oleh penerbit buku (Mengenal Penyimpangan Syiah di Indonesia) yg diterbitkan oleh sekelompok orang yg mengatasnamakan dan mencatut MUI, secara tidak langsung menyebarluaskan pemikiran yg tdk relevan dan merupakan bagian dari masa lalu dari sempalan Syiah yg hanya ada dalam museum pemikiran.

Banyak pendapat yg ditampilkan yg sebenarnya ditolak oleh main stream Syiah. Sebagian lagi disalahpahami atau memaksakan penafsiran yg tidak sesuai dgn pendapat ulama/maraji’ mu’tabar Syiah.

Kasihan umat yg dicekoki dgn buku kontra produktif yg kmd disalahgunakan oleh pihak2 ekstrim dan radikal sebagai justifikasi kekerasan dan jihad.

Ini potensial memicu konflik sektarian sbgmn yg telah terjadi di berbagai negara Islam spt Irak, Pakistan, Afganistan, Suriah.

Dan ini terbukti bahwa di beberapa tempat penggerebekan sarang teroris ditemukan buku tsb.

Institusi MUI dianggap otoritatif shg tidak heran jika ada polisi yang secara salah kaprah menjadikannya rujukan dalam mengambil tindakan.

Pemerintah harus menfasilitasi reposisi/reformulasi/reformasi peranan MUI dalam kehidupan bernegara shg lembaga fatwa MUI tidak bertabrakan dgn HAM, konstitusi dan hukum positif terutama menyangkut kehidupan sosial kemasyarakatan.

 

  1. Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana.

 

Dia menjadikan Kebahagiaan dan ketenangan pada ridha (akan ketentuan Allah) dan yakin (akan pertolongan Allah). Harta, anak, jabatan dan segala hal material lainnya bukan ukuran kebahagiaan. Bukan pula ukuran kemuliaan.
Begitu pula Allah menjadikan penderitaan dan kesempitan hidup itu pada syak (curiga, ragu) dan benci (kepada ketetapan Allah, kpd sesama), bukan pada kemiskinan dan ketiadaan kedudukan.

Harta, jabatan, keluarga hanyalah ujian belaka. Mereka bisa menjadi perhiasan jika dikelola dg baik. Atau menjadi sarana penyiksaan Allah jika manusia salah memperlakukannya.

لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ

Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup (harta dan jabatan) yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang ingkar itu), dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman.(15:88).

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.(18:28).

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga (perhiasan) kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.(20:131).

فَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ

Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak (kekuasaan) itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.(9:55).

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

Harta dan anak-anak (kekuasaan) adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.(18:46).

فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”.

وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ

Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”.

كَلَّا ۖ بَلْ لَا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ
Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim,

وَلَا تَحَاضُّونَ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ

dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,

وَتَأْكُلُونَ التُّرَاثَ أَكْلًا لَمًّا

dan kamu memakan harta dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil),

وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا

dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.(89:15-20).

Kecintaan akan harta telah memalingkan dan mengasingkan manusia satu sama lain.

Mereka memandang manusia lainnya hanya sebagai objek yg hanya dihargai sejauh fungsi material mereka.

Harta dan kekayaan Jadi tolok ukur keutamaan.

Bahkan sayyidina Ali bersabda: “Bahwa (sbgn besar) manusia bisa tidur nyenyak ketika kehilangan anaknya namun tidak bisa tidur ketika kehilangan harta nya”.

Beruntunglah mereka yg bertakwa yaitu mereka yg senantiasa sadar, peduli, prihatin, peka dan rela berkorban demi kepentingan yang utama (kemanusiaan dan nilai-nilai agung lainnya).

ka yg membangunkannya. (Hadist)

Sesungguhnya awal terjadinya fitnah adalah hawa nafsu yg dituruti, dan hukum (yg diada-adakan) yg bertentangan dgn kitab ALLAH. Sedangkan pelaksana hukumnya adalah seorang yg tdk berlandaskan kepada aturan agama ALLAH SWT. Seandainya kebathilan itu tdk bercampur dgn kebenaran, maka tdk akan samar lagi bagi org yg mendatanginya. Dan seandainya kebenaran itu murni dari samarnya kebathilan, maka bungkamlah mulut-mulut penentangnya. Namun diambil sebagian dari kebenaran dan sebagian dari kebathilan, kemudian dicampur aduk antara keduanya, dan disitulah syaitan mulai memperdaya para pengikutnya. Dan hanya org-org yg mendapatkan petunjuk kearah kebaikan dari ALLAH SWT yg akan selamat dari tipu daya.”
(Nahjul Balaqah Al-Imam Ali ibn Abi Thalib, khutbah.50, shaf.88).

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.( 2:42 )

ـ الإمامُ عليٌّ (عَلَيهِ الّسَلامُ): مَن شَبَّ نارَ الفِتنَةِ كانَ وَقوداً لها.

Imam Ali kw berkata: ‘Siapa yg menyalakan api fitnah maka ia akan menjadi kayu bakarnya’. [Ghurar al-Hikam, no. 10109]

4.   Agus Abubakar Arsal Alhabsyi

Doa harus, usaha harus, waspada harus dan tawakal harus.
Barang siapa berbuat baik sesungguhnya itu untuk dirinya sendiri. Barang siapa berbuat zalim sesungguhnya dia tidak menzalimi siapa pun kecuali dirinya.
Bekerjalah! Allah, RasulNya dan orang2 beriman akan menjadi saksi atas amal usahamu.
Tidak ada perbuatan yg sia2 di sisi Allah. Yang penting niatnya utk kemaslahatan umat dan bangsa.
Tidak menimpa suatu rencana jahat kecuali kepada si perencana.

اسْتِكْبَارًا فِي الْأَرْضِ وَمَكْرَ السَّيِّئِ ۚ وَلَا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِ ۚ فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا سُنَّتَ الْأَوَّلِينَ ۚ فَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَبْدِيلًا ۖ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَحْوِيلًا

karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu.( 35:43 ).

5.   Jika kekuasaan menghampirimu

31 Desember 2013 pukul 17:07

Wahai saudaraku yg mulia. Sekiranya kelak nanti kamu berkuasaan dan menempati jabatan penting, berperilakulah tegas dan jelas, berpikiran dg pikiran lembut dan mudah.
Jangan biarkan bantuan kecil mendekatimu pada orng yg mementingkan diri; dan jangan biarkan intensitas berlebihan bertabrakan dengan racun kejahatan. Bila kamu bertemu dg orng tidak jujur, gerakkan mereka dg ketulusan. Bila kamu bertemu dg orang jahat, pengaruhi mereka dg kelembutan. Bila kamu ketemu dg orng sesat,gerakkan mereka dengan keadilan. Maka seluruh dunia menjadi milikmu.. Jika kamu ingin ” mengambil sedikit kesenangan di tengah ketergesaan,” kamu harus memegangnya lebih dahulu ketika kamu berada di saat santai. Bila kamu ingin “meraih ketenangan di tengah keriuhan” kamu harus memiliki penguasaan diri dari ketenangan. Sebaliknya, seseorng akan terpengaruh oleh situasi dan dikuasai jalannya peristiwa. Keheningan berlebihan menimbulan rasa takut; keadilan menghasilkan lebih banyak sahabat; kedermawanan meninggikan kedudukan; dg kerendahan hati, rahmat melimpah;dg menghadapi kesulitan,kepemimpinan tercapai; dg perilaku adil, lawan dikalahkan; dan dg kesabaran terhadap orng bodoh, sahabatnya bertambah (Imam Ali as)

6.   Agus Abubakar Arsal Alhabsyi

KARENA CINTA

Karena cinta duri menjadi mawar
Karena cinta cuka menjelma anggur segar
Karena cinta keuntungan menjadi mahkota penawar
Karena cinta kemalangan menjelma keberuntungan
Karena cinta rumah penjara tampak bagaikan kedai mawar
Karena cinta tumpukan debu kelihatan seperti taman
Karena cinta api yang berkobar-kobar jadi cahaya yang menyenangkan
Karena cinta syaitan berubah menjadi bidadari
Karena cinta batu yang keras menjadi lembut bagaikan mentega
Karena cinta duka menjadi riang gembira
Karena cinta hantu berubah menjadi malaikat
Karena cinta singa jadi kucing tak menakutkan
Karena cinta sakit jadi sehat
Karena cinta amarah berubahmenjadi keramah-ramahan.

Gubahan syair sang Sufi

 

7.   Agus Abubakar Arsal Alhabsyi

Kesedihan dan keprihatinan terkadang melemahkan kita, sehingga Rasul pun di tegur sapa oleh Allah utk tidak membiarkan kesedihan melemahkan diri beliau:

فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَىٰ آثَارِهِمْ إِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا بِهَٰذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا

Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran).( 18:6 )

Al Qur’an mendidik kita untuk membangun dialog dengan kaum ahlul kitab dengan cara yg terbaik, mencari titik temu dengan mereka, kita dilarang memaki tuhan dan tokoh agama dari penganut agama yg berbeda dengan kita. Kita diperintahkan untuk tabayyun atas info dari orang fasik. Kita diingatkan Allah bahwa di antara non muslim ada orang yg penuh kasih, lembut dan baik hati. Kita dilarang menggeneralisir mereka secara negatif. Kita dididik untuk bersangka baik dan berusaha memahami latar belakang pemikiran dan keyakinan pihak lain serta berbicara sesuai dengan kadar akal mereka. Kita tidak dibenarkan memaksakan persepsi sepihak terhadap mitra dialog apalagi sebarang menuduh lawan bicara bohong. Allah melaknat mereka yg sebarang menuduh bohong lawan bicaranya.

Kita tidak boleh menghakimi tanpa memberi hak kepada pihak yg terdakwa untuk membela diri.

Dalam akhir dari setiap dialog kita diperintah untuk berserah diri kpd Allah dan menegaskan bahwa Dia lah sebaik-baik Hakim yg akan memutuskan hal-hal yg diperselisihkan.

Kalau kepada kaum musyrikin dan ahlul kitab saja kita disuruh menjalankan prinsip-prinsip di atas apatah lagi kepada sesama ahlu kiblat.

Para ulama adalah pewaris para nabi. Adalah sangat layak dan pantas bahwa seharusnya merekalah yg terdepan dalam mengamalkan dan mencontohkan prinsip tersebut. Apalagi mereka yg berada dalam kedudukan formal lembaga keulamaan.

Pelanggaran terhadap prinsip diatas sungguh merupakan suatu pelanggaran yg luar biasa jika dilakukan oleh mereka yg menyandang gelar ulama apalagi dengan mencatut nama organisasi ulama.

Semoga Allah segera mengembalikan ke jalan lurus mereka yg tergelincir dan mengampuni mereka.

 

 

  1. GHIBAH, FITNAH DAN NAMIMAH

 

Jangan sakiti saudaramu sesama muslim dgn menyebarkan kabar buruk.

“Dan orang2 yg menyakiti orang2 mukmin laki-laki dan perempuan, tanpa ada kesalahan yg mereka perbuat, maka sungguh mereka telah memikul kebohongan dan dosa yg nyata”. (QS.33:58)

Dan janganlah kamu ikuti orang yg banyak bersumpah lagi hina, yg banyak mencela, yg kian kemari menghambur fitnah, yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa, yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya. (QS.68:10-13)

Dosa besar dan akan ditimpa laknat Allah, akibat dari Lidah selain Fitnah ialah Namimah (Menghasut), yakni, menyampaikan pembicaraan seseorang kepada orang lain dgn tujuan menciptakan perselisihan dan fitnah.

Fitnah dan namimah menjauhkan dirinya dari surga. Sabda Rasulullah SAW : “Tidak masuk surga orang yg suka menyebarkan fitnah”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Ghibah / menjelekkan orang lain pun termasuk hal yg dilarang. Rasulullah bersabda melalui Abu Hurairah : “Jika kamu berkata mengenai cerita yg benar berarti kamu melakukan Ghibah, jika tidak benar berarti kamu memfitnahnya”.

Wamin ma’asyi lisan, “Alghibatu”
Dari sebagian maksiat lisan adalah ghibah / menjelekkan orang lain.

“Latair ahadan bima fihi”

Jangan mencela, membicarakan kejelekkan orang lain baik di depannya atau di belakangnya kpd seseorang oleh suatu pembicaraan yg dikerjakan oleh orang yg dibicarakan.

“Wala kafaarotun ligiibati hatta yas tahilu au yastaghfir lahu”

Tidak ada jalan kifarat/taubat kepada orang yg membicarakan kejelekkan orang lain kecuali orang itu meminta halal kepada org yg dibicarakan dan minta maaf.

Syaikh Abdurrahman As Sa’di ra berkata, “Termasuk kesalahan yg berat adalah langsung menerima perkataan sebagian orang yg memburuk burukkan orang lain, lalu timbul benci dan celaan (karena cerita tsb). Dgn inilah dapat diketahui kadar agama seseorang”. (Ar Riyadl An Nadlirah hal 209).

 

9.   Mudzakir culas dalam masalah Syiah, berikut kesaksian seorang aktivis senior Ustadz Abu Husna

Samir Musa Selasa, 21 Safar 1435 H / 24 Desember 2013 21:14

 

Syaikh Abu Husna Abdurrohim M. Thoyyib (hafizahullah)

CILACAP (Arrahmah.com) – Pembaca yang budiman, berikut ini kami tampilkan kesaksian dengan sumpah seorang mukmin, Wa Allahi, tentang Mudzakir Gumuk yang terang benderang disebut oleh aktivis dakwah dan jihad Abu Husna melakukan aktivitas Syiah.

Aktivitas Syiah yang dimaksud itu dari mulai mengajar materi Syiah Tau’iyyah (Indoktrinisasi) di YAPI Bangil pimpinan Husein Al-Habsyi, menikah mut’ah dengan seorang perempuan yang janda mutahnya masih didapati pada tahun 2000, hingga dia dipercaya sebagai wakil Amir Syiah Husein Al-Habsyi yang sudah diketahui Abu Husna pada tahun 1985.

Berikut ini kami tampilkan secara utuh isi kesaksian Abu Husna Abdurrohim M. Thoyyib yang kami kutip dari shoutussalam.com Selasa (24/12/2013).

Bismillahirrahmanirrahim. Wallahi, di bawah ini saya tuliskan kesaksian saya tentang Mudzakir (KH. Mudzakir Gumuk) berkaitan kepada kebohongan dan keculasan dia akan perkara Syiah Iran. Wallahu musta’an.

 

Mudzakir (KH. Mudzakir Gumuk)

1. +- Tahun 1978, saya Abu Husna Abdurrohim M. Thoyyib, adalah santri di Al-Mukmin, dan dibiayai oleh Bp. Abdullah Marzuki, pemilik Penerbit dan Toko Buku Tiga Serangkai, Jl. Hayam Wuruk, Solo.

Setiap liburan pesantren saya pulang ke Tiga Serangkai, bantu-bantu di rumah atau di percetakan bersama dua teman, Imam Muqorrib dan Aminnudin, juga ada teman di sekitar sana, namanya Jiya Iskandar, putra Bp. Buyung Nurdin, kebetulan dia ngaji ke Ust. Mu­dza­kir di masjid Gumuk. Suatu siang, saat liburan dan menginap di Tiga Serangkai, saya bermain sepeda di depan SD Mangkubumen (kalau tidak salah) bersama teman-teman.

Saat di jalan raya itu, saya ditanya oleh seorang tua berjubah dan berjenggot, “Di mana masjid Gumuk, masjidnya Ustadz Mudzakir.” Kebetulan saya sering sholat berjamaah di sana, jadi tahu juga arah­nya. Saya tunjukkan tempatnya. Secara sadar saya tanya beliau, “Boleh tahu, bapak siapa dan dari mana?” Jawabnya, “Saya Husein Al-Habsyi, dari YAPI Bangil Jatim. Dua anak saya, saya titipkan di pesantrennya Ustadz Mudzakkir,” lanjutnya. Saya baru tahu bahwa di komplek masjid Gumuk itu ada pesantrennya. Dan dua anaknya Husein Al-Habsyi ada di sana. Saya juga ditanya siapa saya. “Saya Gilang nama saya, dan saya santri Al-Mukmin Ngruki”, jawab saya.

Di kemudian hari, saya tahu bahwa Husein Al-Habsyi adalah Amir Syiah di Indonesia, yang telah berbaiat kepada Imam Khomeini di Qom Iran. Dan Ustadz Mudzakir adalah wakilnya di YAPI Bangil, mengajar materi Tau’iyyah (Indoktrinisasi). Yang pa­ling tahu terhadap hal ini adalah Sdr. Basuki Rahmat, seorang pembantu kantor di YAPI, yang pernah kami undang ke Ma’had Al-Mukmin +- tahun 1985.

2. +- Tahun 2000, saya diminta mengisi pengajian di Karanganyar di Pos, nama wilayah di sana. Setelah pengajian selesai kami berbincang dengan sebagian peserta seputar aktivitas di daerah tersebut. Di antaranya, di tempat tersebut banyak yang mengaji ke Ust. Mudzakir (Gumuk) dan beberapa perbincangan tentang indikasi Syiah di Solo. Tiba-tiba ada seorang ikhwan peserta perbincangan nyletuk, “Siapa sih yang tidak yakin bahwa Ust. Mudzakir itu Syiah, suruh saja dia main ke tempat saya, biar saya jelaskan kesaksian istri saya, bahwa istri saya adalah janda mut’ahnya Mudzakir.”

3. +- Tahun 1998 saya berkunjung ke Malaysia, ke rumah ustadz-ustadz saya di sana, di antaranya berjumpa dengan Ustadz Abdullah Sungkar (Alm). Beliau bercerita runtut tentang kehadiran Ustadz Mudzakir beberapa waktu yang kedua kali, kata beliau selama dua jam Mudzakir berbincang di rumah Ust. Abdullah Sungkar.

Dikisahkan, bahwa kehadiran Ustadz Mudzakir di Malaysia di rumah Ustadz Abdullah Sungkar adalah dengan suatu misi permohonan kepada beliau, agar beliau berkenan menetralisir tuduhan para ikhwan di solo yang menyatakan beliau itu berpaham Syiah.

Jawab beliau kepada Mudzakir, “Itu mudah saja, caranya adalah terangkan dan jelaskan kepada umat Islam bahwa Syiah adalah suatu paham bid’ah dan bahkan kufur, sesat. Dan jelaskan bahwa Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah paham yang mu’tadil, tawassuth, konsekuen dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah sesuai dengan manhaj as-salaf ash-sholih. Setelah itu, dekat dan akrab-akrablah dengan muslim Ahlus Sunnah di mana saja, dan jauhi orang-orang Syiah di mana saja.”

Belakangan saya tahu bahwa jawaban Ustadz Abdullah Sungkar (alm.) tersebut sesuai dengan Al-Allamah Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah yang termuat di salah satu kitabnya. Penjelasan ustadz tersebut kami dengar bersama beberapa ikhwan lainnya.

4. Seingat saya ada sebuah majalah Islam yang memuat contoh doa laknat yang termuat di cover belakang buku ‘Hukumah Islamiyyah’, karya Imam Khomeini. Saat itu sempat kami fotocopy dan didistribusikan ke beberapa kalangan ikhwan di Solo.

Kemudian di saat kunjungan Mudzakkir dkk, Ustadz Wahyudin, Joko Beras, Dr. Sholeh, dll. dari pihak Mudzakir :
Saya, Abu Husna Abdurrohim Thoyyib, berinisiatif bertanya ke Mudzakkir di hadapan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Tanya saya, “Apa pendapat Ustadz Mudzakir tentang Imam Khomeini?” Jawabnya, “Ya, saya tidak tahu pasti.” Tanya saya lagi, “Apa Antum tidak membaca buku Ukhuwah Islamiyah?” Jawabnya, “Tidak pernah.”

Saya menilai bahwa jawaban dia ini sangat tidak logis, mustahil dan tidak masuk akal! Mana mungkin Mudzakir yang berkali-kali ke kota Qom dan dari awal revolusi Islam, menjadi wakil Amir Syiah Husein Al-Habsyi, Ustadz khusus Tau’iyyah di Ma’had YAPI, mengamalkan nikah mut’ah, dll, tapi tidak pernah membaca buku “Hukumah Islamiyah”, buku aqidah kaum Rafidhah Republik Islam Iran, yang berisi doa laknat terhadap Abu Bakar dan Umar, Aisyah dan Hafshah. Dusta, kafir! (Abu Husna Abdurrohim)(samirmusa/arrahmah.com)

10.                Agus Abubakar Arsal Alhabsyi

Dekatnya Jarak Yahudi dan Muslim

Oleh:
Rabbi Burton Visotzky

New York City terbelah Central Park menjadi dua bagian, Timur dan Barat. Kami orang-orang New York bercanda tentang perbedaan kebudayaan dari dua belahan kota itu: bagaimana untuk pergi ke toko merancang saja, nyonya-nyonya gologan elit di Belahan Timur, akan berdandan, sementara di Belahan Barat, penulis terkenal pergi ke teater mengenakan blue jeans. Masih ada lagi jurang-jurang kebudayaan yang dipajang Central Park, yang dapat membekas lebih kuat dalam imajinasi kita.

Saya hidup dan bekerja di Belahan Barat Manhattan. Ketika saya bepergian dengan taksi ke Belahan Timur, Masjid 96th Street berdiri di hadapan saya. Meskipun strukturnya sangat modern, banyak orang tergoda membayangkannya berisi sebuah jamaah dengan alam pikir abad pertengahan.

Pada minggu-minggu sebelum Paskah, imam mesjid itu, Shamsi Ali, pergi bersama beberapa jamaahnya menyeberangi Central Park, untuk mengunjungi Seminari Teologis Yahudi (JTS) tempat saya mengajar. Dalam sebuah khotbah pendek di sana, ia berbicara terbuka mengenai persoalan yang secara politis telah memecah belah Yahudi dan Muslim, namun juga menyatakan banyak hal yang menyatukan kami secara religius. Ia diterima secara antusias dan penuh perhatian, selayaknya seorang tetangga dekat.

Kami membalas, dan saat itu, kami diingatkan bahwa seberang Park itu dekat. Beberapa anggota komunitas Yahudi kami pun pergilah ke Jumatan yang diadakan di Masjid 96th Street itu. Sang imam mengundang kami untuk mengambil tempat di barisan yang dekat dengannya, dan selama khotbah Jumatnya, ia mengajarkan pada jamaahnya bahwa tak ada paksaan dalam beragama dan setiap komunitas keagamaan memiliki jalan sendiri-sendiri menuju Tuhan. Ia mengajarkan agar umat Muslim membina persahabatan dengan tetangga-tetangga mereka dan menyambut hangat para pendatang Yahudi.

Jika saya pernah penasaran dengan apa yang para imam ajarkan di masjid-masjid mereka, maka saya tahu bahwa itu bukanlah pemikiran abad pertengahan. Ya, saya baru saja mendengarkan sebuah visi abad 21, sebuah seruan modern untuk persaudaraan yang tak kalah mengesankan dengan hal-hal lain yang pernah diajarkan

Imam Ali lalu meminta saya berbicara pada hampir 1000 muslim yang ada. Saya baru saja menerbitkan sebuah novel sejarah, A Delightful Compendium of Consolation, berlatar Afrika Utara abad 11. Ini adalah kisah tentang sebuah masa ketika Yahudi dan Muslim hidup berdampingan secara harmonis. Atas sarannya, saya menceritakan masa-masa tentram itu, dan membahas hubungan-hubungan sulit yang terjadi antara Muslim dan Yahudi hari ini.

Saya berbagi cerita dengan mereka, bagaimana beberapa anggota masjid ini telah bersilahturahmi ke seminari kami dan bagaimana Imam Ali mengajak para imam terkemuka dari Indonesia mengunjungi kami. Dan saya dengan bangga menyatakan bahwa atas bantuan Departemen Luar Negeri AS, seminari kami juga telah menerima para imam dari Mesir, Yordania, Kuwait, dan Saudi Arabia, lebih dari tiga tahun lalu.

Saya mengatakan betapa esensialnya hidup bergotong-royong dan saling tolong-menolong antar tetangga, karena New York adalah sebuah kota yang penuh fakir miskin. Saya menjelaskan rencana-rencana kerjasama kami yang mengajak Islamic Cultural Center dan Jewish Theological Seminary untuk bahu-membahu membuat sebuah dapur umum. Tentu saja ada begitu banyak hal yang masih dapat kami lakukan bersama untuk melayani komunitas kami yang lebih luas. Ada begitu banyak jalan, yang dapat diambil dari tradisi kami masing-masing, agar kami dapat melaksanakan perintah Tuhan melalui usaha-usaha bersama.

Ketika khotbah pendek saya dan ibadah Jumat itu selesai, lusin per lusin Muslim–hitam, coklat, putih, dan segala warna kulit campuran keturunan Amerika dan bangsa lain–menyalami dan menyambut saya. Mereka mendukung kebutuhan menghormati satu sama lain. Mereka mengekspresikan keantusiasan mereka yang begitu besar pada proyek-proyek kerjasama kami. Mereka menyatakan rasa bangga akan masjid mereka dan kebanggaan hati mereka terhadap sang imam yang telah mengambil langkah pertama. Dengan hangat dan ramah, kebanyakan dari mereka berbicara tentang pertalian antara kami

Melalui tindakan-tindakan sederhana itu kita diingatkan bagaimana kehidupan bersama dapat diperkuat dan penebusan kecil dicapai – hanya dengan menyeberangi Central Park.

###

* Rabbi Burton Visotzky adalah Appleman Professor Midrash dan Interreligious Studies di Jewish Theological Seminary, New York, dan pengarang A Delightful Compendium of Consolation (Ben Yehuda Press). Artikel ini bagian dari serial Muslim-Yahudi, ditulis untuk Kantor Berita Common Ground (CGNews).

Kiriman dari Imam Shamsi Ali, Islamic Centre New York

 

 

11.                Agus Abubakar Arsal Alhabsyi

Agama adalah cinta, tidak ada agama bagi mereka yg tidak memiliki cinta di hatinya. Iblis dikenal sbg abid yg luar biasa tapi Allah mengutuknya krn ketiadaan cinta di hatinya. Tanda ibadah yg benar dan diterima Allah adalah wujudnya cinta kasih di hati sang hamba.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَٰنُ وُدًّا

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang. (Surat Maryam:96)

 

Foto ini adalah salah satu bukti dari Mekkah, Saudi Arabia tahun 2008, tentang Komperensi Internasional Pemikiran Islam yang dibuka bersama mufti Agung Saudi Syekh Abd al Aziz Al Syeikh, Raja Abdullah dan Anggota Dewan Agung Ulama Iran Ayatullah Rafsanjani yang menunjukkan kebohongan pihak2 tertentu di Republik ini yang ingin memecah belah umat Islam dengan menuduh Syiah sesat secara sepihak. Jangan tertipu oleh gelar ulama dan nama institusi. Nabi sudah mengingatkan kita untuk tidak bergaul dengan ulama yg memecahbelah umat, menyebarkan kebencian dan permusuhan di antara umat .
Kita mendukung semua pihak yg mendorong persatuan, persaudaraan dan perdamaian di antara umat manusia pada umumnya dan umat Muhammad khususnya.
Allah mengutuk mereka yg menyebarkan kebohongan, fitnah dan kebencian serta pemutusan hubungan kasih sayang (silaturrahmi) di antara umat manusia.
Saya menghimbau kepada semua pihak pencinta damai utk bangkit bersaksi dan menyuarakan nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Nabi bersabda:
“Tidak tegak kebatilan kecuali karena kelalaian pihak pencinta kebenaran”.
Sumber:
http://www.alarabiya.net/articles/2008/06/04/50959.html

 

 

 

 

 

12.                Agus Abubakar Arsal Alhabsyi
ـ الإمامُ عليٌّ (عَلَيهِ الّسَلامُ): النّاسُ أبناءُ الدنيا ، ولايُلامُ الرجلُ على حُبِّ اُمِّهِ.

Imam Ali as, ‘manusia adalah anak-anak dunia, seseorang tidak bisa disalahkan atas cintanya kpd ibunya’.

Imam Ali (AS) said, ‘People are the sons of the world, and no man can be blamed for loving his mother.’[Nahj al-Balagha, Saying no. 303]

Kecenderungan cinta dunia adalah sesuatu yg alami dalam diri manusia. Cinta kpd anak, istri, dll perhiasan dunia yg membuat dunia jadi indah. Cinta kpd dunia bukanlah sesuatu yg buruk pada dirinya.

Cinta dunia menjadi buruk ketika dia melalaikan seseorang dari pencipta dunia itu sendiri. Dunia adalah ayat-ayat Allah.

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (ayat-ayat) (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik(surga).(3:14)

13.                Agus Abubakar Arsal Alhabsyi

 

IPABIonline.com – Perlu memahami sejarah dan geografi negara-negara timur tengah. Pahami sejarah pergulatan pemikiran internal masing-masing mazhab Sunni maupun Syiah. Pergulatan antar mazhab dan antar kerajaan. Internal Syi’ah sendiri terjadi pergulatan pemikiran antara Syi’ah Ali dan Syi’ah Shafawi. Antara Syi’ah Ushuli dan Syi’ah Akhbari.

Kita juga harus menelaah dengan teliti sejarah modern negara-negara Sunni (Turki, Saudi, Sudan, dan lain-lain), dan Syi’ah (Iran, Iraq, dan Bahrain).

Iran di masa Shah Iran merupakan anak emas Amerika dan mempunyai hubungan mesra dengan Saudi dan Israel sebagai sesama anak emas. Masa-masa itu tidak ada isu Sunni Syiah. Padahal kedua mazhab ini sudah ada sejak seribuan tahun yang lalu.

Revolusi Islam Iran merubah konstelasi keseimbangan kekuatan. Revolusi menjungkirbalikkan keadaan. Iran berubah jadi anti Amerika. Hubungan diplomatik putus dengan Amerika dan Israel. Kantor kedutaan Israel diambil alih dan diberikan ke Palestina di bawah Yasser Arafat yang sebelumnya tidak punya hubungan diplomatik dengan Iran di bawah Syah. Kantor kedubes Amerika diduduki oleh mahasiswa militan Iran dan mereka berhasil menyita ribuan halaman dokumen rahasia yang berisi jaringan dan aktifitas Amerika di seluruh dunia dan khususnya kejahatan intelijen AS di dalam negeri Iran. Terjadi krisis penyanderaan diplomat.

Amerika di bawah Presiden Jimmy Carter melakukan operasi penyelamatan sandera menyerang Iran dengan operasi bersandi “Operation Evening Light” bagian dari proyek “Blue Light” tapi gagal dan mempermalukan reputasi Amerika di dalam dan di luar negeri. Amerika lalu merubah strategi a.l. –secara langsung maupun tidak langsung– mendukung kelompok teroris domestik Iran Mujahidin Halq dan Furqon (kelompok sosialis marxis yang menyalahgunakan Al-Qur’an dan ajaran Islam sebagai argumen pembenaran ideologi mereka), melakukan berbagai tindakan teroris dan ‘Political Assassination’ terhadap tokoh-tokoh Revolusi Islam Iran seperti Bahonar, Bahesti, Murthadha Muthahhari, dan lain-lain. Gedung parlemen Iran dibom dan menyebabkan jatuhnya banyak korban. Ali Khamenei pun dirancang untuk dibunuh dengan menaruh bom di mimbar khutbah beliau yang kemudian meledak dan melukai beliau dan membuatnya cacat kehilangan lengan kanannya.

Iran dikucilkan, diembargo, dana yang berjumlah milyaran dollar yang tersimpan di berbagai lembaga keuangan AS dibekukan. Irak yang selama ini merupakan ancaman bagi negara-negara Arab tetangganya karena ideologi sosialis Bath-nya yang dilindungi oleh Uni Soviet kemudian diprovokasi untuk menyerang menginvasi Iran. Maka terjadilah perang yang dipaksakan atas Iran (1980-1988). Dimana Irak menikmati dukungan dana dan persenjataan dari hampir semua negara Barat (Amerika, Eropa dan Uni Soviet) dan Arab, minus Suriah.

Sejak pecahnya perang Irak-Iran itulah isu Sunni-Syiah mulai digulirkan untuk mengesankan bahwa Iran itu bukan Islam, walau pun jelas-jelas Iran adalah anggota OKI, Rabithah Alam Islami (Liga Muslim Dunia), IDB (Islamic Development Bank), dan berbagai organisasi kerjasama Islam lainnya. Ulama-ulama Islam di Indonesia sempat menyambut revolusi Islam Iran sebagai permulaan dari era kebangkitan Islam yang dinanti-nantikan. Namun isu ekspor Revolusi Islam Iran membuat banyak pemerintah dunia Islam jadi was-was, termasuk Indonesia dan negara-negara monarki Arab. Tidak dipungkiri bahwa di kalangan anak muda Islam di Indonesia terjadi demam Revolusi Iran, banyak di antara mereka yang mengimpikan terjadi revolusi yang sama di negeri mereka, tanpa pemahaman yang benar, padahal latar belakang tradisi dan budaya serta situasi sama sekali jauh berbeda. Di pihak Iran pun memang ada pihak-pihak yang sangat bersemangat untuk mengekspor revolusi mereka. Saya sempat terlibat dalam debat yang sengit dengan mereka yang berpikir bahwa ekspor-impor revolusi itu mungkin bahkan harus dilakukan. Saya berada di pihak menolak ide tersebut, namun agen intelijen Indonesia (saat itu) menuduh saya sebaliknya.

Maka dimulailah upaya untuk membendung pengaruh Iran dengan mengangkat Isu Sunni-Syiah yang disponsori terutama oleh Arab Saudi melalui Maktab Agamanya di seluruh dunia khususnya di Indonesia dengan mencetak jutaan eksemplar buku-buku yang mendiskreditkan Syiah dengan berbagai tuduhan fitnah. Mereka mendekati institusi keagamaan tertentu dan tokoh-tokoh ulama tertentu untuk mendukung misi ini. Milyaran riyal Saudi dialirkan untuk “membeli” ulama tertentu, membentuk dan mengakuisisi lembaga-lembaga Islam tertentu yang mendukung misi tersebut dan mengakuisisi ormas-ormas Islam yang sudah mempunyai akar dan nama di masyarakat Islam Indonesia.

Mereka juga mengirim sejumlah ulama ke Indonesia untuk menyebarkan bahaya dan kesesatan bahkan kekafiran Syiah, padahal mereka (Saudi Arabia) menikmati uang milyaran dollar dari jutaan jemaah haji dan umrah Syiah di seluruh dunia yang datang berhaji dan umroh ke Makkah dan Madinah setiap tahun.

Bahwa jutaan jamaah Syiah dari berbagai negara dan kebangsaan meramaikan ritual umrah maupun haji di kedua tanah Suci. Bahwa negara-negara yang berpenduduk mayoritas Syiah seperti Iran, Irak, dan Bahrain adalah anggota OKI, Rabithah Alam Islam, dan Islamic Development Bank, dan lain-lain. Semua fakta ini sengaja diabaikan demi kepentingan politik duniawi yang rakus dan kejam. Agama jadi alat pembenaran untuk pembunuhan dan peperangan. Berbagai isu dan fitnah direkayasa dan dipublikasikan.

Tiga puluh empat tahun Iran mengalami pengucilan, blokade dan embargo, perang yang dipaksakan dan berbagai sanksi. Ternyata ini semua tidak melemahkan Iran bahkan Iran menjadi salah satu negara yang mencatat percepatan pertumbuhan sains dan teknologi yang tertinggi di dunia. Ini mengkhawatirkan musuh-musuh Iran khususnya Israel, dan sekutu-sekutunya. Maka direkayasalah isu baru yaitu isu senjata nuklir yang mana sudah berulangkali ditegaskan oleh pihak Iran bahwa proyek nuklirnya adalah untuk tujuan damai. Bahwa senjata nuklir dan pemusnah massal lainnya adalah haram menurut fatwa para ulama Iran. Pihak Barat tidak percaya dan terus menekan Iran dengan berbagai sanksi ekonomi yang lebih berat.

Saat ini perang urat syaraf tetap berlanjut dan ancaman serangan militer semakin massif. Israel dan Saudi kecewa dengan adanya perubahan dalam sikap presiden Obama terhadap perubahan kebijakan Iran di bawah Presiden Iran yang baru Hassan Rouhani, di mana langkah perundingan dihidupkan kembali. Kelompok ini bekerjasama untuk menyabot perundingan nuklir Iran dan memprovokasi dunia untuk melakukan tindakan militer setelah berbagai sanksi untuk melumpuhkan ekonomi Iran. Berbagai upaya telah dilakukan dengan memanfaatkan DK PBB.

Harapan Israel dan Oknum pejabat tinggi Saudi (dalam hal ini, terutama pihak Bandar bin Sultan yang bertindak sendiri tanpa kordinasi dengan Raja Abdullah) untuk segera menggempur Iran secara militer menjadi pupus. Saudi (Bandar bin Sultan) menunjukkan kekecewaannya antara lain dengan menolak kursi anggota Dewan Keamanan PBB. Bandar dijadikan pintu masuk Israel untuk mengobok-obok dunia Islam mulai langsung dari jantungnya Mekkah dan Madinah. Bencana Perang saudara pun membayangi Saudi, biasanya untuk menyatukan pihak-pihak yang bertikai dibuatkan musuh bersama dari luar, dalam hal ini, Iran sangat tepat untuk dijadikan sasaran bersama.

Untuk memuluskan rencana aksi militer dan untuk mengantisipasi reaksi kesetiakawanan yang muncul dari dunia Islam maka soft war yaitu perang disinformasi terhadap mazhab Syiah dengan berbagai rekayasa fitnah adu domba terus menerus ditingkatkan. Baik kalangan Syiah maupun Sunni disusupi agen yang melakukan misi penyesatan melalui dunia maya dan media online serta televisi dan buku-buku yang memecah belah, sedang secara fisik direkayasa pemboman ke masing-masing pihak dengan teknik adu domba sambil memanfaatkan orang-orang yang lemah dan bodoh dari masing-masing pihak untuk memicu kemarahan, kekerasan dan melahirkan rantai balas dendam dan lingkaran setan yang tidak berujung.

Selain itu metode proxy war pun diterapkan dengan mendukung dan memfasilitasi kelompok garis keras, teroris dan ekstrimis Islam seperti al-Qaida dan kawan-kawan untuk diadu dengan sesama Islam. Ini strategi bermata dua, ke dalam merusak kerukunan dan kesatuan umat, ke luar merusak citra Islam sebagai agama kekerasan, kejam, dan anti damai.

Ini memuluskan proyek stigmatisasi Islam sebagai agama teror. Sebagaimana yang dipertontonkan saat ini di Suriah, Irak, Libya, Somali, Pakistan, Afganistan, dan lainnya.

Bangsa Indonesia harus waspada dan cermat kritis atas perkembangan dunia yang sedang berlangsung. Masalahnya fulusiologi. Faqir (Kemiskinan) itu mendekatkan kepada Kufr (Kekafiran). Fulus bikin semua mulus. Pseudo Fatwa pun dikeluarkan demi fulus. Nilai samhah (toleran) dalam Islam pun diinjak-injak. Milyaran riyal telah menyumpal oknum ulama dan aparat pemerintah Indonesia. Lumayan membuat ekonomi untuk sementara bisa bertahan. Tapi waspadalah, karena dampaknya yang merusak dan menghancurkan semua capaian ekonomi kita dalam waktu singkat.

Intoleransi dan kekerasan atas nama agama adalah musuh kemanusiaan.

Agusabubakar@gmail.com
Bekasi, 22-11-13

14.                Agus Abubakar Arsal Alhabsyi
Imam Ali: “Orang yg beramal itu akan celaka, kecuali yang beribadah. Yang beribadah itu akan celaka, kecuali yang berilmu. Yang berilmu itu akan celaka, kecuali yang benar. Orang yg benar itu akan celaka, kecuali yang ikhlas. Orang yg ikhlas itu akan celaka, kecuali yg bertaqwa. Orang yg bertaqwa itu akan celaka, kecuali yg yakin. Ketahuilah bahwa orang yang yakin itu sungguh berada dalam posisi yg sangat berbahaya”. Allah berfirman: “dan sembahlah Tuhanmu, hingga datang keyakinan itu (al yaqin) kepadamu”. (QS Al Hijr: 99).

Seseorang tidak boleh merasa puas dan aman dgn keadaannya. Kita dituntut untuk selalu waspada.Rasul bersabda: “Jika Allah menghendaki kebaikan bagi hambanya maka disingkapkan baginya kekurangan dirinya”, dgn demikian dia tdk terlena. Hanya dgn mengenali kekurangan diri seseorg dpt menyempurnakan dirinya.

Ibadah yg membuat kita merasa diri lebih baik dari org lain, merasa diri suci adalah ibadah Iblis yg terkutuk.

Ibadah seharusnya membuat kita semakin sadar, semakin rendah hati, semakin mencintai sesama, semakin peduli, melayani dan mengabdi utk sesama.

“Sesungguhnya org yg beriman dan beramal saleh maka Yang Maha Pengasih akan menumbuhkan di hatinya rasa cinta (kepada sesama). (QS Maryam). Lestari Yuseno Abubakar Umar Arsal Usman Arsal Alhabsyi

14.    Agus Abubakar Arsal Alhabsyi
Seandainya semua pihak mau kembali kepada ajaran Islam sebagaimana yg diajarkan Nabi, ajaran yg lurus, sederhana, mudah, membebaskan dari belenggu, penuh kasih, rasional, menjunjung tinggi akhlaq yg mulia, adil dan ihsan, dan toleran dan lapang dada.
Seandainya semua pihak mau menomorduakan sudut pandang golongan dan mazhabnya.
Seandainya semua pihak berlomba2 berbuat kebaikan, bukannya berlomba2 mengklaim kesucian.
Seandainya semua pihak menghargai hak setiap orang utk berijtihad sesuai kondisi internal (syakilatih) dan kondisi eksternal (makanatih).
Seandainya semua pihak menahan diri dari sikap agressif terhadap pihak yg berbeda.
Seandainya….
Duhai alangkah indahnya kehidupan…
Saya kira kita semua menginginkan kehidupan yang aman dan damai buat keluarga dan anak keturunan kita.Top of Form

 

   
15.    Agus Abubakar Arsal Alhabsyi
وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ ۚ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ

Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu “cinta” kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,

فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَنِعْمَةً ۚ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (49:7-8

17. Agus Abubakar Arsal Alhabsyi
وَقَالُوا لَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ كَانَ هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ ۗ تِلْكَ أَمَانِيُّهُمْ ۗ قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Dan mereka (oknum/sekelompok org Yahudi dan Nasrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani”. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar”.

بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

(Tidaklah demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. (2:111-112)

Ayat ini menegaskan bhw surga tdk diraih dg sekedar klaim kebenaran iman keberagamaan tertentu tanpa amal kebajikan. Kata Iman dalam al Qur’an senantiasa disandingkan dg kata amal shaleh. Bahwa ukuran keselamatan bukan sekedar pengakuan lisan tapi harus dibuktikan dgn burhan, amal shaleh dan akhlaqul karimah.

Saat ini banyak orang yg mengklaim kebenaran, kebaikan dan kesucian tanpa disertai amal shaleh: amal yg membawa kebaikan, manfaat (maslahat) dan kedamaian (ishlah). Bahkan ada pihak-pihak yg mengklaim kebenaran sambil mempertontonkan kebencian, perusakan, pemaksaan kehendak, kerusakan di muka bumi dan pertumpahan darah. Seraya mengklaim diri benar dan menuduh pihak lain sesat. Inilah golongan yg dimaksud oleh ayat:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ

Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”.
أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِنْ لَا يَشْعُرُونَ

Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (2:11-12).

Ayat-ayat ini adalah peringatan kpd seluruh umat Muhammad, bahwa prilaku seperti ini juga terjadi di kalangan orang yg mengaku muslim. Masalahnya adalah mereka tidak sadar.

Semoga Allah karunia kita kemampuan utk mengenali diri dan kelemahan diri dan diberi kekuatan untuk terus menerus memperbaiki diri dan saling mengingatkan dalam Kebenaran, Kesabaran dan Kasih Sayang.

Ya Allah bimbing kami kami untuk mencintai/menginginkan buat saudara2 kami sebagaimana apa yg kami cintai/inginkan buat diri kami dari kebenaran, petunjuk, keamanan, keselamatan, kesejahteraan dan kebahagiaan.

Amin ya Rabb al-‘alamin

16.    Agus Abubakar Arsal Alhabsyi
Jadilah manusia bebas yg mengambil hikmah dr mana pun asalnya dan meninggalkan yg tak berguna, apalagi yg keliru, dari kawan maupun lawan sekali pun.
Masalahnya banyak sahabat kita yg jadi korban dari guru mereka. Guru sejati adalah mereka yg mengajari kita jadi manusia merdeka yg terbuka utk berdialog kpd pendapat yg berbeda bahkan bertentangan sekali pun sbg suatu proses dialektika, yg mendidik muridnya memiliki otonomi moral bukan heteronomi moral, bukan mereka yg membuat kita tergantung setiap saat dan selama2nya kpdnya.
Pertajam kemampuan anda untuk mengenali Kebenaran dgn cara menyucikan jiwa melalui dzikr dan mendirikan shalat (dg ikhlas).

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى # وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّىٰ

Sungguh beruntung mereka yg menyucikan diri# yaitu dgn mengingat nama Rabb(Tuhan)nya, lalu mendirikan shalat. (87:14-15).

 

 

17.    Agus Abubakar Arsal Alhabsyi
رسول اكرم صلىاللهعليهوآله :
اَنـْصِفِ النّاسَ مِنْ نَفْسِكَ وَ انْصَحِ الأُْمَّةَ وَ
اَرْحَمْهُمْ فَاِذا كُنْتَ كَذلِكَ وَ غَضِبَ اللّهُ عَلى
أَهْلِ بَلْدَةٍ اَنـْتَ فيها وَ اَرادَ اَنْ يُنْزِلَ عَلَيْهِمُ
الْعَذابَ نَظَرَ اِلَيْكَ فَرَحِمَهُمْ بِكَ يَقولُ اللّهُ
تَعالى: «وَ ما كانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرى بِظُلْمٍ وَ
أَهْلُها مُصْلِحونَ»؛(۲۸) مكارم الاخلاق، ص 457

Rasulullah saw : “Perlakukanlah manusia dengan adil dan inginkan bagi mereka apa yg kamu inginkan utk dirimu, dan nasehatilah mereka dgn tulus dan kasihilah mereka. Jika Anda telah berbuat demikian dan Allah murka kepada penduduk suatu negeri sedang Anda berada di tengah-tengah mereka dan Allah hendak menurunkan azab kepada mereka lalu Allah melihat Anda maka Allah menyayangi mereka disebabkan Anda, Allah berfirman : “Allah tidaklah menghancurkan sebuah negeri secara zalim selama penduduknya ada orang baik dan menyeru kpd kebaikan (mushlihun)”. (Makaarimal Akhlaq h. 457).

Maryam Siti
Silahkan kalian cegah acara2 kami, silahkan kalian bentangkan spanduk2 yang berisikan penolakan acara2 khaul cucu nabi yang mulia Al-Husain as…. bendera Ahlulbait akan tetap berkibar, gemanya akan semakin terdengar sampai ke berbagai penjuru, kebenarannya akan semakin di rindu dan di tunggu, sedikit pun kami tidak merasa takut…… “Kalian tidak tahu hari ini dengan siapa kalian berperang?? kalian telah memasuki medan perang dengan keturunan Muhammad saw, Ali, Hasan, Husain dengan Ahlulbait Rasulullah saw dan para sahabatnya”
(Sayyid Al wali alamah al Qutub habib Hasan Nasrullah, Hizbullah)
Tidak ada yg lebih dirindukan bagi seorang mukmin sejati melainkan Syahadah.

Syahadah Husein as adalah teladan abadi kemanusiaan.

“Wahai manusia, jika kalian tidak (lagi) beriman kpd Allah dan hari akhirat maka paling tidak Jadilah manusia merdeka, ksatria”.
(Imam Husein as)

 

 

  1. Agus Abubakar Arsal Alhabsyi

 

Setiap Hari adalah Asyura
Setiap Tempat adalah Karbala.

Setiap hari adalah Asyura, yaitu 10 Muharram, hari syahadahnya Imam Husein bersama 72 0rang keluarga dan sahabatnya. Peristiwa dramatis dan tragis yg terekam dalam semua sejarah baik di kalangan Sunni maupun Syiah. Artinya bagi seorg mukmin sejati setiap hari adalah hari utk syahid.
Karbala adalah tempat syahadahnya Imam Husein. Artinya setiap tempat adalah tempat dimana seorg mukmin sejati siap menerima syahadah, mati di jln Allah.

قال رسول الله ص. م.
احبب حبيبك هونا ما عسي ان يكو ن بغيضك يوما ما وابغض بغيضك هونا ما عسي ان يكو ن حبيبك يوما ما
(رواه الترمذي)
Artinya :
Rosullah Saw, bersabda, Cintailah kekasihmu sewajarnya saja karena bisa saja suatu saat nati ia akan menjadi orang yang kamu benci. Bencilah orang yg kau benci sewajarnya karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi kekasihmu. (HR. Al-Tirmidzi

 

Persepsi anda tentang diri anda dan orang lain belum tentu benar. Kalaupun ada benarnya maka ketahuilah masih sangat banyak hal yg tidak anda ketahui.

Ketika anda mengenal satu bagian dari diri anda saat ini maka pada saat yg sama diri anda juga telah mengalami perubahan yg anda harus kenali kembali.
Setiap peristiwa menyingkap rahasia yg tak pernah habis untuk diungkap.

Setiap saat Allah menciptakan tak terhingga peristiwa yg di dalamnya tersirat dan tersurat ayat-ayatNya.
Berbahagialah orang yg menjadikan kehidupan ini sebagai proses pembelajaran terus menerus menuju proses penyempurnaan diri. Celakalah mereka yg tertipu dalam fatamorgana kehidupan yang merasa cukup dg dirinya (pikirannya, perasaannya, keinginannya, ucapannya, perbuatannya, hartanya, jabatannya, keluarganya dan berbagai konsep diri yg keliru) sesungguhnya mereka telah terpedaya oleh Setan yg membuat mereka merasa benar, Suci dan lebih baik dari org lain maka dgn demikian mereka telah gagal menjadi manusia.

Kepribadian yg stagnan, berhenti berkembang.

 

 

يَوْمَ نَدْعُو كُلَّ أُنَاسٍ بِإِمَامِهِمْ ۖ فَمَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَأُولَٰئِكَ يَقْرَءُونَ كِتَابَهُمْ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا

)Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan imamnya; dan barangsiapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun.

وَمَنْ كَانَ فِي هَٰذِهِ أَعْمَىٰ فَهُوَ فِي الْآخِرَةِ أَعْمَىٰ وَأَضَلُّ سَبِيلًا

Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan yang benar QS  al Isra:71-72)

“Barangsiapa mati tanpa mengenal (tanpa baiat kpd) imam zamannya maka ia mati sbg jahiliyah”. (Hadist(

Berbahagialah mereka yg mengenal imamnya yg sejati. Pemimpin yg menghantar mereka ke jalan keselamatan yg mempersatukan, mempersaudarakan dan menyebarkan kedamaian dan keselamatan di antara umat manusia.

 

Tidak setiap yg memusuhi kita adalah musuh, sangat mungkin sebagian besar mereka hanyalah korban provokasi musuh.

Mereka sebenarnya memusuhi persepsi ttg kita yg merupakan hasil rekayasa musuh kita yg sebenarnya yaitu Setan dan antek2nya. Maka hendaknya kita berhati2 juga terhadap persepsi kita ttg musuh kita.

Jangan terjebak dlm tipu daya Setan yg membuat kita membalas permusuhan dg permusuhan, kebencian dg kebencian. Karena sesungguhnya dengan demikian kita telah melanggar perintah Allah:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّه

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Dan bertaqwalah kpd Allah.

 

Mereka yg berbeda pendapat dan keyakinan dgn anda belum tentu sesat. Berusahalah utk melihat dari sudut pandang mereka. Betapa sering realitas yg sama menimbulkan persepsi yg beragam. Mungkin saja pendapat mereka akan anda anut di masa depan atau anda mungkin pernah berpendapat seperti mereka.
Murid SD akan sulit memahami anak SMP, yang masalah kalau anak SMP tdk memaklumi pemahaman anak SD. Jangan2 tidak lulus SDnya ya???

 

Ya Hu(wa)
Ya Man laa ya’lamu ma Hu(wa) illa Hu(wa) —

  1. JADI MANUSIA APA ADANYA SADJA…! Tuhan Maha Sutradara

Tulisan Saptuari Sugiharto ini sangat menyentuh saya. Semoga bermanfaat bagi para sahabat tercinta, membuat kita lebih menghayati makna hidup dan menyukuri nikmat Allah yg tak terhingga. Allah menciptakan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya, Dia tidak menciptakan sesuatu kecuali dengan tujuan yg hak. sungguh dalam setiap peristiwa ada tanda-tanda kebesaran Nya bagi hamba-hambaNya yg  memiliki hati dan akal. (Agus Abubakar Arsal)

Hidup di dunia hanya sekali, kita tidak akan pernah kembali lagi..
hanya ada dua pilihan: hidup sia-sia, atau memberikan yang terbaik untuk dunia!
Percayalah semua balasannya akan kita dapatkan hanya di akhirat sana…
berjuanglah meraih cita-cita… HIDUP yang BERMANFAAT!

 

 

  1. KISAH NYATA

Senin, 14 Oktober 2013

Tuhan Maha Sutradara

“sesuatu yang kau anggap baik belum tentu baik di depan Tuhan, juga sesuatu yang kau anggap buruk belum tentu buruk di depan-Nya. Karena Dialah sutradara terhebat  sesungguhnya..”

Oleh Saptuari Sugiharto

Jogjakarta..

Siang yang panas memeluk daun-daun yang saling bergesek, pohon-pohon rindang di halaman panti asuhan itu saling merangkul, menyebarkan angin semilir dengan suara yang lembut berbisik. Siang yang sunyi, saat sebagian orang-orang bekerja, sebagian lain beristirahat melepas lelahnya.

 

“Aku pengen pergi dari panti ini mas, sudah 24 tahun akudisini.. ingin rasanya untuk segera bisa mandiri. Aku membayangkan punya suami yang normal, walaupun kondisiku seperti ini, tapi ada gak ya yang bener-bener serius sama aku. Apa aku gak tau diri ya mas kalo ngarepin jodohku lelaki yang sempurna…. apa hidupku sampai tua hanya di panti ini ya mas, sendirian tiap hari di meja ini”

Pandangan Putri Herlina kosong ke depan, aku yang duduk disampingnya berusaha jadi pendengar yang baik.

“ya banyakin berdoa aja Put, minta sama Allah langsung.. Dia Yang punya pabrik jodoh. Dia kan  Yang bisa merubah segalanya..” jawabku singkat.

————

SMS dari Putri masuk ke Hpku,

“Mas, kenal sama orang ini enggak.. dia sering ke Panti nyari aku, semalem dia ngajak aku keluar makan, ijin sama ibu panti diijinkan. Kami makan di luar, cuman rasanya ada yang aneh aja..”

sik, bentar Put..aku carikan infonya” balasku

Facebook dan google bekerja sangat cepat di laptopku, berputar-putar dengan rumus algoritma yang rumit, mencari jejak tiap huruf dan kata yang aku ketikkan. Sampai akhirnya aku temukan..

aku menelepon Putri..

“ngawuuur to, wong  dia itu sudah punya istri, ngapain juga masih ndeketin kamu gitu Put!”

“Hahh!! Ya mana aku tau masss! Orangnya baik gitu!” jawabnya.

“dah ah, cari yang lain.. hehe, jangan mau lagi kalo dia kontak kamu” tegasku.

 

Bulan berlalu..

Sekali waktu aku datang ke panti itu, aneh ketika kulihat Putri senyam senyum sendiri di depan laptop yang kami beri dulu.

“dapet cowok kayaknya nih!” tanyaku iseng

“mau tau aja mas!” jawabnya ketus..

hehe, begitulah Putri Herlina, emosinya kadang gampang berubah kalo kenyamanannya terganggu. Kuperhatikan eksepresinya di depan laptop, jari-jari kakinya lincah mengetik tombol demi tombol..

 

lain hari baru dia bercerita, kusiapkan kupingku untukmenampungnya.

“dia bule mas, tinggal di Kanada. Kami kenal di facebook, dia serius mas mau ke Indonesia, dia mau nglamar aku.. dia sering banget muji-muji aku ‘Putri kamu itu hebat, kamu amazing, aku suka sama kamu’. Mungkin ini jalanku mas untuk bisa pergi dari panti ini, aku benar-benar ingin mandiri, pergi jauh walaupun ke luar negeri..”

wajahnya lumayan sumringah ketika bercerita ini, seperti ada secercah harapan yang sangat dia tunggu

aku nanggapinya santai.. selow.. woless..

“haiyah, kamu nikah sama bule terus tinggal di luar negeri terus gitu, nggayaaa gak mau lagi tinggal di Jogja. Ngartisss kamu Put!”

“ah mas mbok aku didukung gitu lho! Masak aku dapet cowokgak bener lagi kayak pacarku SMA dulu. Udah manjanya minta ampun, tiap bajunya kotor aja aku yang nyuciin.. gak peduli kalo aku gak punya tangan, pakaian kotor malah dikasihin ke aku, minta dicuciin terus!” ucapnya sewot sambil bibirnya monyong-monyong ketika nerocos… 

hahaha..

“terus kamu cuciin bajunya?”

“iya laaah.. ku injek-injek pake sabun, kuremet-remet pakai kaki!”

——–

Beberapa penghuni panti asuhan itu berlari-lari di sekitar kami,  mereka anak-anak difabel yang dibuang orang tuanya. Sebagian dengan cacat di tubuhnya mereka bisa beraktivitas, sebagian lagi hanya di tempat tidur sepanjang hari, dengan tubuh kaku tidak mampu bergerak. Gerakan bola matanya yang menandakan ada kehidupan di tubuh mereka.

Disanalah Putri menghabiskan waktu bersama adik-adiknya..

 

———————-

 

Putri Herlina… kekurangannya adalah keajaiban Tuhan yang luar biasa, sebuah pesan yang terus aku terjemahkan dan memberi inspirasi pada banyak orang.

Bu Naryo yang merawatnya sejak kecil di panti itu, dengankasih sayang walaupun bukan anak kandungnya sendiri.

Dia lahir tanpa tangan, ditinggal begitu saja di rumah sakit oleh orang tuanya, mungkin mereka malu dengan kondisinya, tidak pula jelas asal-usul ayahnya.

Tuhan terus mengujinya, seseorang mengambilnya.. bukan untuk di rawat, bayi mungil tanpa tangan itu diletakkan di dalam kardus, diletakkan dipinggir jalan untuk mengumpulkan uang belas kasihan..

 

Tuhan terus menempanya, dalam kondisi ketika masih bayi pun telah memancarkan kelebihan dan menggerakkan hati orang untuk menoleh padanya.

Di jalanan dia pernah tertidur, beralas kardus, berselimut debu dan panas cahaya matahari..

Sampai panti asuhan ini menyelamatkannya dari jalanan, dirawat bu Naryo dan pak Naryo selaku pengelola panti tersebut. Dia tumbuh menjadi anak yang tidak berbeda dengan lainnya, lincah dengan kedua kakinya. Menulis, makan, memakai baju, Putri kecil melakukannya sendiri.

Ketika SD sampai SMA, dia tidak mau diperlakukan istimewa,dia tidak mau disiapkan meja khusus, cukup sebuah kursi tambahan disampingnya sebagai alas buku ketika dia mengangkat kakinya, menorehkan tinta dan goresan pensil sebagai bukti perjuangan hidupnya…

 

Sekali waktu Putri main ke rumahku, ketika sholat berjamaah dengan ibuku dengan lincah kakinya memasang mukena ke seluruh tubuhnya, usai sholat kedua kakinya melipat rapih mukena itu, ditarik kedua ujungnya, menekuk di kedua sisi, melipat bagian tengah tiga kali, dan mukena itu rapi kembali…

Aku dan ibuku bengong melihatnya.

Ketika dia SMP dan SMA, memakai baju hingga jilbab dilakukannya sendiri, Tuhan memberikannya kekuatan dan kelenturan di jarinya.

 

Pernah aku bertanya padanya,

“kamu kalo lagi jalan keluar malu gak Put dilihat orang-orang?”

“kadang risih sih mas dilihatin, tapi gimana lagi emang kondisiku begini. Allah pasti memberikan kelebihan untukku dibalik kekuranganku. Dulu waktu aku masih jaga di Panti 1 di Gejayan,  kalo aku mau pulang ke Panti 2 di Kalasan aku naik bis trans Jogja, cuek aja jalan sendiri, pas di bus ngambil ongkos ya aku buka tasku pakai kaki, pada ngeliatin gakpapa, yang penting aku tunjukin kalo aku bisa..”

———

Ketika tulisan di blogku tentang Putri Herlina dibaca banyak orang, beberapa media datang ke panti itu meliput aktivitasnya. Seperti bola salju, Putri Herlina yang dulu tidak dikenal, sekarang muncul di beberapa acara TV. Dia juga mendapat penghargaan salah satu wanita inspiratif dalam sebuah award.

 

SMSnya pernah masuk kepadaku,

“makasih ya mas, aku dah ngrasain naik pesawat.. ini sedang di Jakarta buat shooting acara TV”

aku tersenyum haru, pasti pramugari dengan senang hati membantu memasangkan sabuk pengamannya.

 

Lama tidak bertemu, aku datang ke panti lagi hari itu. Biasanya Putri sendirian duduk di meja sudut sana, menanti tamu-tamu yang datang berkunjung, ditemani laptop mungilnya.  Dia tidak ada..

 

Panti sedang gaduh, beberapa anak menangis, yang lain berlarian tak beraturan. Berteriak dengan makanan yang belepotan di mulutnya. Mereka memang butuh perhatian ekstra dibanding anak lainnya. Putri yang ditakuti mereka, jika dia sudah ikut berteriak, anak-anak itu akan diam..

“mbak Putri marah…” bisik mereka

aku datang disaat tidak tepat, kondisi Putri yang sedang labil tidak mengenakkanku. Obrolan kami hampa, dan dia seperti di puncak kejenuhannya.

Kehadiranku tidak meredakan amarah dan kegalauannya.

Sebelum pulang aku hanya berpesan padanya,

“Jangan tinggalin sholat Put, teruslah berdoa.. Allah yang akan mengatur rencana berikutnya untukmu.. jangan pernah berhenti berdoa”

 

senja menjelang ketika aku pulang, karena kesibukan enam bulan aku tidak datang ke panti asuhan itu. Waktupun terus berlalu, berputar, berjalan setiap hari bersama ketetapan-ketetapan Tuhan..

 

————————–

Lebaran baru saja berlalu, makanan masih menumpuk dan tersisa di meja. Suara motor berhenti di depan rumahku sore itu.

Aaah.. mbak Sumi pengasuh panti, dengan tersenyum Putri turun dari boncengannya.

“ibuuuu..” katanya sambil mencium ibuku. Keakraban mereka sudah sejak dulu.

Wajahnya cerah, sudah tidak suntuk seperti beberapa bulanlalu aku melihatnya.

“tumben Put, sekarang prengas-prengesterus.. jadi apa mau ke Kanada? Haaaa” tanyaku

“ih mas! Gak jadi sama dia! Aku mau nikah mas.. namanya Reza, anak Jogja kok. Dia dah punya usaha sendiri, dia juga gitaris band, cobamas lihat videonya di Youtube” jawabnya.

“woooww! Tumben kamu langsung luluh sama cowok Put, kelihatan nih aura wajahmu bahagia gitu.. tajir po anaknya!” godaku

“dia tuh rutin datang ke panti mas, dia pernah baca tulisan mas Saptu, aku juga gak tau dulu keluarganya seperti apa. Yang jelas dia perhatian banget dan mau menerima kondisiku. Anaknya juga sederhana, pakai mobil tua gitu mas yang gak bisa dibuka kacanya. Kalo ke mall pas ambil tiket parkir dia harus mbuka pintunya.. hehe”

mmmm… sepertinya ini memang Jodoh yang Allah atur untuk Putri, dia bercerita mantap tentang Reza, tanpa keraguan, tanpa kebimbangan…kalo jodoh, orang memang akan bangga bercerita tentang pasangannya, semua kekurangannya adalah keajaiban untuknya.

 

Lain hari bu Naryo mengabariku, Reza adalah anak dari keluarga terhormat. Putra salah seorang petinggi Bank Indonesia, Deputi Gubernur jabatan terakhirnya. Aku bayangkan, keluarga itu memiliki hati yang luar biasa luasnya dengan menerima Putri Herlina dalam keluarga terhormat mereka.

 

Bagi Allah, sangat mudah membolak-balikan hati seseorang, melunakkan hati sekeras apapun, jika Allah sudah berkehendak.. Kun Fa Yakun begitu mudahnya skenario cantik dan indah terjadi di depan mata.

Apapun kondisinya…

Apapun halangannya…

Akan sangat mudah bagiNya.

titik!

 

Jogjakarta, 13 Oktober 2013

Aku tercenung di depan pintu masuk gedung, sebuah foto Prewedding itu bercerita penuh makna, kisah panjang anak-anak manusia yang hidup dengan perjuangannya. Pengantin lelaki tegap disamping, memegang “tangan” pengantin wanita yang hanya tampak dalam pandangan mata hatinya.

 

Ruangan di Balai Sinta itu penuh haru, ketika Reza Somantri dengan tegas mengucapkan ikrarnya, menerima Putri Herlina secara sah menjadi istrinya.

Banjir airmata dari para tamu yang hadir, ibunda Reza tak henti-henti mengusap matanya, tamu yang hadir, seorang bapak di sudut dengan sapu tangan di wajahnya. Tak terkecuali kameramen dan fotografer dengan mata berkaca-kaca yang mengabadikan moment itu dengan penuh takjub tak berkesudahan.

 

Hari ini Allah membuktikan janjinya, derajat seseorang yang lahir di dunia dengan segala keterbatasan dan kekurangan diangkat tinggi di depan manusia lainnya. Kisahnya menginspirasi banyak orang yang lahir dengan sempurna, dengan limpahan harta dan kasih sayang orang tuanya.

 

Ketika prosesi sungkeman, ibunda Reza memeluk anaknya begitu lama, dengan terbata-bata seperti tak berkesudahan, menjadi pemandangan yang sangat mengharukan, seperti berkata:

“wahai anakku, engkaulah lelaki itu.. engkaulah yang dipilih Allah untuk menemani wanita luar biasa ini. Engkaulah yang Allah percaya duduk, berdiri, berjalan disampingnya selamanya. Jadikan ini sebagai ibadahmu, pahala tak berkesudahan hingga akhir hayatmu..”

ketika aku memotret ini, suara isak tangis ibu-ibu disamping kanan kiriku tak terhenti

 

Putri tertunduk haru di sampingnya, dan aku tau bagaimana perasaannya..  dia telah terlatih sejak kecil menghadapinya.

 

Usai sungkeman, adik-adik panti diundang semua di depan, berjejer menghadap ke pelaminan. Keluarga Reza memberikan tas penuh alat sekolah untuk mereka satu-satu. Putri dan Reza berjalan mendekati mereka, satu-satu mereka menyalami Putri, memegang tangan mungil yang ada di pundakPutri. Mereka melepas kakak yang selama ini menemani mereka, kakak yang hidup bersama mereka belasan tahun, menghadapi bersama-sama takdir mereka, lahir dengan hidup terbuang tanpa keluarga dan orang tua.

Usai acara itu, Reza menuntun istrinya kembali ke pelaminan. Dengan tegar mereka melangkah berdua, siap bersama menghadapi dunia. Satu persatu tamu memberikan selamat, beberapa orang menepuk pundak Reza, dan menyatukan tangannya di dada ketika di depan Putri Herlina, seolah memberikan penghormatan yang tinggi pada kisah mereka

Saatku memberikan ucapan selamat, kubisikkan di telinga bu Naryo yang ada disamping kiri pelaminan,

“Surga kagem panjenengan bu, tugas ibu merawatnya sejak kecil hingga menikahkannya usai sudah.. pahala luar biasa untuk ibu”

Tanganku digenggam erat bu Naryo, matanya berkaca-kaca..sungguh keikhlasan seorang wanita yang mendedikasikan hidupnya untuk anak-anak titipan Allah yang terbuang dan terlupakan.

 

Malam ini berakhir cemerlang, bintang-bintang di langit Jogja bertebaran. Para tamu pulang dengan ribuan kesan di hatinya. Mereka tidak bisa menyalami mempelai wanita, tapi Putri Herlina menyentuh lembut hati mereka semua.

 

Allah yang Maha Penyayang seperti mengirim sebuah pesan lewat kisah ini, jangan pernah berputus asa pada rahmat-Nya. Dialah yang berkuasa atas segalanya, Dialah sang Maha Pengatur hidup seluruh umatnya.. Dia Sang Maha Sutradara..

 

Bagi yang nyaris putus asa, disakiti orang yang dicintai, itulah bukti rahmat Allah padamu, Dia mengirim pesan bawah orang itu bukan yang terbaik untukmu. Allah yang akan mengirimkan penggantinya.. seseorang yang jauh lebih baik untukmu. Jemputlah dan dekatkan dengan doa yang tak pernah putus, ibadah yang tak pernah lalai.. dekati terus Allah yang Maha Mengatur..

 

Bagi yang sudah menikah belum dikaruniai anak, teruslah berdoa tiada putus. Dialah sang pemilik pabrik anak keturunan, bukan dokter kandungan. Allah lah yang mengatur kehadiran anak-anak manusia lewat waktu terbaik yang ditentukannya. Tiap keluarga punya takdir sendiri, waktu terbaik Allah yang tahu dan memiliki..

 

Bagi yang punya masalah tak berkesudahan, coba interopeksi..jangan-jangan engkau punya masalah dengan Dia Pemilik Kemudahan. Sholat sering bolong, atau gak pernah tepat waktu, durhaka pada orang tua, gak mau sedekah. Berubahlah, agar Allah yang akan datang membereskan masalahmu dari jalan yang tidak disangka-sangka. Ketika engkau punya masalah, selama yang kau cari solusi maka akan capek sendiri. Carilah Allah yang Maha Pemilik Solusi, dekati dia, maka dia akan hadirkan solusi-solusi dari masalahmu..

 

Dialah Sang Maha Sutradara, yang mengatur setiap pertemuan manusia menjadi sebuah hikmah yang luar biasa. Aku pun tak menyangka, pertemuan pertamaku dengan Putri Herlina 9 Juni 2011 lalu menjadi inspirasikumenggerakkan #SedekahRombongan melalui blog ini. Dari pertemuan sederhana siang itu, SedekahRombongan.com membesar hingga menyalurkan 14,3 Milyar kepada 6200 lebih duafa sakit. Allah lah yang menggerakkan, mengatur keajaiban-keajaiban, dari sebuah pertemuan sederhana, menjadi sebuah gerakan besar yang menyembuhkan banyak orang…

 

Masak kita masih tidak percaya? Bahwa Dialah sang Maha Sutradara yang selama ini kita lupakan..

 

Siang ini pohon-pohon di halaman panti itu terus bergesekan bersama angin, suaranya berdesir menyapa siapa pun yang berdiri dibawahnya, memberikan semilir angin yang menyejukan hati di tengah udara panas yang melintas.

Daun-daun itupun menjadi saksi, satu penghuni panti telah pergi…

dia yang dulu bermain-main dibawah rimbunnya, sekarang menjalani takdir baru hadiah terindah dari Tuhannya…

 

Diketik di Jogja,dibaca dimana sadja..
14 Oktober 2013

 

Kumpulan Foto Perjalanan Putri Herlina, semoga menginspirasimu untuk pantang menyerah!

Mereka tinggal di Panti Asuhan Sayap Ibu di Jogja, jika kalian mau membantu mereka bisa langsung ke sana, Panti 1 di Jl. Rajawali 3 Pringwulung Condongcatur Depok Sleman (selatan selokan mataram Gejayan) 
atau 
Panti 2 di Kadirojo III no. 153 RT07/02 Purwomartani, utara kampus Ukrim Kalasan Jogja. telpon di 0274-514068. 

info dari Pimpinan Panti ibu Astiwi, bulan oktober 2013 ini mereka mendapat kiriman lagi 10 bayi terlantar yang dibuang orang tuanya. Masya Allah..

Putri kecil

 

Membantu menyapu halaman

 

Putri menyikat gigi sendiri

 

Putri belajar menulis pakai kaki

 

Putri Herlina

 

Sejak SMP sudah mandiri

 

Bersama adik-adiknya di Panti cacat ganda

 

Disini dia dibesarkan dan mengabdikan diri untuk adik-adiknya

 

Bu Naryo yang sejak kecil merawat Putri

 

bagian administrasi

 

foto Prewedding

 

menuju pelaminan

 

sungkeman

 

salaman dgn pengantin

 

Happy ending sebuah perjalanan..

 

 

  1. Agus Abubakar Arsal Alhabsyi bersama Ahmad Jubaeli

 

Mari mengisi titik-titik di bawah ini (mohon dijawab dengan jujur di dalam hati kita masing-masing) 1. Allah menciptakan TERTAWA dan … 2. Allah itu MEMATIKAN dan … 3. Allah menciptakan LAKI-LAKI dan … 4. Allah memberikan KEKAYAAN dan …… Mayoritas kita (termasuk antum) akan menjawab: 1. MENANGIS 2. MENGHIDUPKAN 3. PEREMPUAN 4. KEMISKINAN Benar tidak ??? Untuk mengetahui apakah jawaban di atas itu benar atau tidak, mari kita cocokkan jawaban tersebut dengan rangkaian firman Allah SWT dalam surat An-Najm (53), ayat: 43-45, dan 48, sebagai berikut: وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَى “dan Dia-lah yang menjadikan orang TERTAWA dan MENANGIS.” (QS. 53:43). وَأَنَّهُ هُوَ أَمَاتَ وَأَحْيَا “dan Dia-lah yang MEMATIKAN dan MENGHIDUPKAN.” (QS. 53:44). وَأَنَّهُ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنثَى “dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan LAKI-LAKI dan PEREMPUAN. ” (QS. 53:45). وَأَنَّهُ هُوَ أَغْنَى وَأَقْنَى “dan Dia-lah yang memberikan KEKAYAAN dan KECUKUPAN.” (QS. 53:48). Ternyata jawaban kita umumnya BENAR hanya pada no. 1-3. Tapi, Jawaban kita untuk no. 4 umumnya KELIRU. Jawaban Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an bukan KEMISKINAN, tapi KECUKUPAN. Subhanallah.. Sesungguhnya Allah Ta’ala hanya memberi KEKAYAAN dan KECUKUPAN kepada hamba-Nya. Dan ternyata yang “menciptakan” KEMISKINAN adalah diri kita sendiri. Hal ini bisa karena: – Pandangan hidup yang keliru (fatalistik), padahal Allah tidak merubah nasib suatu kaum kecuali dia merubah apa yg ada pada dirinya. – Pola hidup yg keliru a.l. lebih besar pasak daripada tiang, – Skala prioritas yg salah, mengutamakan komsumsi yg sekunder, bahkan merugikan spt rokok dan sejenisnya, daripada memenuhi kebutuhan primer. – Gensi alias sombong, malas dan ketidakpedulian alias acuh tak acuh. – Ketidakadilan ekonomi, atau kemiskinan struktural. Kezaliman dan sikap pasrah membiarkan diri dizalimi. Barangsiapa bersyukur maka Allah menambahkan nikmatNya berlimpah. Nikmat Allah jangan hanya dibatasi dalam harta, tahta dan keluarga tapi terutama kemampuan merasakan karunia yg tek berhingga yg senantiasa tercurahkan kpd kita. Itulah hakikatnya, mengapa orang-orang yg senantiasa bersyukur; walaupun hidup pas-pasan ia akan tetap tersenyum dan merasa cukup, bukan merasa miskin. Jadi, marilah kita bangun rasa keberlimpahan dan kecukupan didalam hati dan pikiran kita, agar kita menjadi hamba-Nya yg selalu BERSYUKUR.

22.    Agus Abubakar Arsal Alhabsyi

Sebagian daripada tanda bersandar kepada amal (perbuatan zahir) adalah Berkurangan harapannya (suasana hati) tatkala berlaku padanya Kesalahan. Kitab Al Hikam, Ibn ‘Ata Allah al-Iskandari.

Dosa adalah ujian bagi seseorang, apakah dia:

1. Menyalahkan pihak lain alias mecari kambing hitam (bahkan menyalahkan Allah dengan menyatakannya sbg takdir atau kehendak Allah), atau putus asa, atau sombong dengan tidak mau mengaku salah, atau

2. Minta maaf dan minta ampun menyesali dan memperbaiki diri dan menebus kesalahan.

Orang yg bertaubat seperti orang yg tidak berdosa. Allah mencintai orang yg bertaubat.

Orang yg berkurang harapannya ketika bersalah biasanya juga adalah orang yang bangga ketika berbuat kebaikan.

Allah tidak suka kepada orang yg bangga dan menyombongkan diri sebagaimana Allah tidak suka kepada orang yg putus asa.

 

 

23. Agus Abubakar Arsal Alhabsyi

 

10 kebiasaan yg harus dilakukan dlm pepatah China kuno :
1. 没病也要定期体验
Mei bing ye yao ding qi ti yan
Walau tidak sakit hrs cek kondisi secara teratur
2. 不渴也得多喝温水
Bu ke ye dei duo he wen shui.
Walau tidak haus hrs banyak minum air
3. 遇事难解也得想通
Yu shi nan jie ye dei xiang tong. Walau ketemu masalah sulit tetap hrs dipecahkan
4. 没有喜事也要快乐
Mei you xi shi ye yao kuai le
Walau tidak ada hal menyenangkan hrs tetap bahagia. \=D/ <=-P
5. 有理也要让人三分
You li ye yao rang ren san fen.
Walau kita berada di pihak yg benar, terkadang tetap kita perlu mengalah

6. 有权也要低调做人
You quan ye yao di diao zuo ren. Walau memiliki kekuasaan tetap hrs berkepribadian luhur

7. 不觉疲劳也得休息
Bu jue pi lao ye dei xiu xi
Walau tidak merasa lelah hrs tetap beristirahat. (=|

8. 生活富裕也要知足
Sheng huo fu yu ye yao zhi zu.
Walau sudah kaya hrs tetap dpt membatasi diri

9,再忙也要重视锻炼
Zai mang ye yao zhong shi duan lian. Walau sibuk sekali hrs tetap mementingkan olah raga

10. 没事也要互相关爱!
Mei shi ye yao hu xiang guan ai ! ({}) :*Walau tak terjadi apa² hrs tetap saling menyayangi.

 

 

23.  Agus Abubakar Arsal Alhabsyi24.
24.   23.
الدين هو الحب والحب هو الدين.
سئل الإمام الصادق عن الحب، هل هو من الإيمان؟. فيقول: ويحك، وهل الدين الا الحب؟ ألا ترى إلى قول الله { قُلْ إِن كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُم ْذُنُوبَكُم } ؟ أو لا ترى قول الله لمحمد صلى الله عليه وآله: { حَبَّبَ إِلَيْكُم ُالإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ } ؟ وقال: { يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَر َإِلَيْهِمْ } فقال الإمام : الدين هو الحب والحب هو الدين.

Agama adalah cinta dan cinta adalah agama.

Imam Jafar Sadiq ditanya tentang cinta, apakah itu bagian dari iman?. Beliau mengatakan: “Apakah Agama itu kalau bukan cinta? Tidakkah Anda melihat firman Allah: {Katakan bahwa jika Anda sungguh mengasihi Allah, Ikuti aku maka Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosamu}? Tidakkah engkau mengetahui firman Allah kepada Muhammad saaw: {tetapi Allah menjadikan kamu “cinta” kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu}? Allah berfirman: {mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin)} Imam berkata: “Agama adalah cinta dan cinta adalah agama”.

الإمام الصادق : الزهد مفتاح باب الآخرة ، والبراءة من النار ، وهو تركك كل شيء يشغلك عن الله ، من غير تأسف على فوتها ، ولا إعجاب في تركها ، ولا انتظار فرج منها ، ولا طلب محمدة عليها ، ولا عوض منها ، بل ترى فوتها راحة وكونها آفة ، وتكون أبدا هاربا من الآفة ، معتصما بالراحة.

Imam Ja’far Shadiq berkata: “Zuhud (Asketik) adalah kunci pintu surga dan pembebasan dari neraka, zuhud adalah meninggalkan segala sesuatu yg menyibukkan anda dari Allah, tidak menyesal atas kehilangannya dan tidak pula merasa bangga karena meninggalkannya, tidak menantikan pembebasan daripadanya, tidak pula mencari pujian atasnya dan tidak pula mengharap ganti daripadanya. Bahkan engkau memandang kehilangannya sbg kelapangan/kemudahan dan keberadaannya sbg kemalangan. Sedemikian rupa sehingga engkau lari untuk selamanya dari kemalangan dan berlindung dalam kenyamanan.

Imam Ja’far al-Shadiq said, ‘Asceticism is the key to the door of the Hereafter and immunity from the Fire, and it is to abandon all those things that preoccupy you from Allah, neither experiencing regret upon their loss, nor self-admiration for having abandoned them, nor awaiting deliverance from them, nor seeking praise on account of them, and nor anything else in exchange for them. Rather you see their loss as a source of comfort and their presence as a source of misfortune, such that you consistently run away from misfortune and seek refuge in comfort.’

Zuhud adalah memandang dunia sebagai tempat persinggahan untuk berbekal, belajar dan berladang utk akhirat. Kenikmatan yg ditawarkan dunia berupa harta, tahta dan anak2 hanyalah ujian yg memberi kesenangan sesaat yg menipu dan bukan ukuran kebahagiaan dan kemuliaan. Kehilangan dunia juga bukan ukuran kehinaan, penderitaan atau pun kemalangan.
Perolehan dan kehilangan dunia tidak membuat seorang zahid terombang ambing dalam suka duka.
Zuhud juga tidak berarti menolak atau membenci dunia. Tidak pula membenci pencinta dunia. Manusia adalah anak dunia dan adalah wajar jika di hati mereka bersemi cinta dunia. Pancaroba keadaan dan kefanaan dunia hendaknya menyadarkan seseorang akan karunia yg lebih baik dan kekal yaitu apa yg di sisi Allah.
Seorang zahid tidak bangga dgn zuhudnya.
Sang Zahid senantiasa sadar dan waspada baik dalam keadaan lapang maupun sempit.

 

 

Selamat menyambut tahun 2014. Semoga lebih baik dan lebih bermanfaat dari tahun2 sebelumnya. Seperti diingatkan oleh al-Quran dalam surat al-‘asri tentang betapa pentingnya waktu, mari ikhwan akhawat kita usahakan betul2 untuk mengisi waktu kita dengan hal2 yg bermanfaat. Bukan dengan hal2 remeh temeh yg gak ada atau gak banyak manfaatnya. Simak pelajaran yg diberikan Ma’shumin berikut ini:
1. Rasulullah saw: “Sesungguhnya dunia adalah rumah cobaan. Jika ada waktu kosong yg tidak dimanfaatkannya maka hal itu akan membuatnya menyesal berat di hari akhirat”.

2. Imam Musa al-Kazhim: “Sesungguhnya Allah sangat membenci hamba yg tukang tidur, dan Allah juga sangat membenci hamba yg menyia-nyiakan waktunya”.

3. Rasulullah saw: “Sesungguhnya orang yg paling berat hisabnya di hari akhirat adalah orang yg punya kemampuan dan banyak waktu. Jika ia isi waktunya maka itu adalah jihad.

 

 

 

25.    Agus Abubakar Arsal Alhabsyi

Imam Ali: “Orang yg beramal itu akan celaka, kecuali yang beribadah. Yang beribadah itu akan celaka, kecuali yang berilmu. Yang berilmu itu akan celaka, kecuali yang benar. Orang yg benar itu akan celaka, kecuali yang ikhlas. Orang yg ikhlas itu akan celaka, kecuali yg bertaqwa. Orang yg bertaqwa itu akan celaka, kecuali yg yakin. Ketahuilah bahwa orang yang yakin itu sungguh berada dalam posisi yg sangat berbahaya”. Allah berfirman: “dan sembahlah Tuhanmu, hingga datang keyakinan itu (al yaqin) kepadamu”. (QS Al Hijr: 99).

Seseorang tidak boleh merasa puas dan aman dgn keadaannya. Kita dituntut untuk selalu waspada.Rasul bersabda: “Jika Allah menghendaki kebaikan bagi hambanya maka disingkapkan baginya kekurangan dirinya”, dgn demikian dia tdk terlena. Hanya dgn mengenali kekurangan diri seseorg dpt menyempurnakan dirinya.

Ibadah yg membuat kita merasa diri lebih baik dari org lain, merasa diri suci adalah ibadah Iblis yg terkutuk.

Ibadah seharusnya membuat kita semakin sadar, semakin rendah hati, semakin mencintai sesama, semakin peduli, melayani dan mengabdi utk sesama.

“Sesungguhnya org yg beriman dan beramal saleh maka Yang Maha Pengasih akan menumbuhkan di hatinya rasa cinta (kepada sesama). (QS Maryam).

 

26.    Agus Abubakar Arsal Alhabsyi

الدين هو الحب والحب هو الدين.

سئل الإمام الصادق عن الحب، هل هو من الإيمان؟. فيقول: ويحك، وهل الدين الا الحب؟ ألا ترى إلى قول الله { قُلْ إِن كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُم ْذُنُوبَكُم } ؟ أو لا ترى قول الله لمحمد صلى الله عليه وآله: { حَبَّبَ إِلَيْكُم ُالإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ } ؟ وقال: { يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَر َإِلَيْهِمْ } فقال الإمام : الدين هو الحب والحب هو الدين.

Agama adalah cinta dan cinta adalah agama.

Imam Jafar Sadiq ditanya tentang cinta, apakah itu bagian dari iman?. Beliau mengatakan: “Apakah Agama itu kalau bukan cinta? Tidakkah Anda melihat firman Allah: {Katakan bahwa jika Anda sungguh mengasihi Allah, Ikuti aku maka Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosamu}? Tidakkah engkau mengetahui firman Allah kepada Muhammad saaw: {tetapi Allah menjadikan kamu “cinta” kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu}? Allah berfirman: {mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin)} Imam berkata: “Agama adalah cinta dan cinta adalah agama”.
Lestari Yuseno Abubakar Dewi Lestari Dewi Pandanarum Zanty Zanzibar Husen Ali Taha Alhabsyi Ali Agung Arsal Alhabsyi Ahmad Arsal Usman Arsal Alhabsyi Komunitas Jinan Habib Salim Shalahuddin Jindan

27.    Agus Abubakar Arsal Alhabsyi

الإمام الصادق : الزهد مفتاح باب الآخرة ، والبراءة من النار ، وهو تركك كل شيء يشغلك عن الله ، من غير تأسف على فوتها ، ولا إعجاب في تركها ، ولا انتظار فرج منها ، ولا طلب محمدة عليها ، ولا عوض منها ، بل ترى فوتها راحة وكونها آفة ، وتكون أبدا هاربا من الآفة ، معتصما بالراحة.

Imam Ja’far Shadiq berkata: “Zuhud (Asketik) adalah kunci pintu surga dan pembebasan dari neraka, zuhud adalah meninggalkan segala sesuatu yg menyibukkan anda dari Allah, tidak menyesal atas kehilangannya dan tidak pula merasa bangga karena meninggalkannya, tidak menantikan pembebasan daripadanya, tidak pula mencari pujian atasnya dan tidak pula mengharap ganti daripadanya. Bahkan engkau memandang kehilangannya sbg kelapangan/kemudahan dan keberadaannya sbg kemalangan. Sedemikian rupa sehingga engkau lari untuk selamanya dari kemalangan dan berlindung dalam kenyamanan.

Imam Ja’far al-Shadiq said, ‘Asceticism is the key to the door of the Hereafter and immunity from the Fire, and it is to abandon all those things that preoccupy you from Allah, neither experiencing regret upon their loss, nor self-admiration for having abandoned them, nor awaiting deliverance from them, nor seeking praise on account of them, and nor anything else in exchange for them. Rather you see their loss as a source of comfort and their presence as a source of misfortune, such that you consistently run away from misfortune and seek refuge in comfort.’

Zuhud adalah memandang dunia sebagai tempat persinggahan untuk berbekal, belajar dan berladang utk akhirat. Kenikmatan yg ditawarkan dunia berupa harta, tahta dan anak2 hanyalah ujian yg memberi kesenangan sesaat yg menipu dan bukan ukuran kebahagiaan dan kemuliaan. Kehilangan dunia juga bukan ukuran kehinaan, penderitaan atau pun kemalangan.
Perolehan dan kehilangan dunia tidak membuat seorang zahid terombang ambing dalam suka duka.
Zuhud juga tidak berarti menolak atau membenci dunia. Tidak pula membenci pencinta dunia. Manusia adalah anak dunia dan adalah wajar jika di hati mereka bersemi cinta dunia. Pancaroba keadaan dan kefanaan dunia hendaknya menyadarkan seseorang akan karunia yg lebih baik dan kekal yaitu apa yg di sisi Allah.
Seorang zahid tidak bangga dgn zuhudnya.
Sang Zahid senantiasa sadar dan waspada baik dalam keadaan lapang maupun sempit.

 

28.    Agus Abubakar Arsal Alhabsyi

Hakikat manusia adalah Qalbunya. Jika baik Qalbunya maka baik pula keseluruhan dirinya, sebaliknya jika buruk maka buruklah seluruh dirinya.
Hakikat Qalbu adalah kecintaannya.
Orang beriman adalah mereka yang:
– Sangat mencintai Allah melebihi cintanya kpd siapapun,
– mencintai Rasulullah melebihi cintanya kpd diri, keluarga dan seluruh makhluk.
– mencintai sesama sebagaimana cintanya kpd dirinya.
Ciri pencinta:
– Selalu mengingatnya
– Bergetar hatinya ketika disebut namanya
– Menjadi tenang hatinya ketika mengingatnya
– Rindu untuk menyendiri, bercengkerama dan berjumpa dgn sang kekasih
– Selalu bersangka baik dan hanya melihat keindahannya
– Memandang selainnya hanyalah refleksi (ayat/tanda) dari kekasihnya.
– Mencintai karya, ciptaan dan segala yang berhubungan dgn kekasihnya
– Selalu mencari tahu kabar berita kekasihnya (menuntut ilmu tdk henti2nya)
– Siap korban jiwa raga demi kekasihnya
– Lebur dalam kekasihnya, meniru dan meneladaninya.
– Mengagungkan syi’arnya dengan memperingati hari-harinya.
– Menapak tilasi jejaknya dan menjaga peninggalannya.

29.    Agus Abubakar Arsal Alhabsyi

Hakikat manusia adalah Qalbunya. Jika baik Qalbunya maka baik pula keseluruhan dirinya, sebaliknya jika buruk maka buruklah seluruh dirinya.
Hakikat Qalbu adalah kecintaannya.

Orang beriman adalah mereka yang:
– Sangat mencintai Allah melebihi cintanya kpd siapapun,
– mencintai Rasulullah melebihi cintanya kpd diri, keluarga dan seluruh makhluk.
– mencintai sesama sebagaimana cintanya kpd dirinya.

Ciri pencinta:
– Selalu mengingatnya
– Bergetar hatinya ketika disebut namanya
– Menjadi tenang hatinya ketika mengingatnya
– Rindu untuk menyendiri, bercengkerama dan berjumpa dgn sang kekasih
– Selalu bersangka baik dan hanya melihat keindahannya
– Memandang selainnya hanyalah refleksi (ayat/tanda) dari kekasihnya.
– Mencintai karya, ciptaan dan segala yang berhubungan dgn kekasihnya
– Selalu mencari tahu kabar berita kekasihnya (menuntut ilmu tdk henti2nya)
– Siap korban jiwa raga demi kekasihnya
– Lebur dalam kekasihnya, meniru dan meneladaninya.
– Mengagungkan syi’arnya dengan memperingati hari-harinya.
– Menapak tilasi jejaknya dan menjaga peninggalannya.

 

 

3O. Agus Abubakar Arsal Alhabsyi

 

Hakikat manusia adalah Qalbunya. Jika baik Qalbunya maka baik pula keseluruhan dirinya, sebaliknya jika buruk maka buruklah seluruh dirinya.
Hakikat Qalbu adalah kecintaannya.

Orang beriman adalah mereka yang:
– Sangat mencintai Allah melebihi cintanya kpd siapapun,
– mencintai Rasulullah melebihi cintanya kpd diri, keluarga dan seluruh makhluk.
– mencintai sesama sebagaimana cintanya kpd dirinya.

Ciri pencinta:
– Selalu mengingatnya
– Bergetar hatinya ketika disebut namanya
– Menjadi tenang hatinya ketika mengingatnya
– Rindu untuk menyendiri, bercengkerama dan berjumpa dgn sang kekasih
– Selalu bersangka baik dan hanya melihat keindahannya
– Memandang selainnya hanyalah refleksi (ayat/tanda) dari kekasihnya.
– Mencintai karya, ciptaan dan segala yang berhubungan dgn kekasihnya
– Selalu mencari tahu kabar berita kekasihnya (menuntut ilmu tdk henti2nya)
– Siap korban jiwa raga demi kekasihnya
– Lebur dalam kekasihnya, meniru dan meneladaninya.
– Mengagungkan syi’arnya dengan memperingati hari-harinya.
– Menapak tilasi jejaknya dan menjaga peninggalannya.

31.    PUTRA KAHBAH
13 Rajab, Kelahiran Putra Ka’bah, Imam Ali bin Abi Thalib kw, > Lahir ditempat terbaik ( Ka’bah ), >Di hari terbaik ( Jum’at ), >Diberi suapan pertama dari manusia terbaik ( Rasulullah Saw ), >Syahid di bulan terbaik ( Bulan Ramadhan ), Syahid di malam terbaik ( Lailatul Qadar ), >Syahid diwaktu terbaik ( Ketika Shalat ), >Syahid dalam posisi terbaik ( Saat Sujud ), > Menikah dengan perempuan terbaik * Sayyidah Fathimah sa ), >Mempunyai Guru, pembimbing dan mertua terbaik (Rasululllah Saw ), > Mempunyai anak-anak terbaik ( Imam Hasan, Imam Husain, Sayyidah Zainab, Ummu Kultsum dsb ), > Manusia yang pertama kali beriman, > Lelaki yang pertamakali Shalat di belakang Rasulullah Saw, > Manusia yang pertama mencatat Wahyu yang diterima Rasulullah Saw, > Manusia yang selalu terdepan di medan perang untuk membela Allah Swt dan Rasul Saw.
32.   Agus Abubakar Arsal Alhabsyi

Opsi untuk berita ini

 

وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتٌ ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ وَلَٰكِنْ لَا تَشْعُرُونَ

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. (2:154)

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.(3:169)

MATI SYAHID adalah memiliki kedudukan yg sangat mulia, shg bahkan penghuni surga sekali pun ingin dikembalikan ke dunia demi meraih syahadah.

Namun syahid tdk diperoleh dg mudah, banyak sahabat yg pergi berperang bersama Nabi tp kembali utk mati di tempat tidur. Sedang mereka yg mati dlm perang pun tdk otomatis Syahid. Ada beberapa syarat utk mati syahid diantaranya:

1. Niat yg ikhlas semata-mata krn Allah, bukan utk balas dendam krn merasa dizalimi, mencari popularitas, mencari pampasan perang, pamer keberanian, tdk membunuh diri krn penderitaan akibat luka dst.
2. Peperangan hanya dibenarkan dlm kerangka membela diri (defensif) bukan ofensif. Nabi-nabi yg terlibat perang tidak banyak, kalau pun ada yg terpaksa berperang maka itu setelah diizinkan Allah, setelah sebelumnya mereka dizalimi, disiksa dan diboikot serta diancam utk dibunuh bahkan sudah ada yg dibunuh –sbgmn yg dialami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya di Mekkah– dan akhirnya terpaksa hijrah dan terusir dari kampung halamannya. Namun dmk, walau nabi sudah hijrah tp nabi diperintahkan utk bersabar sampai datangnya perintah Allah yaitu izin jihad. Bahkan nabi sempat menandatangani perjanjian damai Hudaibiyah yg banyak merugikan pihak Nabi.
3. Taat etika perang sbgmn tuntunan Allah dan contoh Rasulnya misalnya tdk membunuh mereka yg menyatakan salam (menyerah atau menyatakan keislaman), tdk membunuh non kombatan (anak2, perempuan dan orang tua), tdk menyerang mereka yg mengasingkan diri, tidak menyiksa musuh, tdk merusak jasad mereka (mencincang, menguliti, memotong anggota badannya), tdk menelanjangi mereka. Tidak merusak pepohonan dan membunuh binatang ternak. Dan memperlakukan tawanan dg baik: memberi makan dan perlakuan yg manusiawi.
4. Mengupayakan korban sesedikit mungkin dan mempersingkat perang dg mengupayakan perang tanding atau menyerang langsung ke pemimpinnya.
5. Menghormati bulan haram dgn mengajak genjatan senjata dan mengupayakan perundingan. Jika masih juga diperangi maka diizinkan utk bela diri.
6. Mengupayakan perdamaian dan bersegera menyambut upaya damai yg tulus dari pihak lawan dan tentu saja tidak menolak upaya perdamaian dari pihak ketiga. Tanpa kehilangan kewaspadaan akan kemungkinan tipu daya.

Islam bukan agama perang dan kekerasan. Islam pada dirinya adalah agama cinta, agama rasional dialogis, agama yg menjunjung tinggi moralitas dan etika: adil dan ihsan (membalas keburukan dan kebaikan) serta hanif (lurus, murni dan cenderung kpd kebenaran) dan toleran (samhah, tasamuh).

Penyimpangan terjadi dalam sejarah Islam dan oleh sebagian mereka yg mengaku muslim krn kebodohan dan kemunafikan. Sampai hari ini kita melihat ada orang dan kelompok yg mengaku Muslim dg membawa bendera Islam tapi menyebarkan teror, kebohongan, fitnah, permusuhan dan kebencian di antara anak manusia. INI ADALAH SEBURUK-BURUK KEJAHATAN. MEREKA ADALAH BUDAK-BUDAK SETAN YANG TERKUTUK
Sejumlah besar Nabi dan penerusnya (para imam dan ulama) terbunuh oleh musuh2 kemanusiaan dengan mengatasnamakan agama. Sebagaimana sejarah dan Qur’an ungkapkan.
Islam adalah agama Rahmatan lil’alamin, Perwujudan Kasih sayang Allah atas semesta alam.

Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa alihi wa sallim.

33.   Agus Abubakar Arsal Alhabsyi
Hanya lewat penderitaan manusia meraih kemuliaan.
Namun tdk semua penderitaan mencerahkan kesadaran.
Banyak orang yg tertipu oleh iba diri.
Gagal melihat cahaya dibalik badai
Melalui derita seharusnya manusia terbebaskan
Dari fatamorgana kenikmatan palsu
Melalaikan yang kekal mengejar yang fana

Kebenaran adalah kekekalan sedang kebatilan adalah kehancuran
Kebenaran pasti menang
Kebatilan pasti musnah

Kekuasaan kerajaan adalah ujian yg digilirkan
Bukan ukuran kemuliaan

Sementara Imamah dan wilayah adalah kemuliaan dunia akhirat
Yang tak mungkin terampas oleh siapa pun
Dunia tercipta dan tetap mengada karena mereka, para Imam dan Wali.
Karena mereka mentari bersinar, awan menurunkan hujan yg berkah, bumi menumbuhkan pepohonan.

Hasan dan Husein adalah Imam baik ketika mereka duduk atau berdiri. Baik ketika memegang kekuasaan zahir atau pun tidak.

Hanya mereka yg tertipu yg menyandingkan antara keduanya (Imamah dan kekuasaan) seakan Imamah adalah kedudukan kerajaan atau pemerintahan. Baik dari golongan yang umum maupun yang khusus.

Sungguh pertengkaran ini telah menyita waktu dan menebar fitnah.

Mari belajar ksatria dan keimanan hakiki dari madrasah Karbala.

Tangisan kita buat diri kita dan mereka yg tdk mengenal cinta.

Sungguh cinta harus ditebus dengan penderitaan.

 
34.   ” PENETAPAN TAHUN HIJRIYYAH”.
Beberapa saat setelah hadhrat Umar Bin Khattab RA menjadi khalifah, kekuasaan kaum muslimin sdh meliputi jazirah arab, bahkan lebih luas lagi. Beliau berfikir perlu ada kesamaan wkt –tgl, bln, dan tahun– dlm rangka memudahkan administrasi kekhalifahan yg kala itu masing2 wilayah (propinsi) punya perhitungan masing-masing –a.l. ada yg menggunakan tahun Romawi, dan juga tahun Persia. Maka dikumpulkanlah para sahabat dan tabi’in semacam munas untuk membahas perihal tsb. Dalam pertemuan itu para sahabat menyampaikan pandangan2nya dg argumen masing2, namun ketika Imam Ali AS menyampaikan pendapatnya bhw hijrah adalah momentum yg sangat menentukan dakwah dan perkembangan Islam, maka tak satu pun sahabat yg hadir menyanggah. Khalifah Umar selaku moderator meminta persetujuan kpd yg hadir dan seluruhnya menyetujui pendapat Imam Ali AS secara aklamasi.
Selamat Tahun Baru Hijriyyah 1435, Semoga Allah SWT memberikan kekuatan lahir batin dan semakin meneguhkan Iman dan Islam kita.
Salam.
 
35.    Agus Abubakar Arsal Alhabsyi
وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ ۚ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS 10:108)

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ فَمَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۖ وَمَا أَنَا عَلَيْكُمْ بِوَكِيلٍ

Katakanlah: “Hai manusia, sesungguhnya teIah datang kepadamu kebenaran (Al Quran) dari Tuhanmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu”.(QS 10:109).

36.   SETAN dan MANUSIA
Setan melihat manusia dari arah yg manusia tdk bisa melihatnya. Dia diberi kesempatan hidup sampai kiamat, jadi tdk mungkin membunuhnya. Setan hidup puluhan ribu tahun dg pengalaman tipu luar biasa. Pembohong ulung. Dia telah menipu Adam dan Hawa dan mengeluarkannya dari surga. Dia tahu apa yg ada di dada manusia, bisa membaca pikiran dan perasaan anak Adam. Dia bisa berpindah tempat di seluruh alam dunia dlm sekejap.
Bagaimana menghadapi musuh secanggih ini?
Hanya ada satu cara, apakah itu?
Berlindung kepada Tuhan penciptanya:
A’udzu biLlaahi minasy-syaythaanirrajiim.
Aku berlindung kpd Allah dari Setan yg terkutuk.
Biasakan membacanya sebelum basmalah dlm setiap aktifitas khususnya ketika anda membaca surat Qur’an dlm shalat.

 

 

  1. Agus Abubakar Arsal Alhabsyi

 

Api Takfiriah yang Menjilat Diri Sendiri
(Otong Sulaeman, Mhsw S3 Filologi Unpad)

Istilah takfiriah, akhir-akhir semakin sering terdengar. Prahara di Suriah dan juga kisruh politik di Mesir melibatkan sejumlah aktor. Kelompok takfiriah disebut-sebut sebagai salah satu aktor utama. Bahkan ada sejumlah kalangan yang menengarai adanya infiltrasi ideologi kelompok ini ke dalam gerakan-gerakan Islam di Indonesia.

Takfiriah adalah sebuah gerakan yang bercirikan sangat mudahnya menjatuhkan vonis kafir kepada kelompok lain. Gerakan ini sebenarnya berakar jauh sejak masa kekhalifahan Imam Ali bin Abi Thalib. Saat itu, muncul sebuah kelompok bernama Khawarij. Secara politis, mereka berposisi sebagai blok ketiga yang mereaksi dua kubu yang berseteru, yaitu kubu Ali bin Abi Thalib sebagai pemerintah yang berkuasa dan kubu Muawiyah yang mengobarkan perlawanan oposisional. Dalam pandangan politik Khawarij, Ali dan Muawiyah sama-sama keliru dan tidak punya legitimasi otoritatif untuk berkuasa atas ummat Islam. Kalau kita kaji secara kultural, sejarah mencatat bahwa fenomena “Khawarij-isme” adalah transformasi dari nilai-nilai hidup suku-suku nomaden Arab Badwi, dengan segala macam cirinya yaitu passionate, keras, tak kenal kompromi, simplistis, mandiri, dan ekslusif.

Untuk menegaskan identitas kelompoknya, Khawarij juga membuat sejumlah rumusan teologis. Ada tiga pilar penting dalam formula teologis Khawarij yang membuat kelompok ini terlihat unik dibandingkan dengan aliran-aliran teologis lainnya. Pertama, parameter keimanan yang sangat elitis. Bagi mereka, keimanan bukan hanya sebatas konfirmasi-verbal (tashdiq), melainkan juga harus dalam bentuk amal perbuatan. Seseorang baru disebut beriman jika ia sudah mengimplementasikan keimanannya itu dalam bentuk amal-amal ibadah secara komprehensif. Dari sisi ini, pengucapan dua kalimah syahadat bukan penanda keberimanan seseorang. Di sisi lain, seorang Muslim akan berubah status menjadi kafir ketika ia secara sengaja melanggar salah satu perintah Allah. Orang Islam yang tidak melaksakan shalat dihukumi kafir, bahkan murtad.

Kedua, penafsiran formalistik-tunggal atas segala macam teks agama. Dalam pandangan Khawarij, teks-teks agama harus difahami secara harafiah. Tidak ada ruang bagi siapapun untuk menafsirkan maksud lain dari redaksi ayat-ayat Alquran dan Alhadis. Salah satu konsekwensi logis dari prinsip ini adalah paham anthromorphisme, sebuah keyakinan bahwa Tuhan itu Zat yang bermateri (tajassum). Keyakinan ini muncul karena, misalnya, redaksi Alquran atau hadis menyatakan adanya ‘tangan Tuhan’. Prinsip ini membuat Islam menjadi agama yang sangat kaku karena diikat oleh penafsiran tunggal, yaitu penafsiran harafiah.

Kombinasi dari kedua prinsip di atas melahirkan prinsip unik ketiga kelompok Khawarij, yaitu takfiriah. Istilah ini merujuk kepada perilaku sangat mudahnya menjatuhkan vonis kafir dan sesat kepada siapapun yang berada di luar kelompok mereka. Prinsip “amal-ibadah sebagai parameter keimanan” membuat keimanan menjadi sangat elitis. Hanya orang-orang yang telah mengimplementasikan keimanan itu dalam bentuk beramal ibadah secara komprehensif yang layak menyandang predikat Mukmin. Sebaliknya, kekufuran adalah hal yang sangat lumrah. Dalam kelompok ini, memberi stigma “kafir” kepada orang lain menjadi common behaviour.

Di sisi lain, prinsip penafsiran agama secara formalistik dan tunggal membuat amal ibadah yang menjadi parameter keimanan itu menjadi sangat sempit dan terbatas. Meskipun Anda orang yang sangat taat beribadah, akan tetapi jika amal ibadah Anda terindikasi berbeda dengan apa yang dipahami oleh kelompok Khawarij, Anda tetap saja akan dihukumi kafir.

Apakah Khawarij hanyalah fenomena sejarah yang sudah menjadi fosil? Banyak kalangan yang menengarai sekaligus mengkhawatirkan bahwa kelompok ini tidak mati, melainkan bertransformasi menggunakan nama dan baju yang berbeda. Namun, prinsip-prinsip uniknya tetap sama dengan leluhur-ideologisnya: parameter keimanan yang elitis dan penafsiran formal-tunggal atas teks-teks agama.

Takfiriah bagaikan api yang bisa menjilat siapa saja, bahkan termasuk si pelaku (orang yang mengkafirkan pihak lain) sendiri. Kasus keluarnya fatwa pengkafiran terhadap orang yang memiliki keyakinan heliosentris (bahwa bumi mengelilingi matahari) oleh para ulama Wahabi adalah contohnya. Berdasarkan penafsiran yang formalistik-tunggal terhadap sejumlah ayat Alquran dan Alhadis, Syaikh Ibnu Utsaimin, Syaikh Ibnu Baz, Syaikh Muqbil dan Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Asy-Syaikh, dalam kesempatan yang berbeda-beda, menyampaikan fatwa bahwa mataharilah yang mengelilingi bumi. Siapa saja yang meyakini sebaliknya (bumi yang mengelilingi matahari), jatuhlah hukum kafir kepada orang tersebut.

Dengan penetapan syarat yang luar biasa ketat atas status keimanan tersebut, takfiriah betul-betul mempreteli status keimanan dari siapa saja, termasuk dari diri mereka sendiri. Bisa dibayangkan, ilmuwan atau akademisi dari kalangan Wahabi pun bisa disebut kafir kalau mereka mempertahankan keyakinan imiah bahwa bumilah yang mengelilingi matahari. Inilah agaknya maksud dari hadis yang disampaikan oleh Rasulullah SAW terkait kehati-hatian dalam memberi stigma kafir kepada orang lain. “Laa yarmii rajulun rajulan bil fusuq wa laa yarmiihi bil kufr illa irtaddat ‘alaihi in lam yakun shaahibuhu kadzaalik”. Jika seseorang menjatuhkan vonis fasik atau kafir kepada orang lain, vonis itu akan berbalik kepada si penuduh, manakala ternyata tuduhan itu keliru.

Sangat disayangkan bahwa fenomena takfiriah dengan segala absurditasnya ini semakin marak di tanah air kita. Dalam beberapa dekade terakhir ini, ghirrah kebangkitan Islam yang melanda masyarakat Indonesia berimpitan dengan masuknya prinsip-prinsip teologis Khawarij. Passionate yang bergelora adalah sebuah kemestian bagi kebangkitan Islam. Akan tetapi, jika hal itu dibarengi dengan takfiriah, kebangkitan yang dicita-citakan dipastikan hanya akan menjadi mimpi. Peradaban Islam tak mungkin dibangun dengan watak pengkafiran yang membabi-buta, yang apinya bisa menjilat diri sendiri.

(Dimuat di IRIB Indonesia)

38. Agus Abubakar Arsal Alhabsyi bersama Awm Kamandanu dan 48 lainnya

 

Pada suatu acara seminar yang dihadiri oleh sekitar 50 peserta.
Tiba-tiba sang Motivator berhenti berkata-kata dan mulai memberikan balon kepada masing2 peserta.
Dan kepada mereka masing2 diminta untuk menulis namanya di balon tsb dgn menggunakan spidol. Kemudian semua balon dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam ruangan lain.
Sekarang semua peserta disuruh masuk ke ruangan itu dan diminta untuk menemukan balon yang telah tertulis nama mereka, dan diberi waktu hanya 5 menit.
Semua orang panik mencari nama mereka, bertabrakan satu sama lain, mendorong dan berebut dengan orang lain disekitarnya sehingga terjadi kekacauan.
Waktu 5 menit sudah usai, tidak ada seorangpun yang bisa menemukan balon mereka sendiri.
Sekarang masing2 diminta untuk secara acak mengambil sembarang balon dan memberikannya kepada orang yang namanya tertulis di atasnya.
Dalam beberapa menit semua orang punya balon mereka sendiri.
Akhirnya sang Motivator berkata : “Kejadian yg baru terjadi ini mirip dan sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.
Semua orang sibuk mencari kebahagiaan untuk diri sendiri (mirip dengan mencari balon mereka sendiri) dan banyak yg gagal. Mereka baru berhasil mendapatkannya ketika mereka memberikan kebahagiaan kepada orang lain (memberikan balon kepada pemiliknya).
Kebahagiaan kita terletak pada kebahagiaan orang lain. Beri kebahagiaan kepada orang lain, maka anda akan mendapatkan kebahagiaan anda sendiri.”

39.Agus Abubakar Arsal Alhabsyi bersama Ahmad Yanuana Samantho dan 48 lainnya

فَلَوْلَا كَانَ مِنَ الْقُرُونِ مِنْ قَبْلِكُمْ أُولُو بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي الْأَرْضِ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّنْ أَنْجَيْنَا مِنْهُمْ ۗ وَاتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَا أُتْرِفُوا فِيهِ وَكَانُوا مُجْرِمِينَ

Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ

Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya muslihun (yaitu orang-orang yang baik dan menyeru kepada kebaikan).(11:116-117)

Kejahatan tidak akan berjaya dan menghantarkan suatu kaum kepada kehancuran kecuali karena diam dan berpangku tangannya sebagian besar masyarakat.

Maraknya kejahatan juga disebabkan skala prioritas yg salah di kalangan umat, seperti mempertentangkan masalah ikhtilaf ijtihad (dengan tuduhan bid’ah, sesat, neraka dan kafir), akibatnya persoalan utama yang merupakan penyakit masyarakat, seperti korupsi, narkoba-miras, pornografi/pornoaksi dll, terabaikan.

Kita prihatin dengan tokoh-tokoh agama yg sadar atau tidak sadar menyeret masyarakat kita ke dalam lumpur konflik SARA.

Lestari Yuseno Abubakar Dewi Lestari Dewi Pandanarum Ali Agung Arsal Alhabsyi Umar Arsal Ahmad Arsal Isma Arsal Usman Arsal Alhabsyi Bang Sem Anis Ba’asyin

40. Agus Abubakar Arsal Alhabsyi menambahkan 2 foto baru — bersama Aad Abah Oya dan 47 lainnya.

Foto ini adalah salah satu bukti dari Mekkah, Saudi Arabia tahun 2008, tentang Komperensi Internasional Pemikiran Islam yang dibuka bersama mufti Agung Saudi Syekh Abd al Aziz Al Syeikh, Raja Abdullah dan Anggota Dewan Agung Ulama Iran Ayatullah Rafsanjani yang menunjukkan kebohongan pihak2 tertentu di Republik ini yang ingin memecah belah umat Islam dengan menuduh Syiah sesat secara sepihak. Jangan tertipu oleh gelar ulama dan nama institusi. Nabi sudah mengingatkan kita untuk tidak bergaul dengan ulama yg memecahbelah umat, menyebarkan kebencian dan permusuhan di antara umat .
Kita mendukung semua pihak yg mendorong persatuan, persaudaraan dan perdamaian di antara umat manusia pada umumnya dan umat Muhammad khususnya.
Allah mengutuk mereka yg menyebarkan kebohongan, fitnah dan kebencian serta pemutusan hubungan kasih sayang (silaturrahmi) di antara umat manusia.
Saya menghimbau kepada semua pihak pencinta damai utk bangkit bersaksi dan menyuarakan nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Nabi bersabda:
“Tidak tegak kebatilan kecuali karena kelalaian pihak pencinta kebenaran”.
Sumber:
http://www.alarabiya.net/articles/2008/06/04/50959.html

 

 

 

41. Agus Abubakar Arsal Alhabsyi

Opsi untuk berita ini

Bumi, Rezeki dan Surga adalah warisan Allah buat muttaqin

Bumi adalah milik Allah yg akan diwariskannya kpd mereka yg bertaqwa. Yaitu mereka yg senantiasa meminta pertolongan kpd Allah dan bersabar.

قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُوا بِاللَّهِ وَاصْبِرُوا ۖ إِنَّ الْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۖ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

Musa berkata kepada kaumnya: “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa”. (7:128).

Rezki diberikan Allah kpd hambanya yg bertaqwa yaitu mereka yg cirinya a.l. menyeru keluarganya utk shalat.

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.(20:132).

Akhirat, Surga dgn segala kenikmatannya, diciptakan Allah buat mereka yg bertaqwa, yaitu mereka yg cirinya a.l. tidak menginginkan kesombongan, kebesaran, keagungan di muka bumi dan tidak merusak (menyebar kebencian, permusuhan, merusak alam fauna maupun flora).

تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا ۚ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.(28:83).

Orang yg paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah mereka yg paling bertaqwa. (49:13)

Taqwa adalah kesadaran, kepekaan dan kepedulian akan hak-hak Allah, hak-hak sesama manusia dan alam.

Tidak bertaqwa seseorang merasa lega ketika musuhnya dizalimi. Taqwa tidak terlepaskan dari keadilan. Siap membela siapa pun yg dizalimi tanpa melihat suku bangsa atau pun agama kepercayaan dan mazhabnya. Musuh orang yg bertaqwa adalah mereka yg zalim apa pun kepercayaan dan sukunya.
Orang yg bertaqwa selalu memperhatikan dgn seksama dampak tindakannya terhadap lingkungannya. Menjaga ucapan dan perbuatan dari menimbulkan gangguan kpd pihak lain. Rasulullah bahkan menganjurkan umatnya untuk menggunakan parfum yg menyenangkan org di sekelilingnya. Demikian pula Rasul mengingatkan umatnya utk menghindari makanan yg berbau menyengat, yg menimbulkan gangguan kpd pihak lain seperti bawang putih jika akan berjumpa org lain atau memimpin shalat berjamaah. Apatah pula tindakan aktif yg mengganggu orang lain seperti merokok sebarang tempat tanpa peduli akibat buruknya bagi perokok pasif di sekelilingnya apalagi anak2, wanita hamil, penderita asma dan orang2 sehat yg terpapar asap rokok yg berakibat buruk bagi kesehatan mereka.

Dan tentu saja yg paling jahat di antara semua kejahatan adalah menzalimi rakyat. Melalui penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi. Mengkhianati amanah rakyat yg telah menggaji mereka, memberi fasilitas kepada mereka dan menitipkan nasib kepada mereka. Tidak heran jika dunia sepakat bhw korupsi adalah extra ordinary crime, kejahatan yang luar biasa.

Bertaqwalah dg melaksanakan semampu anda dalam hal-hal yg diperintahkan Allah dan tinggalkan sepenuhnya apa yg dilarangNya secara mutlak.

Semoga Allah menolong kita.
Lestari Yuseno Abubakar Dewi Lestari Dewi Pandanarum Ali Agung Arsal Alhabsyi Umar Arsal Ahmad Arsal Isma Arsal Usman Arsal Alhabsyi Anis Ba’asyin Bang Sem

42. Agus Abubakar Arsal Alhabsyi bersama Abu Haidar Abi dan 48 lainnya

Mari kita sikapi makar buruk musuh2 kemanusiaan (yg memecah belah umat dan bangsa-bangsa) dengan kerja keras dan cerdas. Sebaik2 amal, sabda nabi, adalah mendamaikan perselisihan di antara umat Muhammad dan umat manusia pada umum.

Kenalilah pabrik2 fitnah dan sales/agen pemecah belah umat. Bedakan dari korban penyesatan dan fitnah. InsyaAllah, mereka yg masih ada setitik cahaya ilahi di hatinya akan mendapat petunjuk dan jalan keluar.

Mari sucikan hati (tazkiyatun nafs) dengan banyak dzikir dan jernihkan pikiran dgn iqra, tafakur dan tabayun. Tumbuhkan sangka baik kpd sesama Umat. Jadilah Ummatan Wasathan (wasitnya umat manusia) tonggak2 keadilan dan saksi yg adil. Juru damai umat manusia.

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ ٌ

Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) sebagai , umat yang wasathan (wasit, adil, pilihan) agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. (QS 2:143).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS 5:8)

Salam damai
Bekasi, 26-02-14

 

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s