PEMIKIRAN HELMI HIDAYAT DI FACEBOOK

Helmi Hidayat                                    

Orang yang seharusnya paling berterima kasih kepada Iblis adalah Adam. Tanpa Iblis, Adam akan selamanya tersesat di surga. Buat Adam dan keturunannya ini berbahaya. Di surga Adam hanya tahu suka dan bahagia. Tapi berkat Iblis, ia jadi tahu duka dan nestapa. Karena Iblis, Adam jadi tahu indahnya dunia. Batapa dunia sejatinya membuat Adam bahagia terlihat dari suka-citanya keturunan Adam hidup di kolong langit ini. Sebagian besar dari mereka gila harta, mabuk tahta, bahkan takut mati lantaran cinta dunia. Untung dulu Adam tergoda Iblis. Jika tidak, orang-orang dengan jiwa buas harta, tahta, dan seksualita itu niscaya tak pernah merasakan indahnya dunia.

Pertama-tama kita harus bersepakat dulu bahwa al-Quran bisa dan harus menjadi epistemologi kita dalam diskusi ini. Jika kita telah bersepakat, maka menurut kitab suci ini, Iblis adalah satu dari bangsa jin yang membangkang perintah Allah. Informasi ini bisa kita baca dalam QS al-Kahfi (18) ayat 50: وَإِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلَـٰٓٮِٕكَةِ ٱسۡجُدُواْ لِأَدَمَ فَسَجَدُوٓاْ إِلَّآ إِبۡلِيسَ كَانَ مِنَ ٱلۡجِنِّ فَفَسَقَ عَنۡ أَمۡرِ رَبِّهِۦۤ‌ۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُ ۥ وَذُرِّيَّتَهُ ۥۤ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِى وَهُمۡ لَكُمۡ عَدُوُّۢ‌ۚ بِئۡسَ لِلظَّـٰلِمِينَ بَدَلاً۬ (٥٠) Dan [ingatlah] ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam”, [2] maka sujudlah mereka kecuali iblis.DIA ADALAH DARI GOLONGAN JIN, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti [Allah] bagi orang-orang yang zalim. (50) —- Dari sini barulah kita bisa berdiskusi apa itu jin sesungguhnya.

Hudri Hayat : Ada sepasang pengantin yang ga ngerti harus melakukan APA pada malam pertamanya. Akhirnya, kedua orang tua mereka memberitahu bahwa punyanya laki-laki itu namanya iblis, sedangkan punyanya perempuan itu neraka. Iblis itu harus di masukkan ke neraka. Maka, terjadilah malam itu si iblis dimasukkan ke neraka. Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali…..he he he…untung ada iblis. Terimakasih iblis, kata, pengantin itu ……..

Helmi Hidayat

Sekitar tahun 2002, saya diundang TVRI untuk sebuah acara talkshow tentang program sertifikasi halal yang dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Salah satu narasumber di samping saya adalah Menteri Agama saat itu, Prof. Dr. Said Agil Husin al-Munawwar. Hampir semua narasumber, termasuk menteri agama, mendukung program sertifikasi halal MUI, kecuali saya. Dalam acara yang disiarkan secara LIVE itu, saya menolak MUI melakukan sertifikasi halal dan sebagai gantinya saya usulkan agar majelis terhormat ini melakukan sertifikasi HARAM saja. Dalil saya, semua yang ada di muka Bumi ini awalnya boleh dilakukan, halal, kecuali jika ada dalil tertentu yang menyatakan sesuatu itu haram. Misalnya semua daging halal kecuali babi dan bangkai. Bukankah hal-hal yang diharamkam Allah di dunia ini sangat sedikit dan selebihnya halal? Silakan bayangkan jika Anda datang ke sebuah minimarket lalu Anda dapati sebuah barang dipajang dengan label mencolok bertuliskan: ”HARAM”. Mana yang lebih berwibawa ketika Anda dapati barang itu bertuliskan “HALAL”.

Masa sih produsen air putih dari sumur masih juga harus mengurus sertifikat halal?

Helmi Hidayat Brother Syaefurrahman Al-banjary, ada berjuta-juta, bahkan bermiliar item halal di muka Bumi ini. Akan lelah MUI memberi label itu semua. Tapi item yang haram? Paling-paling bangkai, babi, anjing, khamar, darah, dan beberapa binatang yang dijelaskan dalam hadits RAsulullah SAW. Itu saja yang diberi label haram, Fur. Masa’ air putih, garam, dst ,,,,dst … mau diberi label halal? Kalaulah Prof. Din mengharamkan air kemasan, itu bukan karena substansi air putih yang haram, tapi cara eksploitasinya yang harus dilawan. Mari bedakan antara substansi dan cara. Khamar (alkohol) diberi label haram bukan karena cara mengolahnya, tapi sejak awal Langit memang menghendaki barang ini haram, sedikit atau banyak! Soal dalil ushul fiqih yang saya kutip, sebaiknya ente baca lagi deh kitab ushul fiqih. Salam.

Helmi Hidayat

Ketika saya membuat status dengan berucap “Selamat hari Sabtu, Tuhan …”, seorang sahabat merespon apakah saya tidak khawatir dicap sebagai Yahudi. Ini karena Hari ibadah umat Yahudi memang Sabtu (Sabbath), bukan hari pertama (Ahad) untuk umat Nashrani, atau hari perkumpulan (Jumat) buat umat Islam. Saya jawab bahwa saya tidak keberatan disebut Yahudi karena secara etimologis kata “Yahudi” sangat positif.

Kata Yahudi adalah bahasa Arab, asal katanya “haadaa, yahuudu”, artinya bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Jadi, kata Yahudi bermakna orang yang selalu bertobat dan berjalan di jalan yang lurus. Allah SWT mengabadikan kisah ini dalam al-Quran surat al-A’raaf ayat 156. ”Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali [bertaubat] kepada Engkau.” Indah bukaaaan?

Apa beda Yahudi dengan Israel? Israel adalah kosakata Ibrani, terdiri atas dua kata: ‘’isra’’ (hamba atau teman dekat) dan ‘’el’’ (Tuhan) — Israel berarti hamba Tuhan atau teman dekat Tuhan. “Orang-orang Israel (Isra’iliyyun)” atau “Bani Israel” adalah sebutan yang dinisbatkan kepada Nabi Israel alias Nabi Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim Alaihimus-salaam. Jadi, ketika seorang Muslim berdemonstrasi di depan Kedubes AS berteriak: “Israel biadab, Israel bangsat!”, sesungguhnya ia tengah memaki-maki Nabi Ya’qub, lelaki yang menurunkan 12 klan Bani Israel.

Saya yakin, makian itu sebenarnya bukan ditujukan kepada Nabi Ya’qub alias Nabi Israel, tapi kepada antek-antek Zionisme. Kata Zionisme diambil dari nama Zion, bukit di Yerusalem. Ini adalah gerakan politik kaum Yahudi yang tersebar di seluruh dunia untuk kembali ke bukit Zion. Anggota organisasi ini tidak terbatas pada penganut Yahudi saja, tapi juga penganut agama lain. Muncul di abad ke-19, Zionisme semula ingin mendirikan sebuah negara Yahudi di Afrika, kemudian berubah di tanah Palestina yang kala itu dikuasai Kekaisaran Ottoman (Khalifah Ustmaniah) Turki.

Semoga di masa mendatang setiap kita jadi lebih pandai menempatkan sesuatu pada tempatnya.

Helmi Hidayat

Banyak orang tidak belajar dari kesalahan Hector. Saat memimpin pertempuran melawan tentara Achaean, pangeran Troya ini pada akhirnya sadar bahwa lawan tanding yang ia jabani saat itu bukanlah Achilles, melainkan Patroclus, saudara sepupu kesayangan Achilles. Patroclus cuma mengenakan seragam perang Achilles agar morale pasukan Yunani bertambah dengan kehadiran Achilles. Tapi Hector tak bisa mengendalikan emosi. Dia tahu bahwa Patroclus saat itu sudah tak berdaya, tapi tetap saja dia membunuhnya. Tak disangka, justru ”kesalahan kecil” inilah yang membuat Achilles mengamuk lalu membunuh Hector dalam perang tanding yang memukau.

Jika saja Hariri, misalnya, bisa menahan diri saat melihat operator sound system yang sudah tak berdaya itu dan tidak menginjak tengkuknya, niscaya ia tak diserang “achilles-achilles” gusar yang mengamuk di jejaring sosial mereka. Jika saja Anda bersabar dan memberi maaf pengendara motor yang baru saja menabrak mobil Anda dan tidak menempelengnya, niscaya ”achilles” tidak membawa Anda ke kantor polisi. Kawan, pandai-pandailah menjadi ”Hector”, terima permohonan ampun ”Petroclus”, ”Achilles” niscaya tak pernah mampir dalam kehidupan Anda.

 

Helmi Hidayat

Tuhan, selamat hari Sabtu. Ingin sekali aku mengajak Engkau berjalan-jalan di akhir pekan ini ke Gunung Alpamayo atau Pantai Saleccia, tapi aku tahu Engkau adalah Tuhan yang Maha Sibuk. Aku hanya ingin mengucapkan sejuta terima kasih bahwa di tengah kesibukan-Mu menjawab bermiliar doa, Kau tetap izinkan aku merasa memiliki Diri-Mu seutuhnya, lebih dari rasa memiliki kedua orangtuaku. Baru kemarin aku merasa ditimpa segunung nestapa, tapi hari ini ketika aku berserah diri pada-Mu, gunung nestapa itu berubah jadi fatamorgana. Tuhan, ada keindahan ketika aku merasa terjebak dalam kawah ridho-Mu, maka biarkan aku terperangkap jauh di dalamnya. Biarkan ini jadi rahasia kita berdua bahwa tadi aku tersenyum menikmati misteri Diri-Mu. Selamat hari Sabtu, Tuhan ….

Helmi Hidayat

Banyak pahlawan nasional tak dimakamkan di taman makam pahlawan, dua di antara mereka adalah Mak Eroh dan Mak Erot. Jasa kedua perempuan perkasa ini luar biasa.

Dibanding Mak Eroh, Mak Erot lebih terkenal. Hidup antara 1878 – 2008, perempuan ini dikenang sebagai tabib dengan kemampuan membesarkan alat kelamin kaum lelaki. Tak hanya kaum laki, kaum perempuan pun berutang budi atas jasa perempuan kelahiran Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, ini. Demikian besar jasa Mak Erot, sampai Wikipedia mencatat sejarah hidupnya, Moammar Emka menulis buku ”Ade Ape Dengan Mak Erot”, Akoer menerbitkan novelnya berjudul ”Big Size”, dan sebuah film layar lebar diproduksi dengan judul ”XL, Antara Aku, Kau dan Mak Erot”.

Kisah Mak Eroh (1936 – 2004) sejatinya lebih heroik. Diberi julukan ”perempuan besi”, Mak Eroh pernah membuat Presiden Soeharto tercengang ketika ia seorang diri menghabiskan 1000 pahat untuk menyodet batu cadas sepanjang 4.500 meter di sungai Cilutung di di Desa Pasirkadu, Cisayong, Tasikmalaya. Saluran yang dia buat ini mengitari delapan bukit dengan kemiringan 60 – 90 derajat. Kerja raksasanya ini mampu mengairi 60 hektar sawah di dua kecamatan, Cisayong dan Indihang. United Nations Environment Program kemudian memberinya penghargaan lingkungan, Global 500, sementara Pemkab Tasikmalaya membangun monumen Mak Eroh sebagai salam takzim atas jasanya yang luar biasa.

Selamat jalan Mak Erot dan Mak Eroh. Anda berdua adalah ”perempuan pahat” dan ”perempuan besi” yang mewariskan kebahagiaan, meski begitu sulit menemukan batu nisan Anda di antara jajaran batu nisan taman makam pahlawan.

Helmi Hidayat

Neil Amstrong baru saja wafat. Tapi, sampai sekarang saya tidak pernah percaya umat manusia, diwakili AS, pernah menginjakkan kaki di Bulan. Tidak mungkin teknologi 1967 bisa membawa umat manusia ke Bulan. Teknologi 2000-an saja tdk mampu, apalagi teknologi 60-an. Itu bualan paling jorok AS kpd dunia dan Amstrong, yg disebut2 manusia pertama mendarat di Bulan, smp matinya menderita batin memendam kebohongan negaranya. Foto Amstrong di Bulan disebut2 dibuat di Gurun Nevada, AS!

 

 

 

Helmi Hidayat

Agavia, berhentilah mengeluh tentang hujan. Jika kau terus mengeluh tentang air yang meliuk-liuk jatuh dari langit itu, sebenarnya engkau tengah memaki sebuah keindahan. Mengapa tidak kaulihat saja petir yang menyambar-nyambar itu sebagai tarian Mikail, sebagaimana permintaanku agar kau selalu melihat proses kematian sebagai colekan kecil Izrail. Bukankah dulu pernah aku bisikkan kata cinta di antara rintik hujan? Bukankah dulu kau pernah menolak menghapus air matamu yang bersatu dengan air hujan? Bukankah itu keindahan? Hari-hari ini hujan terus turun, Agavia. Di antara tarian Mikail yang mengagumkan di langit kelam, diam-diam aku menikmati bulu-bulu tipis di dahimu merebah setiap kali kilat menyambar ….

 

Helmi Hidayat

Kawan saya menemui saya semalam, bercerita bahwa dia digugat cerai istrinya karena menikah lagi. Gugatan cerai sudah diajukan istrinya sejak lima bulan lalu, tapi sampai sekarang gugatan belum juga diputuskan. Awalnya saya menduga itu kesengajaan pengadilan agama menunda-nunda persidangan agar jeda panjang memberi kesempatan buat berpikir ulang. “Oh bukan,” sanggah kawan saya dengan cepat. “Pemanggilan jadi lama karena yang ngajukan cerai banyaaaaak. Gue kemarin ke pengadilan agama, gue lihat yang ngantre ngajuin cerai banyaaaaak, muda-muda dan cantik-cantik lagi.”

Helmi Hidayat

Ya Allah, sehatkan fisik dan mental anak-anak bangsa yang cerdas-cerdas ini: Akil Mukhtar, Ratu Atut, Rudi Rubiandini, Angelina Sondakh, Andi Mallarangeng, Lutfi Hasan Ishaq, Nazaruddin, Miranda Goeltom, dan para tersangka serta terdakwa kasus-kasus korupsi lainnya. Kesehatan fisik penting buat mereka agar mereka bisa merasakan hukuman dunia secara lebih sempurna, tapi kesehatan mental lebih penting lagi. Sekali saja mereka stres lalu gila, itu berarti keuntungan besar buat mereka. Raqib dan ‘Atid tak lagi bekerja mencatat semua perbuatan mereka begitu mereka gila …. Ya Allah, jaga keseimbangan mental mereka, kuatkan batin mereka, dan jadikan kami selalu bersyukur tidak tidur sekamar dengan mereka. Amin.

Helmi Hidayat

Usai shalat dhuha tadi pagi, aku punya pertanyaan paling terakhir kepada Allah, Tuhan yang baru saja aku sembah: Bukankah Dia adalah Zat Mahasuci yang paling tahu segala hal, mulai dari letak debu terkecil di Planet Zabernavox sampai jumlah barisan jin di Gurun Mahsyar nanti?

Kalaulah demikian, bukankah Allah sejak awal mestinya tahu bahwa Akil Mukhtar bakal terlibat korupsi dengan jabatannya sebagai ketua Mahkamah Konstitusi?

Mengapa tidak sejak awal saja Ia gagalkan kehendak Akil Mukhtar menjadi ketua MK saat ia mengikuti fit and proper test?

Ya Allah, Engkau pasti tahu gara-gara Akil, MK kini terjun bebas selevel terminal sementara aku tak pernah tahu apa alasan di balik setiap keputusan-Mu …..

Helmi Hidayat

Aku iri pada buaya. Setiap hari mereka telanjang bulat mengobrol dan bercengkerama bersama, tapi tak satu pun di antara mereka tertukar pasangan.

Ahli zoology menemukan bhw buaya jantan sangat setia hanya meniduri satu kekasih betina sampai akhir hayatnya, kendati setiap hari puluhan buaya betina telanjang indah berenang di sampingnya. Aku tak pernah berhenti berguru pada buaya sebab di darat mudah sekali menjadi buaya!

Helmi Hidayat

Tuhan, di tahun 2014 ini aku tetap setia menunggu-Mu di tikungan. Kita bisa mengobrol banyak di sana tentang Indonesia: tentang negeri besar yang sekarang sedang mencari pemimpin yang lebih tegas dan lugas, tentang banyak gubernur, walikota, dan bupatinya yang ditangkap KPK karena kasus korupsi, tentang seorang bupati di daerah terpencil yang petantang-petenteng menutup bandara hanya gara-gara tak dapat tiket, tentang jenderal polisi dan anggota DPR RI yang divonis berat karena kasus korupsi, juga tentang goyang “Julius Caesar” yang tiba-tiba begitu memesona dan membius banyak orang hingga mereka ikut-ikutan latah berjoget. Tuhan ….. negeri ini sungguh penuh warna-warni, Engkau kutunggu di tikungan yang sama.

Helmi Hidayat

Mengisi malam pergantian tahun 2013, malam ini insya Allah saya mengisi ceramah di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan. Sebuah acara muhasabah (instrospeksi diri) juga akan digelar usai saya berceramah. Islam agama yang fleksibel, tidak melarang pengikutnya bergembira menyambut pergantian tahun, tapi mengisinya dengan berinstrospeksi diri juga bukan sesuatu yang jelek. Saya akan berceramah tentang indahnya kehidupan manusia di muka Bumi ini. Mereka sesungguhnya selalu berhijrah dari satu barzah ke barzah lain — dan barzah terakhir adalah alam kubur, tempat jiwa-jiwa tenang hidup merdeka dari penjara tubuh kasar darah, daging, dan tulang.

 

 

 

Helmi Hidayat

Aku harus percaya semua ajaran para nabi Allah, apalagi jika nama mereka disebut dalam buku suci al-Quran. Dalam shalat-shalatku aku bukan hanya bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, tapi juga kepada Nabi Ibrahim AS, bapak agama-agama. Hanya saja, setiap 25 Desember tiba, aku terkondisikan sedemikian rupa oleh dunia luarku untuk secara khusus teringat kepada Nabi Isa AS. Kepadanya aku berkirim salam dan shalawat, sebagaimana Allah mengajarkanku dalam QS Maryam (19) ayat 33: “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa), pada hari Natalku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.” — bersama sejuta doa semoga dunia semakin damai dengan ajaran-ajaran Langit.

Helmi Hidayat

Dalam beberapa hari ini aku merasa kematian begitu dekat denganku. Sering aku merasa ia seolah datang satu jam dari sekarang. Inilah yang membuat aku terus merenung, jika aku mati satu jam lagi, apa yang akan aku lakukan di alam kubur selama menunggu kiamat tiba. Bertasbih dan berzikir sepanjang hari? Bukankah aku tak tak lagi terikat dengan waktu? Bahkan aku tak lagi wajib berbuat baik, shalat, puasa, zakat, apalagi berhaji? Bahkan sekarang pun aku sedang merenung, apa yang sekarang sedang dilakukan Muhammad SAW menunggu kiamat tiba, berasma Isa, Musa, Daud, Ibrahim, serta nabi-nabi lain alaihimussalaam.

Tuhan, berikan aku pisau paling tajam dari langit-Mu, agar aku bisa membunuh rasa penasaranku.

Helmi Hidayat

Dibanding kitab-kitab Langit lainnya, al-Quran adalah kitab suci yang paling selektif menyebut nama. Buku suci ini hanya menyebut nama pilihan dengan kualitas “ter” — terbaik, terburuk, dan terkenal. Al-Quran menyebut nama orang-orang terbaik: Imran, Maryam, Luqman, serta Muhammad SAW dan nabi-nabi lain mulai Isa hingga Adam, tapi tak menyebut Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Kitab suci ini menyebut Abu Lahab, Azar, Firaun, Haman, Samiri, dan Qarun sebagai orang-orang terburuk, tapi tak menyebut Muawiyah meski ia dituduh terlibat dalam pembunuhan Husein cucu Rasulullah SAW. Al-Quran juga menyebut delima, bawang putih, bawang merah, gajah, semut, kuda, monyet, anjing, dan babi — bangsa mana yang tidak tahu nama buah dan binatang itu — tapi al-Quran tak menyebut Anoa dan Trenggiling karena bangsa Arab di padang pasir tak mengenal keduanya.

Dari semua nama-nama yang disebut dalam al-Quran, ternyata Allah juga menyebut nama ”nyamuk” (ba’uudhah) di buku suci itu. Nyamuk bukan cuma hewan yang dikenal oleh bangsa-bangsa dunia, tapi ternyata mereka adalah kerabat terdekat dan terhormat umat manusia. Bahkan ketika kedua orangtua kita tidak kita izinkan tidur satu ranjang dengan istri atau suami kita, nyamuk kita izinkan tinggal di ruang tamu, ruang makan, dapur, bahkan di kamar-kamar pribadi kita. Mereka menyaksikan semua pertengkaran sekaligus percintaan kita …

Helmi Hidayat

Tetanggaku mengaku sangat betah di rumah. Istrinya seorang sarjana tapi lebih memilih menjadi ibu rumah tangga. Dia pandai memasak, mengurus anak-anak, dan tahu persis kapan suaminya butuh pelukan. Tetanggaku yang lain punya rumah lebih mewah, tapi ia kerap makan di warung bersama anak-anaknya, terutama ketika istrinya keluar kota melaksanakan tugas kantor.

Kedua perempuan itu hebat, tapi siapa di antara keduanya yang terhebat?

Aku jadi teringat Ratu Artemisia I (485 SM) dan Ratu Ester (478 SM). Artemisia I adalah penguasa Halicarnassius, negara Kota Yunani sekalgus koloni Persia. Dia adalah laksamana legendaris Angkatan Laut Persia, wanita besi yang dikenal sangat mandiri, cerdas, dengan memenangkan banyak pertempuran selama era Dinasti Achaemnid. Ketika Xerxes, penguasa Persia saat itu, berperang melawan Yunani pada 480 SM, Artemisia membantunya dengan armada kapal yang tangguh menaklukkan Yunani. Kendati cantik dan cerdas, Artemisia hanya menjadi pacar Xerses dan tak pernah dinikahinya.

Ratu Ester hanyalah seorang keturunan Yahudi biasa, bukan bangsawan terkenal. Wajahnya anggun, tutur katanya sopan, tak tampak di wajahnya kedigjayaan seorang pemimpin. Xerxes jatuh hati padanya dan ia menjadi perempuan Yahudi pertama yang diperistri raja Persia. Dalam Bibel, ada bagian tertentu yang ditulis dengan namanya, yaitu Kitab Ester. Dampak pernikahan Xerxes dan Ester luar biasa. Sejak saat itu Xerxes tak lagi bengis kepada keturunan Yahudi Persia. Esther adalah bahasa Persia, berarti ”bintang”, sedang Artemisia berarti “penutur kebenaran”.

Kedua perempuan itu hebat, tapi siapa di antara keduanya yang terhebat?

 

umat (17/1) siang tadi Pak Dosen Helmi Hidayat berkhutbah di Masjid Raya Quba Joglo, Jakarta Barat. Hujan deras mengiringi khutbah Beliau. Kepada jamaah di sampaikan bahwa al-Quran adalah kitab suci yang selektif memilih nama-nama. Karena itu mari bertadabbur, mengapa Allah hanya menyebut JIbril dan Mikail dalam QS al-Baqarah ayat 97? Kata Zat yang Mahakuasa ini, barangsiapa memusuhi JIbril dan Mikail sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir. Jika JIbril dimusuhi, itu wajar. Malaikat inilah yang membongkar semua kebohongan penyembah selain Allah, dengan menyampaikan firman-firman suci Allah kepada Muhammad Sallahu Alayhi Wasalam dan nabi-nabi sebelumnya. Tapi Mikail? Bukankah dia adalah malaikat pembawa rejeki, pengatur turunnya hujan, salju, bunga-bunga bersemi, dan pohon-pohon berbuah?

Jika Anda ingin tahu siapa orang-orang yang memusihi Mikail, lihatlah mereka di musim hujan. Mereka sering bersungut-sungut ketika hujan turun, bahkan tak malu memaki-maki, “Ah, hujan mulu nih!” Padahal, objek yang mereka maki-maki adalah rejeki Allah berupa berjuta-juta galon air tawar, sumber kehidupan setiap organisme di muka Bumi.

Wahai musuh-musuh Mikail, berhentilah mencaci-maki. Saya masih butuh air tawar dan karena itu takut Allah marah dan tak lagi membasahi bumi kita dengan air kehidupan. Jika terjadi banjir karena hujan, itu bukan salah Allah memberi rejeki. Kitalah yang bego lagi tolol mengelola rahmat-Nya yang demikian besar ….

Helmi Hidayat

Dua bulan dari sekarang, sesaat sebelum menikmati sarapan pagi, aku pernah duduk dan berkonsentrasi penuh berkirim salam dan shalawat kepada Rasulullah SAW. Setelah itu aku membaca doa sebelum makan, mengucapkan basmallah dengan khusyuk, untuk kemudian menyeruput teh manis hangat di dalam gelas besar di hadapanku. Setelah itu gelas aku taruh di atas tatakan pelan-pelan. Tak ada semenit usai gelas itu aku taruh, tiba-tiba gelas itu meledak, air di dalamnya muncrat membasahi seluruh lengan kiriku, dan beling-belingnya berserakan di atas meja dan lantai ruang makanku. Sampai sekarang aku masih belum percaya, gelas itu bukan retak atau terbelah dua karena memuai akibat air panas, tapi benar-benar pecah berkeping-keping hingga tinggal dasarnya saja.

Ya Allah, Engkau pasti menyaksikan aku menulis status di ruang publik ini dan Engkau Mahatahu betapa selama dua bulan ini aku terus dilanda penasaran akan kebesaran-Mu …

 

Helmi Hidayat

Cinta ibarat sayap lilin dalam kisah Icarus. Matahari adalah pesonanya yang memabukkan, sedang samudera adalah kegetiran cinta yang mematikan.

Icarus adalah putera Daedalus, insinyur dari Yunani kuno yang membangun Labirin. Ia membangun penjara mematikan itu atas perintah Raja Minos, yang ingin agar anak tirinya sendiri, Minotaur, dikerangkeng seumur hidup. Raja Minos tak ingin satu orang pun di Yunani tahu jalan keluar dari Labirin. Karena itu, dia sengaja memenjara Daedalus dan Icarus di sebuah pulau kecil di tengah samudera agar tak buka mulut. Daedalus kemudian membuat sayap yang perekatnya terbuat dari lilin untuk meloloskan diri dari pulau itu. Kepada Icarus dia berwanti-wanti agar tidak terbang terlalu tinggi karena sinar Matahari bisa melelehkan lilin di sayap. Tapi Icarus tenggelam dalam keasyikan. Ia terbang semakin sambil tertawa bahagia, sampai akhirnya sinar Matahari melelehkan lilin di sayapnya. Icarus tersadar, tapi sudah sangat terlambat. Ia jatuh ke tengah samudera lalu tewas merana.

Anakku, jika kau bertemu cinta suatu saat nanti, ingatlah sayap lilin Icarus. Jangan tenggelam di dalamnya terlalu jauh, kendati Matahari sebagai pesonanya terus menggodamu. Tanyalah orang-orang yang pernah terperosok dalam kubangan cinta. Kegetirannya lebih pahit dari antawali bahkan sejuta buah saga.

Helmi Hidayat

Dalam bahasa Arab, kata “Akil” dan “Aqil” punya makna yang sangat berbeda secara signifikan. Akil berarti “orang sedang makan” atau “tukang makan”, sementara kata Aqil berarti “orang cerdas, cerdik, dan berakal pikiran”. Sejak mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mukhtar, ditangkap karena diduga korupsi, kawan-kawan saya cenderung konsisten menulis namanya dengan “Akil” ketimbang “Aqil”. Ini sindiran sekaligus hukuman sosial buat dia. Tapi, mulai hari ini tampaknya mereka harus berubah pikiran untuk lebih menulis ”Akil”. Berdasarkan temuan baru, orang ini ternyata cerdas luar biasa. Dia menyembunyikan “uang setan” hasil korupsinya di dalam tembok di balik peralatan karaoke. Luar biasa. Saya bersaksi, sesungguhnya Akil Mukhtar termasuk orang-orang yang cerdas lagi diberi akal pikiran, apakah kalian tidak mengambil pelajaran darinya?

Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya, Maha Besar Dia dengan segala ciptaan-Nya.

 

Helmi Hidayat

LAMUNAN TUKANG BECAK XIX:

Jika satu kali saja seumur hidupku Tuhan memberiku kesaktian yang membuat aku bisa melakukan apa saja, aku akan menjadikan diriku presiden menggantikan pejabat presiden saat ini. Tapi, ah tidak, nanti aku salah kalkulasi harga gas lagi. Aku akan menjadikan semua perempuan di Indonesia perawan semua saja. Ah tidak, itu berarti mereka belum kawin semua. Aku akan menjadikan Indonesia daratan semua saja, agar negeri ini jadi tambah bersatu. Ah tidak, satu daratan Pulau Ambon yang kecil saja mereka sudah gontok-gontokan, bagaimana jika tak ada lautan yang memisahkan mereka? Ah, kalau begitu, aku akan menjadikan semua koruptor di negeri ini satu per satu mengakui semua kejahatan mereka. Akan aku suruh bandit-bandit itu berkumpul dan berbaris di satu tempat, lalu satu per satu menyebutkan tindakan durjana mereka. Tapi ….., lapangan Monas cukup tidak ya menampung mereka?

 

 

Helmi Hidayat

Dibanding kitab-kitab Langit lainnya, al-Quran adalah kitab suci yang paling selektif menyebut nama. Buku suci ini hanya menyebut nama pilihan dengan kualitas “ter” — terbaik, terburuk, dan terkenal. Al-Quran menyebut nama orang-orang terbaik: Imran, Maryam, Luqman, serta Muhammad SAW dan nabi-nabi lain mulai Isa hingga Adam, tapi tak menyebut Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Kitab suci ini menyebut Abu Lahab, Azar, Firaun, Haman, Samiri, dan Qarun sebagai orang-orang terburuk, tapi tak menyebut Muawiyah meski ia dituduh terlibat dalam pembunuhan Husein cucu Rasulullah SAW. Al-Quran juga menyebut delima, bawang putih, bawang merah, gajah, semut, kuda, monyet, anjing, dan babi — bangsa mana yang tidak tahu nama buah dan binatang itu — tapi al-Quran tak menyebut Anoa dan Trenggiling karena bangsa Arab di padang pasir tak mengenal keduanya.

Dari semua nama-nama yang disebut dalam al-Quran, ternyata Allah juga menyebut nama ”nyamuk” (ba’uudhah) di buku suci itu. Nyamuk bukan cuma hewan yang dikenal oleh bangsa-bangsa dunia, tapi ternyata mereka adalah kerabat terdekat dan terhormat umat manusia. Bahkan ketika kedua orangtua kita tidak kita izinkan tidur satu ranjang dengan istri atau suami kita, nyamuk kita izinkan tinggal di ruang tamu, ruang makan, dapur, bahkan di kamar-kamar pribadi kita. Mereka menyaksikan semua pertengkaran sekaligus percintaan kita …

Helmi Hidayat Ahmad Suhijriah, ente mau dagang lalat? Kayak orang Arab aja ente Ada ceritanya nih soal lalat. Tiga orang dari bangsa berbeda, AS, Arab, dan Israel ngopi bersama. Tiba-tiba tiga ekor lalat hinggap di cangkir masing-masing, lalu kecemplung ke dalam gelas. Orang Amerika langsung membenamkan lalat itu ke dalam kopi supaya mati, lalu membuang kopi tersebut. Orang Arab membenamkan lalat itu ke dalam kopi, kemudian mengambil dan membuang lalat itu dari dalam gelas, lalu meminum kopi itu (sesuai ajaran Rasulullah SAW). Tinggal si Israel. Dia lalu mengambil lalat dari gelasnya, juga mengambil kedua lalat yang dibuang si AS dan si Arab, kemudian mengejar-ngejar lalat-lalat lain yang beterbangan di luar cafe tempat mereka ngopi, kemudian menjual semua lalat-lalat itu kepada si Arab!

Helmi Hidayat

DOA PAGI INI:

Ya Allah, Tuhan yang telah menurunkan meja makan lengkap dengan hidangannya kepada Isa AS dan para sahabatnya hampir 2000 tahun lalu, jangan Kau turunkan leher dan kuping orang kepada hamba karena hamba bukan seorang kanibal yang doyan makan daging orang. Namun demikian, kalau pada akhirnya harus juga hamba disodorkan leher dan kuping goreng orang, hamba dengan ikhlas akan menerimanya mesti hamba pasti jijik melihat apalagi melahapnya. Seorang hamba-Mu bernama Ruhut Sitompul telah bersumpah akan memotong leher dan kupingnya jika Ibas, anak bungsu Presiden Susolo Bambang Yudhoyono, terbukti terlibat korupsi. Ya Allah, jagalah Ibas dari sangkaan korupsi karena jika ia terbukti melakukan perbuatan setan itu, akan ada leher dan kuping goreng anak manusia di hadapan hamba … sesungguhnya Engkau Mahakuasa lagi Maha Mendengar segala doa …

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s